Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Habis Gelap Evaluasi Segera

Oleh

image-gnews
Analis keamanan dan intelijen Ridlwan Habib menilai ada kejanggalan dari peristiwa listrik padam yang terjadi pada Minggu 4 Agustus 2019.
Analis keamanan dan intelijen Ridlwan Habib menilai ada kejanggalan dari peristiwa listrik padam yang terjadi pada Minggu 4 Agustus 2019.
Iklan

“MASA kegelapan” di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Jawa Barat, dan sebagian wilayah Jawa Tengah selama enam jam lebih pada Ahad, 4 Agustus 2019, menunjukkan manajemen energi kelistrikan di negara ini perlu dievaluasi. Investigasi yang akurat dan transparan atas penyebab lumpuhnya pasokan listrik pada akhir pekan itu merupakan langkah awal yang harus diambil. Pemerintah Presiden Joko Widodo semestinya juga segera menunjuk pemimpin tertinggi Perusahaan Listrik Negara atau PLN, yang kosong sejak Direktur Utama Sofyan Basir menjadi tersangka lalu ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi tiga bulan lalu.

Putusnya aliran listrik dalam waktu cukup lama itu melumpuhkan kegiatan ekonomi dan industri, memutus komunikasi penduduk, juga menghentikan transportasi massal, seperti kereta komuter dan moda raya terpadu. Dampak materiil dan keuangan menerpa konsumen industri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah yang tidak mempunyai tenaga listrik cadangan semacam genset. Kerugian akibat blackout ini ditaksir mencapai Rp 1 triliun.

Menurut PLN, padamnya listrik disebabkan oleh gangguan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 kV di sirkuit di Ungaran dan Pemalang, Jawa Tengah. Gangguan ini menyebabkan penurunan tegangan dan kelebihan pasokan listrik, lalu memicu kerusakan jaringan di Depok dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Investigasi menyeluruh perlu dilakukan, terutama untuk mencegah kecelakaan pemadaman serupa terjadi lagi. Secara teknis, jaringan listrik Jawa dan Bali terkoneksi secara paralel. Kerusakan di Jawa Tengah menyebabkan kekurangan pasokan listrik ke Jawa Barat dan DKI, yang membuat kerusakan transmisi dan pemadaman di dua wilayah tersebut.

Kerusakan beruntun semestinya bisa dicegah jika sistem pelindungan bekerja baik. Pengamanan berlapis-lapis dilakukan untuk mencegah kerusakan beruntun. Dalam praktiknya, cara kerja ini tidak berjalan baik, lalu membuat jaringan kolaps. Tim investigasi yang dibentuk PLN semestinya berfokus menyelidiki penyebab tidak bekerjanya sistem tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Lebih jauh dari soal teknis, tim independen seharusnya juga dibentuk untuk mendapatkan hasil penyelidikan yang lebih komprehensif. Unit di luar PLN diperlukan untuk menyelidiki cara kerja manajemen perusahaan pelat merah: dari perencanaan dan operasional sebelum pemadaman hingga usaha mereka ­menghadapi krisis. Hasil penyelidikan tim akan menjawab sejumlah pertanyaan publik, antara lain benarkah anggaran pemeliharaan sudah optimal untuk mendapatkan pelayanan listrik yang aman.

Dahlan Iskan, mantan Direktur Utama PLN, misalnya, menyoroti hilangnya berbagai kegiatan pemeliharaan termasuk tumbuh tingginya pohon sengon yang disebut-sebut menjadi penyebab awal gangguan saluran bertegangan tinggi. Dari laporan keuangan PLN 2018 yang telah diaudit, sebenarnya biaya pemeliharaan meningkat dari Rp 19,5 triliun pada 2017 menjadi Rp 20,74 triliun setahun kemudian. Namun, jika dibandingkan dengan beban usaha secara keseluruhan, proporsi biaya pemeliharaan ini turun dari 7,1 persen menjadi 6,7 persen. Tim investigasi perlu menyelidiki apakah turunnya proporsi biaya pemeliharaan ini mempengaruhi kualitas pelayanan PLN.

Perlu juga dievaluasi struktur manajemen yang membagi PLN ke dalam tiga wilayah di Jawa. Apakah dengan struktur ini koordinasi antarbagian berjalan baik, terutama dalam menanggulangi krisis. Hasil evaluasi ini harus disampaikan kepada publik korban utama padamnya listrik. ­Dalam konteks evaluasi ini, aparat kepolisian perlu diingatkan agar tidak cepat-cepat menghukum kecuali telah ditemukan bukti tindak pidana. Kriminalisasi yang terjadi pada mantan Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, disebut-sebut membuat banyak pejabat PLN mengalami trauma. Walhasil, mereka takut jika ditunjuk menjadi direktur utama.

Puncak pimpinan PLN tak boleh dibiarkan kosong. Tarik-menarik kepentingan dalam menentukan direktur utama jika ada mesti segera diselesaikan. PLN harus diisi profesional yang tak membawa kepentingan politik mana pun. Dari mana pun calon direktur utama berasal, ia mestilah cakap dan bersih agar bisa benar-benar menyelesaikan persoalan dalam perusahaan beraset Rp 1.492 triliun itu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

18 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

45 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.