Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Perundungan yang Makin Mencemaskan

image-profil

image-gnews
Ilustrasi persekusi, bullying. Shutterstock
Ilustrasi persekusi, bullying. Shutterstock
Iklan

Bagong Suyanto
Guru Besar dan Dosen Sosiologi Anak di FISIP Universitas Airlangga

Meski berbagai upaya pencegahan telah dilakukan, hingga kini aksi perundungan atau bullying tetap menjadi momok bagi anak-anak dan siswa. Kasus perundungan terbaru terjadi di Tangerang. Seperti dilaporkan di media massa, 13 siswi kelas XI SMK Negeri 7 Tangerang Selatan menjadi korban perundungan oleh sembilan orang kakak kelasnya. Mereka dikumpulkan di sebuah lapangan di kawasan Pondok Cabe pada Sabtu malam lalu, kemudian ditampar dan dimintai uang oleh kakak kelasnya.

Kasus perundungan yang lebih parah dialami Aurellia Quratu Aini, siswa yang terpilih menjadi anggota pasukan pengibar bendera. Siswa yang menjadi kebanggaan orang tuanya dan merupakan siswa terbaik di Tangerang Selatan ini, menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), meninggal dunia karena sehari sebelumnya diduga menjadi korban tindak kekerasan seniornya.

Daftar kasus perundungan dapat terus diperpanjang. Lebih dari sekadar dikucilkan atau menjadi korban caci-maki, tidak jarang anak-anak juga menjadi korban perundungan ekstrem yang berisiko berdampak buruk bagi korban dan perkembangan psikologis para pelaku.

Siapa pun yang menjadi korban perundungan, sudah tentu harus ditangani seoptimal mungkin, bukan hanya kesehatannya secara fisik, tapi juga trauma psikologis yang ia alami. Namun para pelaku, yang kebanyakan juga anak-anak di bawah umur, seyogianya tidak hanya diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka juga membutuhkan rehabilitasi mental yang serius.

Kasus perundungan sering kali unik. Sebab, korban ataupun pelaku umumnya sama-sama anak di bawah umur. Sebagai korban penganiayaan, tentu anak-anak yang menjadi korban itu berhak mendapat keadilan dan dilindungi keselamatannya dari bentuk ancaman dan tindak kekerasan. Namun, ketika yang menjadi para pelaku ternyata juga anak-anak, para pelaku pun memiliki hak untuk ditangani seadil-adilnya agar setelah mereka menjalani hukuman atas perbuatannya, masa depannya tidak bertambah kelam.

Dalam berbagai kasus perundungan, kepolisian sebetulnya telah berkali-kali menetapkan pelaku anak sebagai tersangka. Mereka biasanya dijerat dengan Pasal 76c juncto Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 3,5 tahun penjara.

Dari kacamata hukum, sanksi bagi para pelaku sudah sepantasnya diberikan, terutama untuk menimbulkan efek jera. Meski masih di bawah umur, mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menyebabkan korban terluka dan mengalami trauma yang akan diingat seumur hidup.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tapi apakah hukuman penjara kepada para pelaku akan menjamin mereka tidak akan mengulangi perbuatannya? Hal ini perlu dikaji lebih jauh. Sebab, jangan sampai hukuman itu justru melahirkan calon-calon kriminal yang lebih sadis dan berbahaya.

Banyak studi yang telah membuktikan bahwa memasukkan anak ke penjara dan membiarkan mereka hidup dalam lingkungan penjara anak, yang semuanya adalah anak-anak bermasalah, ternyata membuat anak rawan terkontaminasi perilaku yang lebih buruk. Walaupun telah dilakukan berbagai upaya pembinaan, karena berbagai keterbatasan, kerap terjadi anak-anak itu justru rentan terpapar pengaruh buruk dari rekannya.

Bagi anak-anak, penjara adalah habitus yang berisiko mentransformasikan berbagai pengaruh buruk. Alih-alih menyadari kekeliruannya dan bertobat atas kesalahannya, ketika anak-anak tumbuh dalam habitus yang salah, peluang untuk terbawa arus berpikir dan bertindak salah juga ikut membesar. Pada titik ini, apa yang harus dilakukan untuk membuat anak-anak yang terlibat dalam tindak kriminal benar-benar memperoleh kesempatan direhabilitasi dan tidak berpotensi terjerumus dalam perilaku salah yang lebih mendalam lagi?

Kasus anak-anak yang terlibat dan berkonflik dengan hukum harus diakui cenderung makin mencemaskan. Menurut data KPAI, jumlah kasusnya terus meningkat, dari 2.178 kasus pada 2011 menjadi 6.006 kasus pada 2015. Memasuki 2019, meski belum ada data resmi, bisa dipastikan angkanya masih meningkat.

Data ini tentu sangat memprihatinkan. Untuk menekan kasus semacam ini, hal yang dibutuhkan adalah langkah-langkah pencegahan. Keterlibatan keluarga dan masyarakat dalam mencegah anak tidak melanggar hukum merupakan faktor yang sangat penting.

Presiden Joko Widodo, yang menaruh perhatian khusus pada berbagai kasus perisakan anak, telah menyatakan keprihatinannya dan berharap orang tua, guru, dan masyarakat turut bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, mengawasi anak-anak, dan meluruskan hal-hal yang tidak benar. Peran serta semua pihak untuk ikut mengawasi efek negatif media sosial menjadi salah satu bagian penting yang perlu menjadi fokus perhatian kita untuk mencegah anak-anak kita menjadi korban.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

23 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024