Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tim Gabungan Beranak-Pinak

Oleh

image-gnews
Tempo merangkum 3 berita terpopuler sepekan ini, dari Pertemuan Jokowi dan Prabowo Sampai Perkembangan Kasus Baiq Nuril
Tempo merangkum 3 berita terpopuler sepekan ini, dari Pertemuan Jokowi dan Prabowo Sampai Perkembangan Kasus Baiq Nuril
Iklan

TIDAK ada yang baru dan signifikan dari hasil investigasi tim gabungan kasus penyerangan Novel Baswedan. Dibentuk Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian, tim ini bekerja sejak Januari dan hasilnya diumumkan pada 17 Juli lalu.

Temuan tim itu tak beranjak dari hasil pemeriksaan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang diserahkan akhir tahun lalu. Jangankan mengungkap dalang penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi itu, mengidentifikasi pelaku lapangan saja mereka tak mampu. Tim ini berdalih tidak memiliki kemampuan sehingga merekomendasikan pembentukan tim baru untuk mengejar pelaku. Novel disiram air keras pada Selasa subuh, 11 April 2017, sehingga mata kirinya cacat seumur hidup.

Sejak awal dibentuk, tim itu penuh kontroversi. Mendapat desakan dari kalangan pegiat antikorupsi karena penyidikan yang lamban, tim ini dibentuk tepat sembilan hari sebelum debat calon presiden Pemilihan Umum 2019. Kemandirian tim dipersoalkan karena memuat banyak polisi dan sejumlah anggota nonpolisi yang ditengarai punya hubungan kuat dengan Kepolisian. Tim gabungan terdiri atas 52 polisi, 6 perwakilan KPK, dan 7 pakar hukum.

Sulit mengharapkan tim yang bertanggung jawab kepada Kapolri itu dapat independen. Novel punya sejarah panjang dengan Kepolisian, almamaternya. Novel pernah dikriminalisasi ketika mengungkap korupsi simulator uji surat izin mengemudi yang menjerat Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Selain itu, sejumlah saksi menyebut keterkaitan pelaku dengan aparat.

Melihat temuan dan rekomendasi tim yang diketuai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Idham Azis itu, sulit berharap kasus ini terungkap dalam waktu dekat. Rekomendasi tim agar polisi mendalami potensi balas dendam dari pihak-pihak yang kasusnya ditangani Novel memberikan kesan bahwa penyidik itu disiram karena telah melampaui kewenangan ketika menyidik kasus korupsi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Presiden Joko Widodo harus membentuk tim independen sendiri. Membiarkan kasus ini berlarut-larut hanya akan menggerus kepercayaan publik kepadanya. Jikapun kasus ini melibatkan para pembantunya, Presiden harus menyadari bahwa mereka sekadar "pembantu" satu-dua orang yang berada dalam genggaman kekuasaannya. Menghukum mereka tidak akan mengguncangkan pemerintahan.

Jokowi hendaknya belajar dari Susilo Bambang Yudhoyono, pendahulunya. Mengusut perkara pembunuhan aktivis hak asasi Munir Said Thalib, ia membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) berisi 14 orang yang terdiri atas polisi, diplomat, jaksa, aktivis hak asasi manusia, dan dokter forensik. Munir tewas di dalam pesawat Garuda Indonesia penerbangan Jakarta-Amsterdam pada 7 September 2004 karena diracun. Bekerja enam bulan, tim itu melakukan penyelidikan dari bawah dan menemukan bukti kejahatan konspiratif yang melibatkan operasi intelijen. Pollycarpus Budihari Priyanto, pelaku lapangan, divonis 20 tahun penjara. Sebagian otak pembunuhan itu terungkap meski bebas di sidang mahkamah.

TGPF Munir memang gagal menuntaskan perkara. Tapi mereka telah memberikan "kerangka" atas peristiwa berdarah itu. Dalam penanganan perkara Novel, Jokowi harus lebih baik daripada pendahulunya. Jokowi tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan publik kepadanya. Apalagi kalah tangkas dibanding presiden sebelumnya.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.