Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Para Hakim

image-profil

Oleh

image-gnews
Mahkamah Agung. Kredit: MA
Mahkamah Agung. Kredit: MA
Iklan

Putu Setia
@mpujayaprema

Andai saya menjadi hakim, penjara akan sepi. Banyak orang yang saya bebaskan. Saya tak tega menghukum orang yang begitu tampak saleh, yang perempuan mengenakan kerudung dan lelaki mengenakan peci. Duduk dengan santun rada menundukkan wajah, bicara memelas. "Betul, Yang Mulia." Kata ini pasti membuat saya terenyuh.

Hakim sering dijuluki "wakil Tuhan" karena amar putusannya mengatasnamakan Tuhan. Adapun saya di usia senja ini ingin memposisikan Tuhan Maha Pemaaf dan Tuhan Maha Pengasih. Kalau kasihan kepada orang, kenapa tidak memaafkan saja? Kejahatannya biarkan dihukum di akhirat.

Persoalannya, ada orang yang tidak percaya hukuman akhirat. Ketika berada di puncak jabatan pun, teganya dia merampok uang rakyat. Ketua DPR korupsi. Menteri dan gubernur terima suap. Kalau ketua DPR tak dihukum, bagaimana jika wakil ketua DPR ikutan korupsi? Di mana fungsi Tuhan sebagai Yang Maha Adil? Maka perlu ada lembaga pengadil di dunia, dan hakim pun diangkat. Yang diadili adalah perbuatannya, bukan siapa orangnya. Itu sebab lembaga pengadil berlambang dewi yang matanya tertutup. Hakim yang lembut dan bukan pendendam, tak boleh melihat apakah yang diadili orang kaya, miskin, atau (tiba-tiba) berkerudung.

Cuma hakim itu manusia biasa. Sesempurnanya manusia masih punya nafsu. Masih ingin bersenang-senang dan menambah harta untuk keluarga. Jika nafsu tanpa pengendalian, penyimpangan bisa terjadi. Bukankah ada hakim yang dipecat karena menerima suap?

Coba telisik. Kenapa hakim Mahkamah Agung menolak peninjauan kembali kasus Baiq Nuril? Pengadilan negeri membebaskan Baiq Nuril karena justru dia korban pelecehan. Bu Nuril bukan menyebarkan konten, melainkan handphone-nya diambil orang yang menyebarkan. Ketika jaksa mengajukan kasasi ke MA, Bu Nuril dihukum dan didenda, begitu pula MA menolak peninjauan kembali. Jadi hakim agung punya penafsiran sendiri arti dari menyebarkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Juga aneh hakim MA yang membebaskan Syafruddin Temenggung. Pengadilan tinggi menghukum Temenggung 15 tahun penjara karena merugikan negara Rp 4,58 triliun. Hakim kasasi berbeda pendapat. Yang satu tetap menghukum, yang satu membebaskan karena bukan perkara pidana, yang satu lagi membebaskan karena hanya salah administrasi. Para hakim tak kompak.

Alkisah, ada dongeng rakyat sebelum era digital. Tiga bersaudara mencari ilmu tentang keadilan di hutan. Belajar kepada tebing, pohon, dan hewan liar. Suatu hari, di bawah pohon ada bisikan gaib diterima tiga bersaudara itu. Mereka diperbolehkan memohon masing-masing satu anugerah dan akan dikabulkan. Tanpa berembuk lebih dulu, saudara tua berujar: "Saya mohon makanan yang enak." Langsung tersaji, mungkin bukan piza atau spageti, ini dongeng lama.

Saudara tengah marah kepada saudara tua, kenapa yang dimohon yang receh-receh, bukan batangan emas atau istana yang megah. Saking marahnya, dia berujar: "Saya mohon kakak saya mati sekarang juga." Hah, saudara tua itu pun berhenti bernapas.

Tinggallah saudara muda. Ia lama merenung. "Kalau aku mohon batangan emas atau istana megah, aku kehilangan saudara tua. Aku hanya menuruti nafsu dan yang kudapat pasti kesenangan palsu," pikirnya. Akhirnya dia memohon: "Oh Yang Maha Gaib, hamba mohon hidupkan saudara tua saya." Dan ketiga saudara ini kembali berkelana mencari ilmu di hutan kehidupan.

Apa pesan dongeng ini? Para hakim harusnya sudah selesai dari beban hidupnya. Jika hakim masih memuaskan nafsunya sendiri dan tidak bermusyawarah mencari keadilan untuk orang banyak, negara dan bangsa tak akan bergerak maju.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024