Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Luka Bangsa

image-profil

Oleh

image-gnews
Majelis hakim Mahkamah Konstitusi atau MK menolak seluruh gugatan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi. ANTARA
Majelis hakim Mahkamah Konstitusi atau MK menolak seluruh gugatan tim kuasa hukum Prabowo-Sandi. ANTARA
Iklan

Putu Setia
@mpujayaprema

Setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa yang memenangi pemilihan presiden adalah pasangan 01, apakah perseteruan dua kubu yang begitu panjang akan berakhir? Perlu waktu. Perlu kearifan pemimpin kedua kubu. Joko Widodo memang sudah mengajak orang melupakan 01 dan 02. Adapun Prabowo Subianto bisa menghormati keputusan MK. Tapi keduanya tidak saling bertegur sapa dalam pernyataannya. Misalnya, yang kalah mengucapkan selamat kepada yang menang, sebagaimana tradisi politik di negara maju.

Masih ada luka. Sepuluh bulan perseteruan kedua kubu bukan waktu yang singkat. Jika dirunut, benih lukanya bahkan ada sejak pemilihan presiden 2014, karena tokoh yang bertarung sama dengan pemilihan presiden 2019. Hanya wakilnya yang berbeda.

Fanatisme pendukung semakin mengental pada tarung ulang. Semakin brutal cara untuk saling menjelekkan lawan. Muncul istilah cebong untuk mencemooh pendukung 01, yang segera dibalas dengan kampret bagi pendukung 02. Yang mengucapkan istilah itu bukan cuma anak tanggung atau pemakai akun anonim di media sosial, melainkan juga sebagian politikus, bahkan kalangan terdidik. Padahal orang tahu, cebong dan kampret merupakan sebangsa hewan, yang menurut ajaran agama apa pun adalah makhluk yang lebih rendah daripada manusia. Kenapa kita saling menghinakan diri?

Luka bangsa itu harus segera dibalut. Ini pekerjaan rumah untuk semua anak bangsa-kata-kata ini sangat digemari oleh Amien Rais, tokoh yang berencana menggelar tahlilan untuk kekalahan Prabowo-Sandi. Pekerjaan rumah juga untuk Jokowi yang akan mengendalikan republik ini lima tahun ke depan. Jokowi tak cukup mengajak melupakan 01 dan 02, tapi harus mengajak pendukungnya untuk memberi teladan bagaimana menerima kekalahan dengan ikhlas, legowo kata orang Jawa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menerima kekalahan tidak segampang yang diminta pihak yang menang. Mari kita lihat kasus pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang dimenangi oleh Anies Baswedan, calon yang diusung kubu Prabowo. Pendukung Ahok, yang sama sebangun dengan pendukung Jokowi, tetap meradang bahwa pemilihan itu penuh kecurangan dan tidak beradab. Mereka menuduh rakyat dihantui teror neraka-surga, penuh intimidasi, dan seterusnya. Sampai kini Gubernur Anies menjadi bulan-bulanan ejekan di media sosial oleh pendukung Ahok, apa pun yang dikerjakannya. Langkah Anies memang perlu dikritik, tapi tidak harus semua tindakannya dianggap salah. Lalu apa bedanya ketika kubu 02 menuduh dan yakin pemilihan presiden kali ini juga curang, aparat negara mengintimidasi pemilih, petahana memanfaatkan jabatan, dan seterusnya? Podo wae, kata orang Tegal. Semuanya tidak ada yang sesungguhnya ikhlas jika dalam posisi kalah.

Luka tak akan kering jika hanya dibungkus dengan pembalut tanpa isi, tanpa revolusi mental yang mengubah cara berpikir kita. Tak cukup pula mengajak rekonsiliasi, yang diartikan sebagai "kamu bergabung, saya kasih kursi". Kalau selesai dengan membagikan kursi lalu semua pada duduk menikmati kue, siapa yang mengawasi kesalahan cara duduknya jika tak ada yang berdiri? Semua orang punya tugas dan kewajiban yang bisa berbeda dan itulah yang membuat keseimbangan, ini petuah Krishna kepada Arjuna dalam Bhagawadgita. Jokowi memang harus merangkul lawan politiknya dan mengayomi seluruh rakyat karena dia bukan presiden kubu-kubuan lagi. Namun dia harus tetap memberi posisi terhormat kepada lawannya untuk mendapat kritik agar dia tidak seenak udelnya bertingkah.

Lukamu adalah lukaku, luka bangsa yang harus kita obati bersama.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

20 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

47 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024