Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

KLB PSSI yang Tertunda

image-profil

image-gnews
Sejumlah Seporter Persija melakukan unjuk rasa di depan kantor PSSI di Gelora Bung Karno di Jakarta, Kamis (29/4). TEMPO/Dwi Narwoko
Sejumlah Seporter Persija melakukan unjuk rasa di depan kantor PSSI di Gelora Bung Karno di Jakarta, Kamis (29/4). TEMPO/Dwi Narwoko
Iklan

Eddi Elison
Pengamat Sepak Bola Nasional

Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menetapkan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI akan dilaksanakan pada 27 Juli mendatang, mundur dari tanggal sebelumnya, 13 Juni 2019. Keputusan lain, KLB tersebut bukan untuk memilih ketua umum, yang kursinya kosong setelah Edy Rahmayadi mundur pada Januari lalu karena terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara. Pemilihan ketua umum baru akan dilakukan dalam kongres biasa, yang rutin diselenggarakan pada Januari setiap tahun, yang berfungsi sebagai evaluasi hasil kerja tahun sebelumnya dan menyusun program berikutnya, selain pertanggungjawaban keuangan.

Sejauh ini, pelaksana tugas Ketua Umum PSSI sudah berganti tiga kali hanya dalam waktu tidak sampai tiga bulan. Pada mulanya, Edy Rahmayadi menunjuk Joko Driyono, saat itu wakil ketua umum, sebagai pelaksana tugas ketua umum. Karena ditahan polisi akibat kasus mafia suap, Joko menunjuk Gusti Randa, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, lalu pindah ke Iwan Budianto, wakil ketua umum.

PSSI memutuskan penundaan KLB dengan alasan memenuhi saran utusan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Luca Nicola dan Rolf Tannur. Keduanya datang ke Jakarta pada awal April lalu untuk menyampaikan perubahan statuta FIFA, sehingga PSSI juga harus mengamendemen statutanya agar sesuai dengan statuta baru FIFA.

Dengan alasan itu, KLB nanti hanya membahas perubahan statuta, revisi kode pemilih, serta pembentukan komisi pemilihan dan komisi banding. Barulah kemudian dalam kongres biasa pada Januari 2020 digelar pemilihan ketua umum berdasarkan statuta PSSI yang baru.

Penundaan KLB ini ditolak oleh 56 pemilik suara (voter) PSSI, yang tergabung dalam Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN), saat bersidang pada 2 Mei lalu. Ketua KPSN, Suhendra Hadikuntoro, telah menemui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo, yang mendukung percepatan KLB. Pihak lain yang juga menolak penundaan adalah Ketua Presidium Police Watch, Neta S. Pane, yang juga aktif sebagai pimpinan Football Watch.

KPSN bahkan telah menyiapkan calon ketua umum baru, yakni Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan, mantan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Alasan KLB diundur karena mengikuti saran FIFA, seperti dinyatakan Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, sebenarnya bisa dimentahkan. Mengapa mesti "membebek" pada FIFA, padahal FIFA sendiri bertoleransi terhadap semua asosiasi sepak bola nasional negara anggotanya asal tidak bertentangan dengan statuta FIFA. Ingatlah, PSSI adalah organisasi dari sebuah negara berdaulat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Belakangan tersiar berita bahwa penyebab pengunduran KLB adalah PSSI tidak punya dana. Menanggapi kabar tersebut, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot Sulistiantoro Dewa Broto, menyatakan hal itu terjadi karena pengurus PSSI tidak pernah transparan melaporkan masalah keuangannya. Undang-Undang Keterbukaan Informasi menentukan dana dari APBN dan APBD harus dijelaskan kepada masyarakat. Dana yang dilaporkan PSSI dan sudah disetujui Kementerian hanya berkaitan dengan persiapan menuju SEA Games pada Desember 2019 di Manila, Filipina.

Sebenarnya PSSI tak perlu menunda KLB. Gunakan saja statuta lama, dan menjelang pemilihan ketua umum dilakukan, amendemen statuta yang diperlukan. Pasal 33 Statuta PSSI menyatakan, "Keputusan yang dikeluarkan oleh Kongres berlaku selektif bagi anggota pada waktu 60 hari setelah ditutupnya Kongres, kecuali Kongres memutuskan tanggal lain yang pasti untuk berlakunya suatu keputusan Kongres." Artinya, setelah statuta diubah serta komite pemilihan (KP) dan komite banding pemilihan (KBP) dibentuk, KLB ditutup untuk memberi kesempatan kepada KP dan KBP menyiapkan kongres. Lalu esoknya kongres dibuka untuk memilih ketua umum.

Sebelum KLB, FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) diberi tahu, bukan minta izin, sambil mengundang wakilnya. Masalah dana, rasanya bisa dikompromikan dengan KPSN dan pihak sponsor, termasuk stasiun televisi (untuk hak siar), bahkan sebenarnya bisa dibantu AFC atau FIFA. "Silaturahmi" dengan KPSN juga perlu dilakukan agar pengurus PSSI sekarang tampak kompromistis, berbeda dengan PSSI dulu yang menentang Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) pada era Nurdin Halid sehingga ricuh terus-menerus.

Selain itu, saat mengamendemen statuta, "Mukadimah" harus dikembalikan ke tempatnya semula karena "Mukadimah" merupakan khitah PSSI, yakni sikap konsekuen sebagai "organisasi perjuangan". Dalam buku Statuta PSSI Edisi 2014, "Mukadimah" sudah dihilangkan, yang berarti PSSI telah mengkhianati perjuangan PSSI menentang penjajahan sejak l930.

Jika PSSI bertahan terus dengan menunda KLB, bukan mustahil akan terjadi turbulensi lagi seperti dua tahun lalu. Kita yakin KPSN akan terus bergerak. Jika mereka minta izin Menteri Pemuda dan kepolisian untuk mempercepat KLB, bukankah PSSI kembali ricuh? Apalagi saat ini prestasi tim nasional tidak pantas dibanggakan, hanya menempati peringkat ke-160 di bawah Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Malaysia akibat dibantai Yordania 1-4.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024