Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Saatnya Menggenjot Manufaktur dan Jasa

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Ekspor Batu Bara Tak Tercatat Hampir 1 Juta Ton
Ekspor Batu Bara Tak Tercatat Hampir 1 Juta Ton
Iklan

Ketergantungan yang berlebihan pada sumber daya alam bisa menjadi candu yang memabukkan. Ketergantungan ini tampak nyata di Kalimantan dan Sumatera, terutama setelah ledakan harga komoditas primer terjadi pada 2002-2013. Akibatnya, Indonesia terlena oleh minyak kelapa sawit dan komoditas hasil tambang, bukan mengembangkan sektor manufaktur dan jasa untuk mengakselerasi pertumbuhan,

Di tengah tren harga komoditas yang merosot seperti sekarang, ketergantungan itu tentu membahayakan perekonomian. Apalagi harga batu bara anjlok sejak September tahun lalu hingga akhir semester pertama 2019, dari sekitar US$ 104,81 per ton menjadi

US$ 81,86 per ton. Tren negatif ini akan berdampak langsung pada penerimaan negara bukan pajak dan pemasukan pemerintah daerah.

Dampak penurunan itu sudah terasa lima tahun belakangan. Sejak harga batu bara rontok, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur, misalnya, minus 1,21 persen pada 2015 dan minus 0,38 persen pada 2016. Harga batu bara yang menanjak pada tahun lalu sempat memberikan harapan. Namun kontraksi yang terlalu dalam pada tahun-tahun sebelumnya membuat kenaikan harga itu hanya bisa mengungkit pertumbuhan 2,67 persen pada 2018.

Struktur perekonomian di Kalimantan Timur memang didominasi oleh usaha pertambangan. Industri ini menopang 46,35 persen total produk domestik regional bruto provinsi itu. Tak mengherankan bila anjloknya harga batu bara langsung memukul denyut perekonomian di sana.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pelemahan harga itu tak lepas dari gejolak perekonomian global. Cina, sebagai importir batu bara terbesar, menurunkan prediksi pertumbuhan akibat perang dagang dengan Amerika. Buntutnya, permintaan batu bara negeri itu menyusut. India juga membatasi impor batu bara setelah sejumlah pabrik keramik ditutup karena persoalan lingkungan. Penurunan permintaan itu terjadi di tengah pasokan berlimpah dari Rusia di pasar Asia.

Efek perlambatan global juga mempengaruhi permintaan minyak kelapa sawit. Padahal pasokan dari Indonesia dan Malaysia melimpah ruah. Situasi bertambah runyam akibat ekspor CPO mendapat hambatan dari Eropa. Ini membuat harga minyak kelapa sawit sempoyongan, turun dari US$ 714,3 per metrik ton pada 2017 menjadi US$ 595,5 per metrik ton tahun lalu. Penurunan ini menggerus sumbangan devisa minyak sawit, dari Rp 300 triliun menjadi Rp 287 triliun pada periode yang sama.

Merosotnya harga tak akan memukul perekonomian bila Indonesia tidak terjebak pada hasil sumber daya alam. Kekeliruan ini terjadi karena pemerintah melupakan proses transformasi ekonomi dari kegiatan ekstraktif menuju manufaktur dan jasa. Sejak krisis 1998, orientasi industri manufaktur seperti kehilangan arah. Akibatnya, rata-rata pertumbuhan ekspor manufaktur turun menjadi 10 persen sepanjang 2003-2011. Padahal pertumbuhan ekspor manufaktur pernah menyentuh 30 persen antara 1970 dan 1990.

Agar tidak terus bergantung pada hasil alam, pemerintah harus sungguh-sungguh melaksanakan reformasi struktural. Dari meningkatkan sumber daya manusia, memperbaiki pasar tenaga kerja, hingga mendorong aktivitas penelitian serta pengembangan yang membuat manufaktur dan jasa bergeliat. Percepatan transformasi dari kegiatan ekstraktif menuju manufaktur dan jasa menjadi sebuah keniscayaan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

6 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

20 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

21 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

21 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

22 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

28 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

47 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

56 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024