Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Burka, Aturan Agama Apa?

image-profil

image-gnews
Iklan

Soe Tjen Marching
Dosen senior di Departemen Asia Tenggara, SOAS - University of London

Baru-baru ini, dalam perjalanan pulang ke Indonesia dari London, saya bertemu dengan seorang wanita dari Timur Tengah di pesawat. Dia bercerita tentang bagaimana suaminya mengharuskan dia memakai burka, yang dianggapnya Islami. Memang, baju-baju burka juga menjamur di beberapa daerah di Indonesia karena dianggap sebagai simbol keislaman.

Namun hal ini justru mengingatkan saya kepada tradisi lain, yaitu tradisi salah satu sekte Yahudi bernama Haredi. Sekte Haredi yang mengharuskan para perempuannya memakai burka ini tinggal di Kota Beit Shemesh dan Safed di Israel. Busana yang seperti burka ini juga dikenal dengan nama frumka (kombinasi dari kata Yahudi, frum, yang artinya taat, dan burka).

Sekte Haredi percaya bahwa perempuan yang berbusana serba tertutup ini akan memperoleh keselamatan dan sekitar 3.500 tahun yang lalu, wanita-wanita suci dari kalangan orang Yahudi juga menutup tubuhnya sedemikian rupa. Mereka berpegang pada ajaran rabi Moses bin Maimon, yang pada abad ke-12 menyerukan wanita Yahudi harus berbusana sopan dan sederhana dengan menutup seluruh tubuh mereka ketika berada di depan umum.

Seperti juga bagaimana beberapa ulama dan peneliti agama Islam menolak adanya keharusan berburka, beberapa rabi Yahudi modern menolak interpretasi berbusana seperti ini dan berkata tidak ada ajaran seperti itu dalam agama Yahudi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Budaya dan tradisi memang tidak lepas dari interpretasi dan perubahan. Namun, hampir selalu, interpretasi itu berada di tangan pemegang kekuasaan, yang biasanya kelompok patriarki. Karena itu, dalam tradisi-tradisi seperti ini, yang diributkan sering kali adalah baju perempuan dan keharusan bagi perempuan. Perempuan diwajibkan mematuhinya, tanpa peduli apakah keharusan ini membahagiakan perempuan tersebut atau justru menyiksa mereka. Namun tidak jarang budaya patriarkis seperti ini kemudian juga diadopsi oleh perempuan sendiri. Sekte Haredi, misalnya, digalang oleh seorang wanita bernama Bruria Keren.

Menarik juga untuk disimak bahwa pada awal 2016, beberapa anggota parlemen Mesir mencoba melarang burka dengan alasan busana ini bukanlah akidah agama Islam. Salah satu anggota parlemen, Amna Nosseir, yang juga seorang profesor ilmu hukum perbandingan di Universitas Al-Azhar, menyatakan menutup wajah bukanlah keharusan dalam Islam dan busana seperti ini justru berasal dari budaya non-Islami. Usaha parlemen Mesir ini gagal. Namun, dari kejadian ini, kita bisa melihat bahwa yang dianggap kaidah agama tertentu sering kali menjadi begitu berbeda pada tempat, waktu, dan masyarakat yang berbeda pula.

Budaya dan tradisi adalah proses yang selalu berevolusi seiring dengan waktu dan terkadang menjadi kancah perdebatan yang luar biasa. Apa yang dianggap sebagai simbol keagamaan di suatu tempat justru dianggap berbeda di tempat lain. Lalu mengapa masih ada keharusan-keharusan yang begitu membelenggu hanya demi sebuah interpretasi yang tak pasti?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

14 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

22 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

41 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

50 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.