Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengukur Keperkasaan Dolar

image-profil

image-gnews
Ilustrasi mata uang dollar Amerika Serikat. TEMPO/Aditia Noviansyah
Ilustrasi mata uang dollar Amerika Serikat. TEMPO/Aditia Noviansyah
Iklan

Tri Winarno
Ekonom Senior Bank Indonesia

Tatkala euro diluncurkan, terpatri suatu mimpi besar masyarakat Uni Eropa bahwa euro akan menjadi pesaing utama dolar Amerika Serikat. Setidak-tidaknya, posisinya akan membuntuti atau bahkan bisa mengalahkan dolar selaku mata uang yang digunakan sebagai cadangan devisa global.

Namun hal itu masih dalam tataran mimpi. Dolar masih menjadi yang paling dominan. Posisi euro masih sama dengan posisinya dua dekade lampau, tatkala euro menggantikan Deutsche mark dan sepuluh mata uang Eropa lain.

Tapi semangat Komisi Eropa masih sama dengan semangat para pendirinya, sebagaimana tertuang dalam komunike Komisi yang baru-baru ini terbit dengan judul "Towards a Stronger International Role of the Euro". Komisi, seperti pemangku kebijakan Eropa lainnya, masih berkukuh bahwa Eropa akan sangat diuntungkan jika euro makin berperan dalam kancah global. Namun faktanya tidak semudah itu.

Salah satu manfaat yang diharapkan dari internasionalisasi euro adalah meluasnya pemakaian euro sebagai uang tunai di luar kawasan Uni Eropa. Dalam hal ini, euro memang telah mencapai kesuksesan besar. Selama 20 tahun, peredaran euro dalam uang tunai meningkat dua kali lipat, baik dalam nilai absolut maupun dalam persentase terhadap produk domestik bruto (PDB)-nya. Saat ini, total peredaran uang tunai euro mencapai 1,2 triliun euro (sekitar US$ 1,3 triliun). Bahkan 53 persen peredaran euro berada di luar kawasannya.

Namun nilai ekonomis penerbitan uang tunai telah berubah. Dulu, penerbitan uang tunai merupakan bisnis yang menguntungkan bagi bank sentral karena mereka dapat menggunakan mata uangnya untuk investasi di obligasi pemerintah dengan imbal hasil yang memadai. Dengan tingkat bunga sekitar 5 persen dan sirkulasi uang tunai sebesar 1,2 triliun euro, bank sentral Eropa dapat meraup penghasilan kotor sekitar 60 miliar euro tiap tahun. Walaupun nilai itu relatif kecil dibandingkan dengan total PDB Uni Eropa, yang mencapai 10 triliun euro, penghasilan tersebut setara dengan 0,5 persen anggaran Uni Eropa.

Tapi saat ini di Uni Eropa tingkat bunganya negatif sehingga penerbitan uang tunai sudah tidak menguntungkan lagi. Karena itu, bang sentral Eropa memutuskan untuk menghentikan penerbitan mata uang euro denominasi 500 euro, yang lebih nyaman digunakan untuk transaksi dalam jumlah besar dalam kegiatan black money daripada denominasi 100 euro.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Keuntungan lain menjadikannya mata uang global adalah makin murahnya meminjam dana asing. Hal ini dikenal sebagai exorbitant privilege yang pernah dikemukakan oleh mantan Menteri Keuangan Prancis, Valery Giscard d’Estaing. Hingga kini, exorbitant privilege dinikmati oleh Amerika terkait dengan pemakaian dolar sebagai cadangan devisa utama internasional. Jelas penerbitan utang Amerika dalam dolar akan sangat menguntungkan Amerika sebagai pengutang terbesar dunia. Adapun Uni Eropa hingga saat ini masih sebagai pemberi pinjaman. Tingkat bunga riil cenderung lebih besar dalam denominasi dolar sehingga akan lebih menguntungkan bagi Uni Eropa untuk menempatkan aset eksternalnya dalam dolar daripada euro.

Namun menjadikan euro sebagai jangkar mata uang utama dunia akan bermasalah bagi Uni Eropa. Untungnya, ekonomi negara-negara yang menjangkarkan mata uangnya terhadap euro kurang signifikan. Bayangkan seandainya Cina menjangkarkan mata uangnya pada euro, bank sentral Cina pertama-tama akan menetapkan nilai tukar euro terhadap dolar sehingga euro akan menjadi pantauan utama suatu negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. Kalau ekonomi euro tidak sekuat Amerika, euro bisa kehilangan kontrol terhadap dinamika ekonominya sendiri. Cina sendiri adalah mitra dagang euro terbesar dan pesaing ekonomi utama nomer wahid. Jadi, kompetitor ekonomi utama Uni Eropa adalah Cina.

Menurut logika ekonomi moneter internasional, yang pantas menjadi mata uang global adalah yang ekonomi riilnya paling kuat. Untuk saat ini, yang paling pantas adalah dolar. Maka, kurang logis bagi euro untuk menjadi mata uang global utama, mengingat perdagangannya hanya seperempat dari keseluruhan PDB-nya. Di samping itu, pangsa ekonomi Uni Eropa telah turun, dari 25 persen ketika euro lahir hingga tinggal 15 persen saat ini. Pangsa ekonomi Uni Eropa juga dapat menjadi 10 persen dari ekonomi global pada pengujung abad ini.

Pangsa perekonomian relatif Amerika akan makin turun tatkala ekonomi Cina dan India makin tumbuh cepat. Namun dolar akan tetap menjadi mata uang terpenting untuk transaksi internasional selama Cina membatasi aliran modalnya guna menjaga stabilitas ekonomi domestik. Sebaliknya, euro dapat mempertahankan peranan globalnya hanya dengan memperlambat penurunan pangsa ekonominya melalui pertumbuhan ekonomi yang memadai.

Kesimpulannya, untuk saat ini, dolar masih pemenang pertarungan antara euro dan dolar. Ke depan, dolar dipastikan akan makin menguat. Apalagi perang dingin antara Cina dan Amerika masih sulit dihindari.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

18 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

25 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

53 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024