Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Benang Kusut Tiket Pesawat

Oleh

image-gnews
Polemik harga tiket pesawat di Indoenesia masih belum menemukan titik terang. Presiden Jokowi bisa memulai dengan menyamakan persepsi kabinetnya soal kisruh harga tiket pesawat ini untuk kesehatan ekonomi kita.
Polemik harga tiket pesawat di Indoenesia masih belum menemukan titik terang. Presiden Jokowi bisa memulai dengan menyamakan persepsi kabinetnya soal kisruh harga tiket pesawat ini untuk kesehatan ekonomi kita.
Iklan

KEPUTUSAN Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menurunkan batas atas tarif penerbangan domestik kelas ekonomi sebesar 12-16 persen tak bakal menyelesaikan masalah. Kebijakan itu tak akan berpengaruh banyak pada mahalnya harga tiket pesawat di pasar karena tak menyentuh akar persoalan yang memicu tingginya biaya transportasi udara di negeri ini.

Buktinya, sampai dua hari setelah keluarnya keputusan tersebut, penurunan harga riil belum juga terjadi. Publik yang tadinya bergembira, bersiap membeli tiket murah untuk mudik Lebaran, kini kembali harap-harap cemas. Maskapai penerbangan beralasan butuh waktu untuk menyesuaikan tarif baru di sistem penjualan tiket mereka.

Realitasnya jauh lebih rumit ketimbang soal penyesuaian tarif di sistem penjualan. Sebelum keluar keputusan Menteri Budi Karya, harga tiket pesawat sudah melambung sampai seratus persen. Kebijakan pemerintah diprediksi hanya bisa menurunkan harga rata-rata 15 persen. Walhasil, polemik harga tiket pesawat ini ibarat lenggang poco-poco: maju satu langkah setelah mundur empat langkah.

Kondisi ini tak lepas dari praktik duopoli dalam industri penerbangan Indonesia. Penerbangan domestik kini praktis dikuasai dua grup besar: Garuda Indonesia dan Lion Air. Pengambilalihan operasi Sriwijaya Air oleh PT Citilink Indonesia, anak usaha Garuda, membuat maskapai pelat merah itu menguasai 42,9 persen. Sedangkan Lion Air, bersama anak usahanya, Batik Air dan Wings Air, menguasai 50 persen.

Struktur duopoli ini mengarah pada pembentukan kartel harga. Setelah harga tiket Garuda melonjak 40 persen pasca-penghapusan tiket promo di kelas ekonomi tipe V, T, dan Q, awal tahun ini, harga tiket Batik Air ikut-ikutan naik. Tak lama kemudian, Lion dan Citilink berbarengan menerapkan sistem bagasi berbayar yang membuat biaya penerbangan udara melonjak lagi.

Upaya Komisi Pengawas Persaingan Usaha menyelidiki dugaan kartel ini patut diapresiasi. Sayangnya, keputusan komisi itu kerap tak bergigi di hadapan pelaku usaha. Banyak keputusan KPPU yang tak bisa ditindaklanjuti karena dibatalkan di pengadilan yang lebih tinggi. Sepanjang posisi tawar lembaga ini tak diperbaiki, upayanya menjaga keseimbangan pasar tak bakal berdampak besar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Tak hanya itu. Sampai sekarang, struktur biaya penerbangan kita juga amat tidak kompetitif. Bandingkan saja harga tiket pesawat Jakarta-Makassar dengan harga tiket penerbangan yang waktu tempuhnya sama, sekitar dua jam, seperti Delhi-Mumbai di India atau Hanoi-Ho Chi Minh City di Vietnam. Garuda menjual tiket Jakarta-Makassar seharga Rp 1,7 juta, sementara tiket Delhi-Mumbai dibanderol Rp 700 ribu dan tiket Hanoi-Ho Chi Minh City bisa didapat dengan harga Rp 780 ribu. Artinya, ada komponen biaya di dalam negeri yang jauh lebih mahal daripada harga pasar.

Semula ada dugaan bahwa harga avtur dari Pertamina membuat harga tiket pesawat domestik jadi tinggi. Biaya bahan bakar memang merupakan 24 persen dari struktur biaya tiket. Namun, sejak akhir tahun lalu, harga avtur di Bandar Udara Soekarno-Hatta sudah diturunkan menjadi Rp 9.243 per liter. Ini sudah harga termurah di Asia Tenggara. Bandingkan dengan harga avtur di Changi, yang mencapai Rp 11.791, atau di Kuala Lumpur, Rp 10.599.

Dugaan lain adalah biaya pelayanan bandara yang terlampau mahal. Biaya untuk pelayanan Angkasa Pura memang dibebankan pada harga tiket pesawat yang harus dibayar penumpang. Ini pun masih sumir. Satu-satunya cara untuk menganalisis mengapa harga tiket pesawat terus tinggi adalah mengaudit struktur biaya di sektor ini secara transparan. Hanya dengan cara itu, publik bisa mendapat informasi yang memadai.

Kesulitan lain yang membuat mekanisme pasar tak mudah bekerja di sektor ini adalah fakta bahwa para pemain kunci di industri penerbangan kita, dari Garuda, Pertamina, hingga Angkasa Pura, merupakan badan usaha milik negara. Akibatnya, kepentingan pemerintah sendiri kerap bertabrakan. Presiden Joko Widodo perlu memastikan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bekerja sama untuk kepentingan publik yang lebih besar.

Presiden Jokowi bisa memulai dengan menyamakan persepsi kabinetnya soal kisruh harga tiket pesawat ini untuk kesehatan ekonomi kita. Pasalnya, selain penumpang pesawat, pengusaha jasa pengiriman kargo dan pelaku bisnis pariwisata mulai menjerit. Tanpa koordinasi yang padu di antara para menteri, benang kusut harga mahal tiket pesawat mustahil bisa terurai.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024