Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Isa

image-profil

Oleh

image-gnews
Umat kristen menyalakan lilin saat misa malam Natal di gereja Taman Cibunut, Bandung, Jawa Barat, Senin, 24 Desember 2018. Pihak gereja mengusung tema jalan cinta dalam peringatan Natal 2018. TEMPO/Prima Mulia
Umat kristen menyalakan lilin saat misa malam Natal di gereja Taman Cibunut, Bandung, Jawa Barat, Senin, 24 Desember 2018. Pihak gereja mengusung tema jalan cinta dalam peringatan Natal 2018. TEMPO/Prima Mulia
Iklan

Puisi menggugah kita ketika ia menyentuh iman dan kematian. Ada sebuah sajak Chairil Anwar yang selalu diam-diam mengingatkan pembacanya akan Hari Paskah:

Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah

rubuh

patah
mendampar tanya: aku salah?

kulihat Tubuh mengucur darah
aku berkaca dalam darah
terbayang terang di mata masa
bertukar rupa ini segera

mengatup luka

aku bersuka

Itu tubuh
mengucur darah
mengucur darah.

Sajak ini, “Isa”, tak ditulis seorang Kristen. Tak ada kata “salib” dan “penyaliban”, tak juga berbicara tentang dosa yang ditebus. Kata “tubuh” ditulis dengan “T”, tapi kita tak tahu adakah sajak ini berangkat dengan iman bahwa “Isa” adalah Tuhan.

Yang hadir dalam imajinasi kita adalah darah yang mengucur, luka pada tubuh, tubuh yang “rubuh” tak berdaya.

Kita hanya tertegun ketika muncul tanya: “aku salah?”.

Adegan kekerasan yang mengerikan itu agaknya membuat kita melihat ke diri sendiri-“aku berkaca dalam darah”-dan ragu: benarkah kita tak terlibat dalam dosa dan kesalahan ketika Tubuh itu menderita? Tak ada jawab. Adegan dengan cepat berpindah: “rupa” bertukar, cahaya jadi “terang”, dan “luka” yang mengucurkan darah itu “mengatup”. Dan rasa gembira datang….

Mungkin seorang Kristen akan melihat bahwa di sana yang tampak adalah kebangkitan kembali dari kematian, seperti dinujum: “Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.”

Tapi harus segera saya akui, saya tak menemukan latar theologi Kristen dalam sajak Chairil ini. Yang lebih terasa adalah pengungkapan empati dengan Tubuh yang dianiaya. Adegan penyaliban, bagi sajak ini, adalah kisah antarmanusia. Tuhan tak disebut-sebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Meskipun demikian, Chairil mengemukakan “Tubuh”-dari kesakitan yang sangat, dari darah yang mengucur-jadi sesuatu yang transendental. Di bagian tengah sajak, Tubuh yang berlumuran darah itu mampu memberi terang, “terbayang terang di mata masa”, dan seakan-akan membawa sebuah mukjizat: melahirkan diri yang baru, “bertukar rupa ini segera”.

Kita dipertemukan dengan kemampuan Isa melintasi apa yang terbatas. Horor dan kemurungan jadi sebuah harapan.

Dalam sebuah renungannya tentang penyaliban, G.K. Chesterton juga mengatakan, di saat itu, Yesus menerobos ketakutan kita sebagai manusia yang tak punya harapan, yang penuh dengan pesimisme. He passed in some superhuman manner through our human horror of pessimism.

Chesterton seorang sastrawan Katolik yang yakin. Dengan catatan: pengarang yang disebut “pangeran paradoks” ini akan bisa merisaukan para theolog umumnya ketika berbicara tentang kejadian dahsyat di bukit Golgotha itu: “Dunia terguncang dan matahari dihapus dari langit, bukan di saat penyaliban, melainkan di saat suara teriak dari tiang salib: teriak yang mengaku bahwa Tuhan telah ditinggalkan Tuhan.”

“Tuhan telah ditinggalkan Tuhan.” God was forsaken of God. Bagi sastrawan Inggris akhir abad ke-19 itu, agama Kristen adalah satu-satunya agama di mana Tuhan “seakan-akan sejenak jadi atheis”. Hanya iman kristiani yang merasa bahwa “Tuhan, untuk menjadi Tuhan sepenuhnya, harus jadi pembangkang dan sekaligus juga raja”.

Memang kita temukan sesuatu yang kontradiktif di sini. Tuhan, bagi Chesterton, sarat dengan ketakjelasan tentang diri-Nya dan ciptaan-Nya. “Tuhan bersabda… bahwa jika ada yang bagus tentang dunia… itu adalah kenyataan bahwa dunia tak dapat dijelaskan.” He insists on the inexplicableness of everything, kata Chesterton dalam pengantar Kitab Ayub, The Book of Job.

Kita tahu dari Alkitab bahwa Ayub disengsarakan Tuhan tanpa alasan apa pun: “Ayub mengajukan satu catatan pertanyaan; Tuhan menjawabnya [hanya] dengan seruan.” Dan kita ingat adegan di tiang penyaliban itu berakhir dengan pertanyaan. “…sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, kata-Nya, ‘Eli, Eli, lama sabakhtani!’… Ya Tuhan-Ku, ya Tuhan-Ku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku?”

Ada terasa kepedihan di momen ini. Yesus tak menampilkan Tuhan yang di akhir narasi selalu menang; di sana yang hadir bukan Tuhan yang selalu benar dan selalu menghakimi. Yang hadir di momen itu, kata Slavoj Zizek dalam God in Pain, Tuhan yang “disakiti, yang menanggung beban penderitaan, dalam solidaritas dengan kesengsaraan manusia”.

Inilah Tuhan yang kini kita perlukan, kata Zizek-kita sebagai manusia yang penuh kontradiksi. Inilah Tuhan “yang sepenuhnya jadi manusia, teman seperjuangan di antara kita, disalibkan bersama dua orang yang terusir dari masyarakat”. “Penderitaan Tuhan,” tulis Zizek pula, “mengandung arti bahwa sejarah manusia bukan cuma sebuah teater bayangan, melainkan tempat perjuangan yang nyata, di mana Yang Mutlak sendiri terlibat, di mana nasibnya ditetapkan.”

kulihat Tubuh mengucur darah
aku berkaca dalam darah

Kita tahu, kekejaman berulang kali terjadi…. Tapi manusia tak bersendiri; Tuhan ada di dalam dan di antara kita. “Aku bersuka,” kata sajak Chairil. Dan kita diingatkan Chesterton: Tuhan menerobos horor pesimisme yang merundung sejarah manusia.

Goenawan Mohamad

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

23 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

42 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

51 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024