Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lampu Merah Krakatau Steel

Oleh

image-gnews
2013, Krakatau Steel Rugi Rp 160 Miliar
2013, Krakatau Steel Rugi Rp 160 Miliar
Iklan

PEPATAH bahasa Latin corruptio optimi pessima-jika yang terbaik di antara kamu korup, itu yang terburuk bagi semua-tak cukup menggambarkan kebobrokan di PT Krakatau Steel Tbk. Apa yang terjadi di perusahaan baja negara ini jauh lebih buruk. Pimpinan Krakatau Steel selama ini terlihat kurang kompeten karena membawa perusahaan menuju bangkrut. Salah satu anggota direksinya bahkan tersangkut kasus korupsi karena diduga menerima hadiah dari perusahaan rekanan.

Utang Krakatau Steel hampir Rp 31 triliun, sementara arus kasnya per September 2018 hanya Rp 2,5 triliun. Angka itu setara dengan 12 kali pendapatan sebelum dipotong pajak, bunga, dan penyusutan (EBITDA). Para bankir paham, mereka akan cemas jika utang dibanding arus kas lima kali lebih besar karena hal itu menunjukkan tak imbangnya kecukupan biaya operasional dengan beban yang harus ditanggung perusahaan.

Pada Krakatau Steel, kondisinya jauh lebih parah. Utangnya macet ke sejumlah bank negara dan bank swasta. Sejumlah investasinya mangkrak karena tak ada perencanaan matang. Kita baru tahu hari ini, perusahaan sebesar Krakatau Steel yang berusia hampir setengah abad dan mempekerjakan 7.000 lebih karyawan itu tak punya departemen penelitian dan pengembangan. Setiap orang yang belajar manajemen tahu bahwa perusahaan dan organisasi yang berhasil selalu berinvestasi lebih di departemen ini.

Tugas membereskan pelbagai persoalan itu kini harus dihadapi Silmy Karim, yang diangkat menjadi Direktur Utama Krakatau Steel pada September tahun lalu. Tak cuma mengurus utang, ia juga perlu mengevaluasi investasi perusahaan ini, yang mandek karena kurang akurat menghitung perubahan pasar dan kemajuan teknologi. Bayangkan, salah satu anak perusahaan Krakatau Steel bergerak di bidang teknologi, tapi tak punya divisi yang meneliti dan mengembangkan produk yang menjadi bisnis utamanya. Yang terjadi bisa ditebak: banyak proyek mubazir karena produknya tak lagi sesuai dengan laju zaman.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mismanajemen Krakatau Steel selama bertahun-tahun juga menunjukkan tak berjalannya pengawasan pemegang saham, yakni pemerintah, yang diwakili Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Audit rutin pemegang saham tak menelisik jauh ke pokok masalah perusahaan ini sehingga penyakit menahun itu kadung merembet ke organ-organ pokoknya. Kasus Krakatau Steel mirip Asuransi Jiwasraya, yang baru terdeteksi tak bisa bayar premi setelah jumlahnya menggunung hingga puluhan triliun.

Upaya restrukturisasi utang dan jual aset Krakatau Steel yang dilakukan sekarang harus dilihat sebagai solusi jangka pendek dan perlu dihitung secara cermat. Penundaan bayar utang kepada bank negara mungkin bisa dilakukan karena pemegang sahamnya sama, tapi utang kepada bank swasta mesti ditinjau hati-hati karena bisa menimbulkan problem sistemis yang bisa merembet ke mana-mana. Menjual aset-aset penting Krakatau Steel juga akan meninggalkan problem lain yang serius: makin kolapsnya perusahaan ini karena tak punya sumber pendapatan.

Krakatau Steel adalah perusahaan besar yang punya aset strategis karena menjadi penopang utama pembangunan infrastruktur. Privatisasi Krakatau Steel mungkin jalan terbaik untuk mengembalikan nyawanya yang hampir melayang itu. Sebab, tak hanya mengembalikan utang, perusahaan ini perlu manajemen yang kuat dengan strategi bisnis yang mumpuni di tengah persaingan keras industri baja dunia.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024