Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Berebut Wacana di Masjid

image-profil

image-gnews
Ilustrasi masjid. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Ilustrasi masjid. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh
Iklan

Dirga Maulana
Peneliti Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta

Masjid bukan saja tempat untuk beribadah dan berkomunikasi antara manusia dan penciptanya, melainkan juga medium perebutan wacana. Masjid semestinya menjadi tempat penyebaran gagasan Islam moderat dan tempat tumbuhnya kesalehan sosial, bukan sebaliknya, sebagai tempat penyebaran gagasan kaum konservatif tentang persoalan agama dan bahkan menentang kedaulatan negara sebagaimana banyak muncul dalam banyak buletin Jumat sekarang ini.

Mengapa buletin Jumat menjadi penting untuk sarana dakwah? Buletin Jumat merupakan domain publik, yang menjadikannya sebagai ruang publik. Buletin-sebagai alat untuk menyebarkan ide, gagasan, dan ajakan-merupakan salah satu media yang potensial untuk mempengaruhi audiens atau pembaca, dalam hal ini jemaah Jumat di masjid tersebut.

Hal ini bisa ditelisik dari tersebarnya buletin Jumat sebagai media dakwah yang kerap disebarkan setiap Jumat. Buletin itu adalah medium propaganda dengan pesan-pesan sangat jelas yang ingin menegakkan sistem negara Islam dalam bentuk khilafah Islamiyah. Misalnya, buletin Kaffah, yang sebelumnya bernama Al-Islam, sangat sering kita jumpai di masjid-masjid. Buletin ini secara konsisten menyebarkan gagasan khilafah Islamiyah yang mengajak jemaah mengikuti pola pemikiran mereka.

Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Jakarta baru-baru ini meneliti buletin Jumat ini di lima kota penyangga di Jawa, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Gresik. Ada 100 masjid yang tersebar di lima kota itu. Jadi, ada sekitar 20 masjid di setiap kotanya. Dalam temuan itu disebutkan buletin Kaffah banyak menghadirkan narasi-narasi tentang keagamaan dan kenegaraan. Dalam konteks kenegaraan, mereka kerap kali menulis dan berargumen tentang romantisme kejayaan khilafah Islamiyah dan terus-menerus mengkritik sistem demokrasi (PPIM, 2019).

Buletin Kaffah dengan tegas menarasikan bagaimana membangun hasrat untuk kembali pada khilafah Islamiyah secara global melalui dasar-dasar ajaran Islam tertentu. Ada tujuh dimensi yang bisa kita lihat: penerapan ajaran-ajaran Islam secara utuh dan literal atau tekstual sesuai dengan kitab suci; reaktif dan menentang kekuatan-kekuatan, ide-ide, dan praktik-praktik dari Barat yang dianggap sekuler dan materialis; serta mendukung penerapan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari dan sebagian mendukung pembentukan negara Islam, baik melalui jalan damai maupun kekerasan jika diperlukan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dimensi lain adalah mereka berdakwah secara aktif kepada siapa saja dengan meyakini bahwa pandangannya yang benar; kecenderungan tanpa kompromi dengan perbedaan pandangan sosial keagamaan, baik yang berasal dari sesama muslim maupun nonmuslim; kecenderungan menolak demokrasi dan penerapan hak asasi manusia tapi sering kali terlibat aktif dalam proses politik; reaktif dan menolak pemikiran, pandangan, dan tradisi sosial-keagamaan lokal (PPIM, 2019).

Temuan itu mengkonfirmasi bahwa masjid telah menjadi lahan subur bagi penyebaran gagasan Islam konservatif dan radikal, baik melalui buletin Jumat maupun pengkhotbah yang kerap berceramah di mimbar-mimbar masjid. Para khatib dan mubalig tak segan-segan menyampaikan ceramahnya dengan seruan keagamaan yang cenderung radikal dan intoleran. Misalnya, mereka kerap menyisipkan penolakannya terhadap ideologi negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah dibangun para pemimpin bangsa (CSRC, 2019).

Dua jalur yang ditempuh kelompok konservatif Islam dalam menyebarkan dakwahnya di masjid-masjid sangat konsisten dan militan, baik melalui media buletin Jumat maupun ceramah agama. Kita tentu menaruh harapan agar masjid dapat menjadi kiblat sebagai pembentuk karakter masyarakat yang moderat. Masjid tidak hanya menjadi tempat sarana ibadah, tapi juga menjadi wahana ideal bagi tumbuhnya pendidikan literasi keagamaan. Misalnya, masjid mendiskusikan tema-tema sosial keagamaan dari perspektif Islam, seperti pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan etos kerja, peningkatan minat baca, serta pengembangan perdamaian dan resolusi konflik.

Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dapat terlibat secara aktif dalam pengangkatan takmir masjid dan melakukan pelatihan-pelatihan pengelolaan masjid secara profesional. Mereka kemudian menerbitkan buletin Jumat secara berkala dan menyiapkan mubalig yang siap berceramah seputar isu-isu kemanusiaan dan mengkampanyekan perdamaian serta Islam moderat.

Dengan demikian, buletin Jumat dan ceramah agama bisa diisi oleh para intelektual Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang menekankan Islam Nusantara dan Islam berkemajuan dalam visi mereka. Militansi dari keduanya sangat diharapkan untuk menciptakan masjid sebagai kiblat perdamaian dan pengetahuan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

8 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

23 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

23 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

24 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024