Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ethos, Logos, dan Pathos dalam Memilih Pemimpin

image-profil

image-gnews
Ilustrasi kotak suara/ logistik Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). TEMPO/Bram Selo Agung
Ilustrasi kotak suara/ logistik Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). TEMPO/Bram Selo Agung
Iklan

Dominikus Dalu Sogen
Asisten Madya Ombudsman RI

Pemilihan umum sering disebut sebagai pesta demokrasi, sehingga akan salah kaprah bila pelaksanaan pemilu dilakukan dengan menebar ketakutan, kecurigaan, kebencian, ancaman, dan bahkan saling menjatuhkan lawannya dengan cara-cara kotor dan tidak terpuji. Ajaran Aristoteles (384 SM-322SM), filsuf Yunani kuno, masih relevan untuk ditengok kembali.

Ada beberapa unsur dari pokok ajaran Aristoteles yang dapat mempersuasi atau mempengaruhi masyarakat melalui komunikasi agar orang bersedia mengetahui, menyetujui, dan bersepakat untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan. Gagasannya dapat digambarkan melalui tiga istilah terkenal, yaitu ethos, logos, dan pathos.

Sejak zaman Yunani kuno, retorika atau seni berbicara atau berkomunikasi memainkan peran penting dalam mempengaruhi orang. Dengan demikian, bila ingin memiliki pengaruh atau akan menjadi pemimpin, wajib hukumnya untuk menguasai ketiga gagasan itu.

Pertama, pemimpin yang memiliki ethos adalah pemimpin yang dapat dipercaya. Apa yang diucapkannya didasari fakta dan kebenaran, juga terdapat tata nilai yang dijunjung tinggi. Ia tidak sekadar mengumbar janji muluk agar terpilih, tapi dapat mewujudkannya melalui hasil yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak. Pemimpin semacam ini harus memiliki kualitas personal yang mumpuni atau memiliki kompetensi yang tinggi sehingga dapat dipercaya untuk mencapai tujuan bersama, yakni masyarakat yang adil dan sejahtera.

Kedua, logos atau logis. Sang pemimpin mempengaruhi orang lain dengan menyampaikan sesuatu yang masuk akal, bukan dengan membual atau berkhayal akan sesuatu yang sulit tercapai atau terwujud, atau bahkan membangun narasi pesimistis. Pemimpin semacam ini bisa jadi hanya memberikan mimpi kosong atau meninabobokan pemilih sehingga bukan pembelajaran politik dan demokrasi yang baik. Bisa jadi hal itu berujung pada rasa frustrasi masyarakat yang merasa dirugikan sehingga menjadi apatis terhadap politik dan kehidupan bernegara.

Ketiga, pathos, artinya segala sesuatu dimaknai dengan membangun hubungan emosional atau sesuatu yang berhubungan dengan emosi manusia. Pathos digunakan oleh para pemimpin untuk menarik simpati karena merasa senasib sepenanggungan dan emosi publik dibuat sedemikian rupa agar loyal, bahkan menjadi pengikut yang militan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pathos selalu menjadi pilihan para politikus kita pada saat ini, entah karena kedekatan etnis, agama, budaya, ataupun kesamaan ideologi. Ini sesuatu yang normal dan dapat diterima dalam dunia politik. Namun, bila pihak yang dipengaruhi tidak menyertakan ethos dan logos, hal ini dapat menjadi fanatisme yang berlebihan. Bila hal itu terjadi, akan berdampak kurang baik pada kedewasaan demokrasi dan berpotensi menimbulkan permasalahan sosial, yang pada akhirnya dapat melahirkan pemimpin yang transaksional dan otoriter.

Dari tiga pendekatan itu, para calon pemimpin selalu menggabungkan ketiganya. Namun yang sering menjadi permasalahan adalah pathos, mengingat mempersuasi pemilih melalui hubungan emosional biasanya dapat melahirkan para konstituen yang loyal, bahkan militan, yang mempertaruhkan segalanya untuk sang pemimpin. Pada umumnya, pemilih yang mengandalkan pathos adalah pemilih akar rumput yang gampang terpengaruh karena tidak memiliki daya tawar tinggi.

Pendekatan pathos dalam politik modern sering juga disebut sebagai politik identitas. Dalam persaingan politik global, Samuel P. Huntington menyebutnya sebagai politik etnisitas. Politik identitas memberikan ruang kepada berbagai komunitas dalam masyarakat untuk merumuskan atau mengidentifikasi dirinya sendiri dalam tema-tema kultural, seperti kesamaan agama, suku, bahasa, sejarah, nilai, dan kebiasaan.

Dalam sejarah dunia, politik identitas yang berlebihan dan tidak dapat dikendalikan oleh negara akan sering menimbulkan permasalahan sosial, bahkan peperangan antarwarga yang menimbulkan banyak korban jiwa. Hal ini dapat kita lihat di negara-negara Afrika serta beberapa negara di Asia dan Eropa Timur. Agar politik identitas tidak menjadi permasalahan sosial di masyarakat, sang pemimpin seharusnya menjadi negarawan yang bijak, keberpihakannya jelas kepada masyarakat banyak, dan meletakkan kepentingan nasional di atas segalanya.

Mantra ethos, logos, dan pathos yang digunakan dalam menarik simpatisannya dilakukan dengan cara terukur untuk tujuan kebajikan dan kemaslahatan umum. Pemimpin hendaknya bukan para politikus dagang sapi dan otoriter. Bila hal itu tidak ditemukan dalam diri sang pemimpin, pilihlah pemimpin yang rekam jejaknya jelas dan teruji. Pilihan di tangan kita untuk memilih pemimpin amanah.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

18 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024