Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Terjebak Kekerasan di Papua

Oleh

image-gnews
Prajurit TNI dan Polri mengangkat peti jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tiba di Landasan Udara Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 7 Desember 2018. Sebanyak 16  jenazah korban penembakan KKB di Nduga dipulangkan dan  diserahterimakan kepada pihak keluarga. ANTARA/Abriawan abhe
Prajurit TNI dan Polri mengangkat peti jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang tiba di Landasan Udara Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat, 7 Desember 2018. Sebanyak 16 jenazah korban penembakan KKB di Nduga dipulangkan dan diserahterimakan kepada pihak keluarga. ANTARA/Abriawan abhe
Iklan

SITUASI yang memanas di Kabupaten Nduga, Papua, memperlihatkan bahwa penggunaan senjata justru menyulitkan penyelesaian pelbagai problem di provinsi itu. Operasi militer bakal merusak strategi sosial-budaya dan ekonomi buat memajukan masyarakat lokal. Cara ini hanya akan melestarikan lingkaran kekerasan yang membelit Papua.

Tentara telah ditugasi memburu kelompok bersenjata yang membunuh belasan karyawan PT Istaka Karya, awal Desember tahun lalu. Penembakan pekerja proyek Trans Papua di Distrik Yigi, Nduga, jelas merupakan tindakan keji. Tapi pemerintah semestinya tetap berhati-hati menanganinya agar tidak timbul kesan balas dendam. Peran polisi perlu ditonjolkan untuk menuntaskan kasus ini secara hukum.

Kini Nduga bagaikan medan perang. Kontak senjata kerap terjadi antara TNI-Polri dan kelompok yang menamai dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka. Konflik ini telah menewaskan setidaknya tiga anggota Tentara Nasional Indonesia dan tujuh anggota kelompok perlawanan. Dua ribu lebih penduduk Nduga mengungsi ke Wamena karena keamanannya terancam-625 di antaranya pelajar.

Insiden penembakan pekerja proyek Trans Papua bukanlah tanpa preseden. Penembakan serupa sering terjadi di Nduga, yang merupakan basis OPM. Pertengahan tahun lalu, misalnya, milisi pimpinan Egianus Kogeya menembaki pesawat Trigana Air yang mengangkut logistik pemilihan kepala daerah. Pada akhir 1990-an, Nduga telah menjadi sorotan karena serangan yang sering dilancarkan milisi OPM pimpinan Kelly Kwalik.

Pemerintah selalu bereaksi keras tiap kali muncul serangan. Tapi penyelesaian lewat senjata terbukti tak bisa mematikan OPM. Strategi itu malah berdampak buruk. Sesuai dengan laporan Amnesty International Indonesia, terdapat 69 kasus dugaan pembunuhan di luar hukum oleh aparat keamanan di Papua pada 2010-2018. Pelaku kekerasan didominasi aparat keamanan, baik polisi maupun tentara.

Banyaknya kasus pembunuhan di luar hukum jelas melukai masyarakat Papua. Laku yang menginginkan kemerdekaan Papua pun terus berkibar. Gerakan itu seolah-olah tak pernah punah kendati provinsi ini telah resmi bergabung ke Indonesia pada 1969 melalui penentuan pendapat rakyat.

Bukan mengandalkan senjata, pemerintah semestinya menuntaskan akar masalah integrasi Papua secara menyeluruh. Seperti dibeberkan para peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam buku Road Map Papua (2009), ada masalah krusial yang membelit provinsi ini: peminggiran, diskriminasi, dan kasus pelanggaran hak asasi manusia. Problem lain adalah minimnya sarana pendidikan dan kesehatan serta kurangnya pemberdayaan ekonomi bagi penduduk asli Papua.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Meski merupakan langkah maju, pemberian otonomi khusus pada 2001 kepada Papua hanya menyelesaikan sebagian persoalan. Dengan kebijakan ini, wilayah yang kini dibagi dalam provinsi Papua dan Papua Barat itu mendapat alokasi anggaran yang lebih besar. Kedua provinsi juga sangat otonom dalam mengelola pemerintahan lokal.

Persoalannya, sederet problem lain belum diselesaikan secara tuntas hingga sekarang. Soal marginalisasi, misalnya, justru makin kentara. Secara ekonomi, penduduk asli Papua tetap tertinggal. Secara demografi, mereka juga makin terkucil. Sesuai dengan sensus pemerintah Belanda, penduduk asli Papua mencapai 93 persen pada 1960. Angka ini telah menciut menjadi 66 persen menurut sensus penduduk 2010. Kini persentase orang asli Papua diperkirakan makin kecil karena pertumbuhan penduduknya amat rendah.

Masyarakat Papua juga masih tertinggal dalam urusan pendidikan dan kesehatan. Masalah eksploitasi sumber daya alam pun masih menjadi isu sensitif. Begitu pula kasus pelanggaran hak asasi manusia. Amnesty International Indonesia mencatat setidaknya ada 25 kasus pembunuhan yang melibatkan aparat keamanan yang hingga kini belum diusut.

Dampak operasi memburu penembak para pekerja PT Istaka hanya akan menambah catatan pelanggaran hak asasi itu. Presiden Joko Widodo semestinya menyetop pengerahan tentara di Nduga. Biarlah polisi yang menuntaskan kasus ini agar tidak tercipta situasi perang. Pemerintah juga harus menjamin keamanan masyarakat setempat supaya mereka tidak perlu mengungsi.

Pembunuhan pekerja PT Istaka jelas harus diusut. Tapi pemerintah harus berkomitmen pula mengungkap berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia di Papua. Sederet persoalan lain yang menyebabkan penduduk asli Papua terpinggirkan juga perlu diatasi. Hanya dengan menyelesaikan akar masalah, kita bisa membereskan urusan integrasi Papua.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

23 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

42 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

51 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024