Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Trump dan Dataran Tinggi Golan

image-profil

image-gnews
Presiden AS Donald Trump memberikan dekrit kepada PM Israel Benjamin Netanyahu, yang mengakui Dataran Tinggi Golan milik Israel, 25 Maret 2019.[REUTERS]
Presiden AS Donald Trump memberikan dekrit kepada PM Israel Benjamin Netanyahu, yang mengakui Dataran Tinggi Golan milik Israel, 25 Maret 2019.[REUTERS]
Iklan

Smith Alhadar
Direktur Eksekutif Institute for Democracy Education.

Di bawah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kebijakan negara itu di Timur Tengah sulit dipahami. Setelah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang disusul dengan pemindahan Kedutaan Besar Amerika ke kota tersebut pada Mei tahun lalu, Trump memproklamasikan Dataran Tinggi Golan sebagai milik Israel. Kedua tindakan ini dikecam dunia internasional. Pasalnya, baik Yerusalem timur, yang ingin menjadi ibu kota negara Palestina ketika merdeka kelak, maupun Golan, adalah milik Suriah dan diakui Dewan Keamanan PBB sebagai wilayah pendudukan. Kebijakan Trump ini menghambat proses perdamaian Arab-Israel dan mendestabilkan kawasan.

Padahal salah satu alasan Amerika menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran adalah tuduhan bahwa rezim mullah itu merupakan pembuat onar di Timur Tengah. Iran memang mendukung milisi-milisi Syiah di Irak, Suriah, Libanon, dan Yaman. Bahkan mereka mendukung Hamas dan Jihad Islami, bersama Hizbullah di Libanon, yang dicap sebagai kelompok teroris oleh Amerika.

Namun kebijakan Amerika terhadap Arab belakangan ini dipandang lebih mencemaskan. Guna memeras Palestina lebih jauh, Amerika menghentikan pasokan dana ke Badan Sosial dan Pekerja PBB (UNRWA) yang mengurus pengungsi Palestina. Ini menunjukkan bahwa Amerika tidak mengakui lagi keberadaan 5,9 juta pengungsi Palestina. Selain itu, Amerika menutup kantor Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington. Yang terakhir, laporan tahunan tentang hak asasi manusia yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri Amerika pada 13 Maret lalu secara mengejutkan tidak menyebut Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Golan sebagai "wilayah pendudukan". Wilayah-wilayah itu hanya disebut sebagai wilayah yang berada dalam kontrol Israel.

Ada dua tujuan yang ingin dicapai pemerintahan Trump terkait dengan kebijakannya terhadap Palestina dan Suriah. Pertama, dengan mengeluarkan isu Yerusalem dan pengungsi Palestina dari agenda perdamaian, diharapkan perdamaian Israel-Palestina bisa terwujud melalui "kesepakatan abad ini", yang akan disajikan Amerika seusai pemilihan umum Israel.

Kedua, pengakuan Amerika atas Golan sebagai milik Israel diharapkan akan mendongkrak dukungan terhadap petahana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilihan umum pada 9 April mendatang. Ini juga dilakukan untuk keperluan elektoral Trump dalam pemilihan presiden Amerika tahun depan dengan menarik suara Kristen evangelis yang mendukung Israel. Jumlah pengikut evangelis di Amerika sebesar 25 persen, dan dalam pemilihan Presiden Amerika 2016 mereka menentukan kemenangan Trump.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kebijakan Negeri Abang Sam yang terang-terangan memihak Israel ketika berurusan dengan Arab ini dipicu oleh fakta bahwa negara-negara Arab garda depan, seperti Mesir, Arab Saudi, dan Yordania, membisu saat Amerika pada Desember 2017 mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang disusul dengan pemindahan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem pada Mei tahun lalu. Negara-negara Arab tersebut, bersama Uni Emirat Arab dan Bahrain, melihat isu Palestina kini hanya menjadi beban.

Akibat isu itu, mereka tidak bisa membuka hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Padahal Israel, karena superioritas militernya, sangat dibutuhkan untuk menghadapi Iran. Israel juga memiliki teknologi tinggi yang sangat dibutuhkan, terutama bagi Arab Saudi, dalam memajukan Visi 2030. Hal yang juga penting adalah posisi Israel sebagai anak emas Amerika. Negara-negara Arab sekutu Amerika tersebut ingin menggeser isu Palestina ke isu bahaya Iran. Dengan sponsor Amerika, mereka membentuk aliansi dengan Israel untuk menghadapi Iran.

Trump rupanya yakin bahwa besarnya pengaruh Amerika terhadap rezim-rezim Arab itu, berdasarkan kelangsungan kekuasaan mereka, akan memaksa mereka mendukung apa pun kebijakan yang diambilnya. Tapi ia keliru. Liga Arab langsung bereaksi keras terhadap penyangkalan Amerika atas Golan sebagai milik Suriah. Penolakan Arab ini, sebagaimana penentangan mereka terhadap pengakuan Amerika atas Yerusalem sebagai milik Israel, didukung komunitas internasional. Pasalnya, langkah-langkah itu melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB. Kalau dibiarkan, akan terjadi hukum rimba di pentas internasional, destabilisasi kawasan, dan ancaman perdamaian dunia.

Kebijakan Amerika itu kini menjadi kontraproduktif bagi kepentingannya sendiri. Konsep "kesepakatan abad ini"ketika Palestina akan kehilangan Yerusalem timur, hak pulang bagi pengungsi, dan 50 persen Tepi Barattak akan didukung negara Arab mana pun. Demikian juga aneksasi Israel atas Golan. Baik Palestina maupun Suriah menentang keras kebijakan Amerika itu. Peluang perdamaian komprehensif Arab-Israel pun hilang selama Golan tetap diduduki Israel. Justru Iran, yang ingin diisolasi Amerika, yang akan mendapat legitimasi dunia Islam dalam penentangannya terhadap Israel.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

18 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

19 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024