Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Efektivitas Iklan Politik

image-profil

image-gnews
Sebuah video berdurasi 1 menit yang berisi iklan kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang tersebar di sejumlah media sosial mendadak viral dan jadi bahan perbincangan netizen sejak akhir pekan lalu. (sumber: https://twitter.com/hariadhi/
Sebuah video berdurasi 1 menit yang berisi iklan kampanye Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang tersebar di sejumlah media sosial mendadak viral dan jadi bahan perbincangan netizen sejak akhir pekan lalu. (sumber: https://twitter.com/hariadhi/
Iklan

Djoko Subinarto
Penulis Lepas

Selain untuk mengatrol citra dan popularitas, tayangan iklan politik bertujuan mengapungkan sejumlah isu demi memenuhi impian dan harapan khalayak. Selama periode 24 Maret-13 April 2019, sejumlah media kita-baik cetak, elektronik, maupun online-diramaikan oleh kehadiran iklan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung dalam pemilihan presiden.

Dalam pemilihan umum kali ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memfasilitasi kampanye para kandidat di media massa melalui sistem kerja sama dengan 6 stasiun televisi, 3 stasiun radio, 3 media cetak (koran), dan 5 media online.

Ibarat dagang, pemilu pada hakikatnya adalah ajang menarik simpati dan hati konsumen sehingga apa yang ditawarkan akhirnya dapat menjadi pilihan utama konsumen. Sementara dalam dunia dagang yang dijual adalah produk barang atau jasa, dalam pemilu yang dijual adalah kandidat beserta program-programnya. Agar produk yang dijual bisa laku, salah satu kiatnya adalah beriklan lewat media.

Karena itu, iklan politik lazim bermunculan menjelang pemilu. Ia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan penting dalam upaya menarik simpati dan hati khalayak. Namun seberapa ampuh iklan politik ikut mengantarkan seorang kandidat menjadi pilihan khalayak?

Banyak yang meyakini iklan politik dapat menjadi satu sarana paling ampuh untuk mempengaruhi dan membujuk calon pemilih. Selain untuk membangun citra, iklan politik dimaksudkan untuk mengapungkan sejumlah isu ke tengah masyarakat. Pemberantasan kemiskinan, ketahanan pangan, pemerataan kesejahteraan, nasionalisme, pengentasan kebodohan, pengurangan pengangguran, dan penciptaan lapangan kerja adalah contoh isu-isu yang bisa diapungkan dalam sejumlah iklan politik.

Memang, iklan dibuat antara lain untuk membangun citra dan mengapungkan serangkaian isu. Iklan, citra, dan isu itu dibangun sedemikian rupa sehingga menjadi impian dan harapan khalayak.

Salah satu bentuk iklan politik adalah apa yang disebut sebagai polispot, akronim dari political spot. Postman (1985) mendefinisikan polispot sebagai iklan politik berbayar di televisi dengan durasi sekitar 30 detik. Polispot ini biasanya menggabungkan segenap unsur seni bisnis pertunjukan, yang meliputi musik, drama, citra, dan ketokohan.

Sedikitnya ada tiga fungsi pokok polispot, yaitu (1) mengenalkan kandidat sehingga khalayak mengetahui mereka; (2) memberi tahu khalayak ihwal kebijakan serta program yang diusung kandidat; dan (3) memotivasi khalayak sehingga khalayak calon pemilih terpikat hatinya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Diamond & Bates (1984), terdapat empat kategori polispot. Pertama, identifikasi. Iklan dirancang agar khalayak pemirsa mengenali dan menjadi akrab dengan nama kandidat. Kedua, argumen. Iklan dibuat agar khalayak terangkat emosinya dan mampu dengan mudah memahami pendirian kandidat atas sejumlah isu yang diapungkan.

Ketiga, serangan. Ini kategori iklan politik yang sengaja diarahkan untuk menyerang lawan sehingga citra dan reputasi lawan anjlok di mata khalayak. Keempat, resolusi. Iklan dirancang untuk mengesankan bahwa kandidat tampak bijaksana, berwibawa, berwawasan luas, dan penuh pertimbangan.

Dengan asumsi 90 persen orang dewasa di negeri ini menyaksikan tayangan televisi saban hari, polispot dapat menjadi salah satu cara untuk mempengaruhi calon pemilih dalam periode waktu paling singkat.

Namun tidak sedikit analis berkeyakinan bahwa secara umum iklan politik sesungguhnya tidak akan pernah bisa mengubah seorang politikus yang biasa-biasa saja menjadi calon pemimpin karismastik yang luar biasa. Artinya, citra dan popularitas memang bisa dibentuk secara instan lewat iklan politik. Namun karisma seorang pemimpin tidak mungkin bisa dibangun hanya dengan serentetan tayangan iklan politik.

Polispot pun masih menjadi bahan perdebatan sengit di sebagian kalangan akademikus dan praktisi komunikasi ihwal keefektifannya dalam mempengaruhi calon pemilih. Namun patut dicatat bahwa sejumlah kajian menunjukkan bahwa polispot yang ditayangkan televisi sedikit-banyak memiliki dampak pada pemahaman, sikap, dan perilaku calon pemilih (Kaid & Holtz-Bacha, 1995).

Ihwal seberapa besar dampaknya, itu bergantung pada bagaimana kemasan dan isi polispot serta seberapa sering polispot itu ditayangkan. Semakin memikat dan semakin sering polispot itu ditayangkan, ada kemungkinan semakin besar dampaknya terhadap pemahaman, sikap, dan perilaku calon pemilih.

Momen-momen menjelang pemilu memang tidak ubahnya ajang penawaran produk dan perebutan konsumen dalam jagat bisnis komersial. Dalam konteks seperti ini, kiat mengemas produk dan mengiklankannya secara jitu sangat boleh jadi bakal ikut memberi kontribusi signifikan terhadap besar-kecilnya dukungan khalayak bagi seorang kandidat.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


1 April 2024


Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

26 Maret 2024

Ilustrasi perang sosial media. / Arsip Tempo: 170917986196,9867262
Hibah untuk Keberlanjutan Media yang Melayani Kepentingan Publik

Tanggung jawab negara dalam memastikan jurnalisme yang berkualitas di Tanah Air perlu ditagih.


Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

12 Februari 2024

Penjabat Bupati Banyuasin Sidak Pusat Pelayanan Terpadu Citra Grand City

Hani Syopiar mengapresiasi tenaga kesehatan yang bertugas selama libur panjang.


Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

12 Februari 2024

Cuplikan film Dirty Vote. YouTube
Urgensi Kontranarasi dari Film Dokumenter "Sexy Killer" dan "Dirty Vote"

Layaknya "Sexy Killer", "Dirty Vote" layak diacungi jempol. Substansi yang dihadirkan membuka mata kita tentang kecurangan dan potensi-potensi kecurangan elektoral secara spesifik, yang boleh jadi terlewat oleh kesadaran umum kita.


PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

6 Februari 2024

PT Pegadaian Dukung Sertifikasi Halal bagi Pedangang Mie Bakso Yogyakarta

PT Pegadaian berkolaborasi dengan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) serta Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Ashfa Yogyakarta untuk memfasilitasi proses sertifikasi halal.


Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

5 Februari 2024

Ferdinand
Bagaimana Bongbong Memenangkan Pilpres Filipina

Kemenangan Bongbong, nama beken dari Ferdinand Marcos Jr. sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial seperti Tiktok, Instagram dan Facebook secara masif, selain politik gimmick nir substansi berupa joget-joget yang diperagakan Bongbong.