Menjaga Alam Sumber Kehidupan

Hutan dan kawasan konservasi yang telah rusak di Lahat, Sumatera Selatan, 25 Februari 2015. ANTARA/Iggoy el Fitra

Fachruddin M. Mangunjaya
Visiting Fellow Institute of Islamic Understanding Malaysia

Kapankah terakhir kali Anda melihat dari dekat satwa liar di alam? Saya terakhir kali melihat monyet liar di belakang rumah saya saat berusia sekitar 9 tahun. Waktu itu, di belakang rumah saya di Kalimantan, masih ada sungai yang jernih, hutan alam, dan hutan karet. Saya juga meminum air langsung dari sungai yang segar, bening, dan berwarna agak merah seperti teh-karena daun serasah hutan tropis yang ada di hulu sungai-tanpa khawatir menjadi sakit.

Tiga puluh tahun kemudian, tempat itu telah berubah. Rumah saya telah berada di tengah kecamatan dan sungai sudah rusak, kering, dan tercemar. Kondisi seperti ini berlangsung di berbagai belahan planet bumi. Program PBB untuk Lingkungan (UNEP, 2019) baru saja menerbitkan laporan "Global Environmental Outlook 6: Healthy Planet Healthy People" tentang kondisi lingkungan yang mencakup kondisi global alam asli di planet bumi, termasuk kondisi udara, laut, air bersih, lahan dan tanah, keanekaragaman hayati, dan kebijakan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa apa yang dilakukan setiap bangsa ternyata tidak berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemanfaatan sumber daya alam yang berlebihan, termasuk pola perdagangan yang dilakukan antar-kawasan. Dengan demikian, ketahanan ekologi, sosial, dan ekonomi akan menurun dalam beberapa dekade mendatang serta pada ujungnya akan berdampak negatif terhadap tren global yang tidak dapat dikendalikan.

Polusi air bersih terjadi di kawasan pertanian, dari permukaan hingga ke air tanah, yang menyebabkan air berkualitas rendah. Hal ini juga berdampak pada kawasan pantai dan laut di kawasan tersebut. Selain itu, studi UNEP menyebutkan ada perbedaan mencolok dalam akses pada sanitasi dan air bersih. Juga ada ketimpangan dalam pengelolaan air limbah di berbagai kawasan.

Jumlah manusia di planet bumi ini 7 miliar sejak 2011. Jumlah itu akan berlipat pada 2050, sehingga populasi dunia menjadi 10 miliar. Produksi pangan pun perlu ditingkatkan hingga 50 persen. Maka manusia harus melakukan efisiensi atas sumber daya dan melangkah pada upaya inovasi.

Manusia merupakan bagian dari alam dan memerlukan alam. Namun alam terkadang tidak memerlukan manusia. Dalam kasus perubahan iklim, kerusakan yang ditimbulkan manusia merupakan faktor paling dominan dibandingkan dengan bencana alam.

Dalam siklus alam yang dinamis, gempa bumi, misalnya, dapat terjadi dalam skala besar dengan daya rusak hanya di satu tempat dan wilayah. Dia juga dapat terjadi sekali dalam beratus tahun. Namun manusia modern dapat merusak lingkungan dalam skala yang masif dan berkelanjutan. Kerusakan tata lahan yang mengakibatkan banjir adalah satu contohnya. Pemanasan global yang menjadi sebab perubahan iklim adalah akibat manusia.

Maka kita harus mengurangi penggunaan energi fosil, seperti minyak bumi dan batu bara, yang sekarang masih 80 persen kita gunakan di berbagai sektor. Sebab, penggunaannya akan mengakibatkan laju penebalan atmosfer yang menjadi penyebab pemanasan global. Di samping itu, sumber daya minyak dan batu bara akan semakin habis dan mahal. Jadi, strategi dan inovasi untuk mendapatkan energi terbarukan adalah sebuah keharusan.

Alam akan terus diperlukan karena dengan mempertahankannya, keseimbangan di bumi dapat dipertahankan. Manusia masih memerlukan tumbuhan dan hutan untuk siklus hidrologi, yang kemudian mengolah air bersih, mendatangkan hujan, mengikat air hujan di dalam akar tumbuhan hutan yang kuat guna mencegah banjir, juga mengairi sawah, kebun, dan ladang pertanian. Dari tumbuhan pula dikeluarkan oksigen atau udara yang kita hirup secara nyaman. Selama ini, oksigen masih diperoleh secara gratis dari alam. Namun, ketika sakit, Anda memerlukan tabung oksigen yang harus dibayar mahal.

Hutan alam juga penting untuk kesehatan. Ilmuwan Jepang, Yoshifumi Miyazaki, meneliti, jika Anda sesekali berjalan ke hutan selama 20 menit, konsentrasi hormon stres menurun hingga 12,7 persen. Artinya, stres akan berkurang dibanding ketika Anda berada di perkotaan. Terapi ini bernama shinrinyuku (mandi hutan atau forest bath). Jadi, sesekali, pergilah ke hutan alam agar tingkat stres Anda turun. Mudah-mudahan hutan alam tidak jauh dari sekitar Anda.






Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

8 jam lalu

Tragedi Kemanusiaan Kanjuruhan

Penembakan gas air mata oleh polisi yang menyebabkan tragedi Kanjuruhan harus diusut.


Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

3 hari lalu

Kolom The Outlaw Ocean Project: Profesi Ini Paling Maut Sekaligus Paling Kejam?

Kejahatan, kekerasan, dan perbudakan di kapal penangkap ikan terus terjadi. Bagaimana cara mencegahnya?


Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

4 hari lalu

Ribuan Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Ternate Terima BSU Tahun 2022 Dari Presiden

Program BSU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan daya beli pekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari


Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

7 hari lalu

Dosa Jakarta di Kasus Korupsi Lukas Enembe

Kasus korupsi Lukas Enembe menyingkap kesalahan pemerintah pusat dan daerah. Salah urus, dana otonomi khusus gagal menyejahterakan warga Papua.


Dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024, Fahira Idris: Agar Indonesia juga Merasakan Lompatan Kemajuan

9 hari lalu

Dukung Anies Baswedan jadi Presiden 2024, Fahira Idris: Agar Indonesia juga Merasakan Lompatan Kemajuan

Fahira Idris meyakini Anies Baswedan bisa membawa Indonesia melakukan lompatan kemajuan.


Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

14 hari lalu

Agar Anak Terlindung dari Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual terhadap anak merajalela. Selain menegakkan aturan, kampanye dan edukasi perlu digencarkan untuk membangun kesadaran masyarakat.


Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

18 hari lalu

Bjorka: Antara Dendam dan Ketahanan Keamanan Siber Indonesia

Aksi Bjorka tentu membuat lalu lintas perbincangan publik menjadi riuh, dari ruang istana, universitas, hingga warung kopi. Bjorka berhasil memecah ombak berbagai isu kejahatan yang sedang terjadi di negara ini.


Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

21 hari lalu

Nasehat Sederhana untuk Pemerintah, Jangan Pernah Menyusahkan Hidup Rakyat

Cerita Revolusi Perancis, Revolusi Amerika, Revolusi Kemerdekaan, dan Revolusi lainnya, berawal dari rasa bosan dan jijik rakyat kepada kekuasaan yang sudah mulai melupakan akarnya.


Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

21 hari lalu

Peretasan Bjorka: Kalang Kabut Atasi Kebocoran Data

Aksi peretasan Bjorka memberi pesan kelemahan sistem teknologi dan informasi pemerintah Indonesia. Darurat perlindungan data pribadi.


Di Balik "Amplop Kiai"

26 hari lalu

Di Balik "Amplop Kiai"

Sudah bukan rahasia, konflik terbuka itu merupakan buntut dari pernyataan tentang "amplop kiai" yang disampaikan Sumo saat acara Pembekalan Politik Cerdas Berintegritas di KPK beberapa waktu lalu. Protes keras terhadap Ketua Umum yang juga Meneg PPN dan Kepala Bappenas itu sudah bergulir dalam beberapa pekan terakhir.