Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menjaga Hutan Papua

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Warga melintasi endapan lumpur pasca banjir bandang melanda wilayah Sentani, Jaya Pura, Papua, Senin, 18 Maret 2019. ANTARA
Warga melintasi endapan lumpur pasca banjir bandang melanda wilayah Sentani, Jaya Pura, Papua, Senin, 18 Maret 2019. ANTARA
Iklan

Curah hujan ekstrem bukan penyebab utama banjir bandang dan tanah longsor di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Bencana yang melanda pada Sabtu lalu itu lebih disebabkan oleh rusaknya kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop. Alam yang menjadi pelindung penduduk Jayapura itu seolah-olah murka dan mendatangkan malapetaka yang mengakibatkan 104 orang meninggal dan 79 orang hilang.

Sembilan ribu orang harus mengungsi akibat bencana yang dipicu oleh ulah manusia ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebutkan Pegunungan Cycloop, yang seharusnya menjadi area resapan air, berubah menjadi kawasan permukiman dan pertanian. Kerusakan ini dibiarkan tanpa kontrol.

Pegunungan Cycloop, yang juga dikenal dengan nama Dobonsolo, ditetapkan sebagai kawasan cagar alam pada 1978. Namun, sejak 16 tahun lalu, pendatang banyak membuka lahan di kawasan itu untuk permukiman dan pertanian tradisional. Padahal topografi kawasan yang berada di seputaran Bandar Udara Sentani ini miring. Tutupan hutan banyak yang hilang. Dengan demikian, ketika terjadi hujan lebat, air meluncur dari daerah yang lebih tinggi ke daerah yang lebih rendah tanpa penghalang.

Semestinya, banjir bandang yang pernah melanda Sentani pada 2007 menjadi pelajaran buat penduduk dan pemerintah. Penyebab bah saat itu juga sama, hujan dengan intensitas sangat tinggi di kawasan pegunungan yang telah rusak. Prahara itu tak jua membuat pemerintah menyusun mitigasi bencana. Perusak hutan tak dikenai sanksi. Hampir tak ada upaya dari pemerintah untuk menghentikan kerusakan di Pegunungan Cycloop.

Banjir Sentani ini sekaligus menjadi catatan agar pemerintah segera bertindak menjaga hutan Papua sebagai hutan terakhir Indonesia. Penerapan hukum pidana dan sanksi hukum adat di kawasan konservasi semestinya segera ditegakkan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Saat ini tutupan kebun sawit di Papua mencapai 200 ribu hektare. Hampir semua lahan kebun sawit ini semula merupakan kawasan hutan. Meski "baru" 200 ribu hektare hutan yang berubah menjadi kebun sawit, pemerintah telah melepaskan kawasan hutan Papua seluas 1,6 juta hektare untuk sawit.

Artinya, ada 1,4 juta kawasan pelepasan hutan yang belum menjadi kebun sawit yang masih bisa dikembalikan sebagai hutan lindung. Kerusakan hutan Papua akan bertambah parah dengan terbitnya banyak izin tambang, izin hutan tanaman industri, dan izin hak pengusahaan hutan.

Di Papua, peran masyarakat adat dan hukum adat sangat penting untuk menjaga hutan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat harus duduk bersama untuk mendialogkan aturan pemanfaatan hutan oleh masyarakat adat sekaligus melestarikannya. Selain itu, pemerintah perlu mengoreksi ketimpangan penguasaan hutan di Papua. Izin untuk konsesi yang tidak aktif dapat ditarik dan pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat adat.

Banjir Sentani juga bisa menjadi momentum untuk menggalakkan upaya mengatasi pembalakan liar di Papua. Selama ini, polisi baru menangkap pelaku di tingkat bawah, seperti tukang tebang kayu atau sopir truk pengangkut kayu. Penegakan hukum oleh polisi belum sampai pada pelaku kelas kakapnya. Dengan penegakan hukum dan penataan pengelolaan kawasan hutan, kerusakan lebih parah pada hutan Papua bisa dicegah sejak dini.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

11 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

25 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

26 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

26 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

27 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

33 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024