Agar Bandara Baru Bergairah

Majalah Tempo

Enak dibaca dan perlu.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi, meresmikan satu bandara baru dan empat pengembangan terminal bandara di wilayah Sulawesi, 23 Desember 2018. Bisnis.com

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi, meresmikan satu bandara baru dan empat pengembangan terminal bandara di wilayah Sulawesi, 23 Desember 2018. Bisnis.com

    KESULITAN beberapa bandar udara baru memikat penumpang memperlihatkan kurang matangnya perencanaan dalam pengembangan infrastruktur tersebut. Bandara sudah selesai dibangun, bahkan lama beroperasi, tapi penyediaan sarana pendukung tertatihtatih. Setidaknya itulah yang tampaknya dialami beberapa bandara, di antaranya Kertajati di Majalengka, Jawa Barat; Silangit di Tapanuli Utara, Sumatera Utara; dan Tjilik Riwut di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

    Ketiga bandara tersebut kembangkempis. Di Kertajati, hampir setahun sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018, rute yang aktif cuma Surabaya dan Medan, dengan penumpang paspasan. Dahlan Iskan, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara, dalam sebuah tulisan mengatakan pernah menyaksikan antrean penumpang pesawat Boeing 737 Citilink jurusan Medan yang hanya terdiri atas tiga orang. Sedangkan penerbangan ke Lampung dan Balikpapan pada hari yang sama dibatalkan. Gejala penumpang sepi dan pembatalan penerbangan terjadi pula di Silangit dan Tjilik Riwut.

    Tak bisa dimungkiri, aktivitas bandara berkaitan sangat erat dengan perekonomian daerah di sekitarnya. Kalau ada bandara yang sepi, hampir pasti sarana penunjang dan perekonomian daerah sekitarnya kurang bagus. Memang, ongkos yang mahal turut mempengaruhi aktivitas bandara. Sejak harga tiket pesawat naik, sebagai contoh, perjalanan darat antarkota meningkat. Namun itu cuma pada transportasi jarak dekat. Untuk jarak jauh, antarpulau, pesawat masih merupakan pilihan yang paling efektif.

    Karena itu, perbaikan fasilitas dan perekonomian daerah menjadi penting. Dalam kasus Kertajati, pembangunan jalan tol ke bandara perlu dipercepat. Saat ini, penumpang dari Bandung membutuhkan lebih dari dua jam untuk mencapainya. Sarana penunjang seperti hotel dan area komersial pun harus segera dibangun agar Majalengka lebih menarik.

    Daya tarik jugalah kata kunci untuk Silangit. Danau Toba jelas modal yang amat baik. Terakhir, pada 2018, sekitar 300 ribu wisa­tawan berkunjung ke sana. Masalahnya, bagi pelancong kebanyakan, penerbangan pergipulang hanya untuk satu tempat wisata dianggap sebagai pemborosan. Akibatnya, banyak yang turun di Silangit, tapi kembalinya lewat Medan, yang menawarkan lebih banyak atraksi.

    Bagi Tjilik Riwut, minimnya daya tarik daerah serta harga tiket yang mahal menyebabkan penerbangan ke Palangka Raya lambat tumbuh. Kebanyakan penumpang memilih naikturun di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Akan berbeda kalau perekonomian wilayah itu sudah lebih bergairah dan pemerintah membangun atraksi wisata baru di sekitarnya.

    Baiknya, infrastruktur selalu merupakan proyek jangka panjang. Belum terlambat bagi pemerintah dan pengelola bandara untuk membenahi ekosistem penunjang bandarbandar udara tersebut.

    Kesuksesan Bandara Blimbingsari di Banyuwangi, Jawa Timur, dapat dicontoh. Pascapengoperasiannya, pemerintah daerah giat mengembangkan pariwisata sehingga memunculkan kebutuhan bagi pelancong terhadap bandara tersebut. Atraksi Ethno Carnival yang mulai digulirkan setahun setelah bandara itu beroperasi terbukti membantu menarik ribuan wisatawan setiap tahun. Aktivitas bandara pun ikut meningkat.

    Kendala yang dialami beberapa bandara tersebut perlu mendapat perhatian serius, tapi jangan sampai menghambat pembangunan infrastruktur serupa di daerah lain. Bagaimanapun, sarana transportasi udara amat diperlukan di negara kepulauan seluas Indonesia. Pemerintah berkewajiban untuk terus menyediakannya, tentu saja dengan perencanaan yang lebih matang serta kesungguhan dalam pelaksanaannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.