Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Membenahi Industri Sawit

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Shutterstock.
Shutterstock.
Iklan

Pemerintah tak boleh gegabah dalam menyikapi keputusan Komisi Uni Eropa menghapus bahan bakar berbasis minyak sawit secara bertahap hingga 2030. Rencana pemerintah menggugat kebijakan itu jika kelak disetujui parlemen Uni Eropa bisa saja dilakukan. Tapi langkah ini harus didahului dengan pembenahan industri sawit.

Rencana Uni Eropa melarang penggunaan sawit sebagai bahan bakar nabati dilandasi kajian bahwa keberadaan perkebunan sawit telah mengakibatkan deforestasi besar-besaran. Riset yang menjadi pegangan Komisi Uni Eropa menyimpulkan bahwa 45 persen ekspansi produksi minyak sawit mentah atau CPO sejak 2008 telah merusak hutan, lahan gambut, dan lahan basah. Produksi sawit juga menghasilkan emisi gas rumah kaca secara terus-menerus.

Berbagai organisasi lingkungan melaporkan hal serupa untuk kasus Indonesia. Pertumbuhan pesat industri sawit diiringi dengan dampak buruk: maraknya penggundulan hutan, peningkatan emisi gas rumah kaca, pelanggaran hak asasi manusia, dan pengambilalihan lahan masyarakat adat.

Pada 2018, setidaknya ada 6,9 juta hektare kawasan hutan yang dilepaskan untuk perkebunan sawit. Adapun 3,4 juta hektare kebun sawit disinyalir menerabas kawasan hutan secara ilegal. Selain merusak hutan, perkebunan sawit memicu konflik agraria. Lembaga nirlaba Konsorsium Pembaruan Agraria menemukan ada 144 kasus konflik di sektor perkebunan pada 2018. Dari 144 konflik agraria itu, 83 kasus atau 60 persen terjadi di perkebunan kelapa sawit.

Di sisi lain, harus diakui bahwa industri sawit selama ini menghasilkan devisa tak sedikit bagi Indonesia. Pada 2018, devisa dari sawit mencapai US$ 20,54 miliar atau sekitar Rp 284 triliun. Dari total ekspor sawit ke mancanegara, Eropa merupakan pasar terbesar kedua kita setelah India. Berdasarkan data gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, jumlah ekspor CPO ke Uni Eropa mencapai 4,78 juta ton atau sekitar 14,92 persen dari total ekspor CPO.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Itu sebabnya rencana pelarangan penggunaan sawit untuk bahan bakar nabati di Eropa perlu disikapi dengan bijak. Kekhawatiran Uni Eropa soal deforestasi dan perubahan iklim harus dijawab dengan serangkaian kebijakan konkret dari pemerintah Indonesia. Presiden Joko Widodo harus berkomitmen untuk memastikan industri sawit tidak merusak lingkungan. Hanya dengan cara itu, Indonesia tak kehilangan pendapatan dari ekspor sawitnya.

Kebijakan moratorium pembukaan lahan perkebunan sawit baru merupakan salah satu contoh respons yang tepat dari pemerintah. Evaluasi atas konsesi perkebunan sawit yang sudah ada perlu dilakukan. Pemerintah harus memberikan sanksi bagi perusahaan yang nyata-nyata melanggar aturan dan merusak lingkungan.

Setelah semua pekerjaan rumah kita membenahi tata kelola industri sawit selesai, barulah lobi gencar ke Uni Eropa bisa efektif. Tanpa adanya penertiban industri sawit, langkah mendekati Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus seperti yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan beberapa waktu lalu bisa sia-sia.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

23 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

42 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

51 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024