Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Perjalanan Tiga Sutradara Asia

image-profil

Oleh

image-gnews
Film omnibus Journey
Film omnibus Journey
Iklan

Mereka berdua menyusuri sebuah jalan panjang menuju timur, ke sebuah pelabuhan. Di dalam mobil kecil itu yang disetir sang ibu dan puteri remajanya mereka tampak sulit berkomunikasi. Sang ibu (Jin Cheng) terus menerus berceloteh lebih kepada dirinya sendiri. Tentang anggota keluarganya, tentang sang Ayah, tentang segalanya sementara si gadis (Zhe Gong) dengan bibir mencotot dan kedua bola mata yang mendelik tak tahan mendengarkan ocehan ibunya. Sesekali si gadis menjawab ibunya dengan nada judes.

Si Ibu yang mencoba sabar dan membalasnya dengan ocehan berikutnya. Terus begitu hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bermalam di sebuah penginapan terdekat. Untuk sejenak, ada sebuah jeda dari keriuhan itu karena malam turun.

Namun muncul pertengkaran lain. Perlahan penonton mulai memahami bahwa sang anak merasa direpotkan oleh pesan ayah almarhum: menyebarkan abu di laut. Sang Ibu menjawab jika dia yang meninggal, anaknya boleh menyebar abu di mana saja. Seketika keriuhan ribut-ribut Ibu dan anak itu redup. Suasana berubah sunyi.

Pada akhir menit ke 30, di atas perahu, di bawah matahari, sang Ibu dan si gadis menebar abu orang yang mereka sayangi dalam diam. Ini bukan saja adegan terindah setelah perjalanan yang berisik oleh pertengkaran, tetapi juga karena sinar matahari yang menjilat kulit mereka tampak seperti kehangatan yang terasa antara keluarga itu. Tanpa kata-kata. Hanya sang ibu, anak, cahaya matahari yang menyinari abu jenazah sang ayah yang kini sudah menyatu dengan air laut.

Inilah segmen pembukaan Journey, sebuah proyek film Asian Three-Fold Mirror 2018. Film yang ditayangkan secara khusus inimenyajikan karya tiga sutradara Asia yang masing-masing menampilkan film pendek dengan tema perjalanan. Pembukaan tadi, berjudul The Sea adalah karya sutradara Tiongkok Degena Yun yang juga sekaligus menulis skenario film ini. Sedangkan segmen kedua berjudul Hekishu dipercayakan kepada sutradara Jepang Daishi Matsunaga. Segmen berjudul Variabel No.3 adalah arahan sutradara Indonesia Edwin yang skenarionya ditulis oleh Prima Rusdi.

Ini adalah proyek omnibus kedua yang diproduksi The Japan Foundation Asia Center dan Tokyo International Film Festival setelah sebelumnya mereka sudah memproduksi omnibus berjudul Reflections.

Pada proyek Omnibus kedua ini, benang merah yang mengikat tiga film pendek ini adalah tema perjalanan dan aktor Nicholas Saputra yang tampil dalam semua segmen.

Jika di dalam film The Sea Nicholas tampil sekelebat sebagai seseorang yang nyaris tertabrak Ibu dan anak yang tengah bertengkar di dalam mobil, di film kedua film Hekishu, sosok Nicholas Saputra muncul seperti seorang pengelana yang juga berkelabatan penuh misteri. Mengambil setting di Yangoon, Myanmar, film ini berkisah tentang Suzuki, seorang pengusaha muda Jepang (Hiroki Hasegawa) yang tengah bertugas memimpin proyek pengembangan rel kereta api. Suatu hari di sebuah pasar tradisional, pandangannya terpaku pada seorang perempuan mungil Su Su (Nandar Myat Aung). Sembari memesan longyi yang kemudian dijahitkan Su Su, perlahan-lahan Suzuki mulai mengenal Su su. Mereka berbincang tentang pekerjaan masing-masing. Dari seseorang yang merasa ikut menjadi bagian yang membangun infrastruktur, Suzuki lantas merenung tentang profesinya dan tujuan hidupnya. Ucapan sederhana Su su yang mengatakan dia tak merasa membutuhkan kereta api yang berjalan lebih cepat itu sungguh mengganggunya. Suzuki ikut berkenalan dengan keluarga Su Su yang bukan hanya hidup pas-pasan, tetapi mereka bahkan ‘merangkul’ kemiskinan mereka dengan humor. Misalnya peristiwa padamnya listrik –yang tampaknya cukup sering terjadi—dihadapi dengan lucu: mereka menyayikan lagu Selamat Ulang Tahun. Bagian ini menjadi sebuah komentar sosial yang menarik karena disampaikan melalui sikap manis seorang gadis sederhana dan sangat mudah untuk mewakili persoalan kelas di Indonesia.

Film terakhir karya Edwin berjudul “Variabel No.3” justru film yang mungkin kurang bisa bertaut dengan penonton (Indonesia). Edwin yang sejak beberapa tahun terakhir sudah melahirkan beberapa film yang cukup ‘naratif’ dan secara garis mengikuti pakem film mainstream, kini kembali lagi masuk ke “halaman rumah” arthouse, sebuah zona nyaman bagi sutradara yang pernah mengarahkan film “Babi Buta” (2008) dan “Poscard from the Zoo” (2012). Segmen ini berkisah tentang hubungan sepasang suami isteri Edi (Oka Antara) dan Sekar (Agni Prathista) yang tengah menetap di Tokyo. Dalam sebuah perjalanan dan bermaksud bermalam di sebuah penginapan. Di dalam perjalanan menuju penginapan itulah terjadi serangkaian peristiwa ganjil, misalnya bertemu dengan Kenji (Nicholas Saputra) yang berwajah serupa dengan bekas pacar Sekar yang bernama Jati. Peristiwa ganjil berikutnya adalah Kenji yang mereka temui di perjalanan ternyata tuan rumah penginapan yang mereka sewa. Dan puncak keanehan berikut adalah serangkaian adegan seks ketiga tokoh kita yang berlangsung setelah ‘diskusi’ penting yang membuhulkan betapa pentingnya, atau betapa menariknya “variabel no.3” dalam sebuah hubungan.

Marilah kita singkirkan diskusi serangkaian adegan seks (sebutannya “threesome”) itu dulu, karena yang sebetulnya ingin dijelajahi adalah hubungan antara Edi dan Sekar. Problem mendasar Edi dan Sekar, seperti halnya problem perkawinan umumnya sebetulnya perlu didalami –meski Edwin kali ini lebih suka penonton membaca dari bahasa visual belaka. Gerak tubuh dan bahasa antara suami isteri itu berhasil menimbulkan rasa bahwa adanya ketegangan di antara mereka. Sebetulnya akan lebih menarik jika penjelajahan hubungan Edi dan Sekar lebih diperdalam daripada menyaksikan bermenit-menit adegan Sekar pipis di toilet (sebuah adegan yang tampaknya menjadi adegan favorit Edwin, yang juga tampil dalam film Edwin yang lain. Padahal jika adegan itu tak ada, dunia tak akan guncang).

Bahwa kemudian variabel no 3 diartikan sebagai sebuah ‘journey’ atau perjalanan menyentuh erotisme masing-masing, sebetulnya satu hal yang ingin disampaikan oleh sang sutradara. Ada begitu banyak hal dalam seksualitas yang tak pernah bisa terungkapkan, hingga hubungan konvensional antara dua orang akhirnya sering melibatkan kebohongan. Perjalanan ‘mengulik’ erotisisme kemudian membangkitkan gairah sesungguhnya yang selama ini terpendam. Edwin menamakannya ‘kebenaran yang dapat menyebabkan serangkaian perubahan yang menyakitkan”.

Kita tak pernah tahu apa bagaimana kelanjutan hubungan Edi dan Sekar setelah perjalanan itu. Edwin memang menunjukkan dengan perayaan mereka bertiga menenggak minuman. Di dalam hati masing-masing, kita tak akan pernah tahu.

Untuk durasi 82 menit mengikuti perjalanan pikiran tiga sutradara ini mungkin bukan sesuatu yang sesuatu yang mudah dan sama sekali tak mengandung keriaan. Tetapi konon tujuan bukan hal yang terpenting, melainkan proses perjalanan itu yang akan memperkaya kita. Ini memang bukan kisah ini tentang moleknya Myanmar, Jepang atau Cina, tetapi tentang bagaimana jiwa tokoh-tokohnya menjadi manusia biasa.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

JOURNEY

The Sea (Tiongkok)

Sutradara/Skenario: Degena Yun

Pemain: Jin Chen, Zhe gong, Tu Men, Nicholas Saputra

Hekishu (Jepang)

Sutradara/Skenario : Daishi Matsunaga

Pemain: Hiroki Hasegawa, Nandar Myat Aung, Nicholas Saputra

Variable No 3 (Indonesia)

Sutradara: Edwin

Skenario: Prima Rusdi

Pemain: Agni Pratistha, Oka Antara, Nicholas Saputra

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

16 jam lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

14 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

15 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

15 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

16 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

22 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

41 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

50 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024