Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Si Anjing

image-profil

Oleh

image-gnews
Iklan

Pada suatu hari di abad ke-4 sebelum Masehi, Iskandar mendengar ada seorang pemikir eksentrik yang tinggal di Athena. Sang raja muda Makedonia ingin tahu lebih jauh tentang Diogenes.

Diogenes hidup dalam sebuah tong keramik, pithos, karena menolak rumah, dan tampil seperti fakir, karena menampik busana. Hampir tiap hari ia, yang berasal dari Sinope di Laut Hitam, jadi gelandangan di agora. Di pekan itutempat orang berjual-beli, bertukar informasi, atau cuma berkenalanDiogenes dengan kata-kata tajam mencemooh hukum, iman, dan adat-istiadat; ia memprovokasi orang berdebat.

Iskandarkelak dikenal sebagai Iskandar Agungpun datang ke Athena. Ia menemui Diogenes.

Ada dua anekdot tentang pertemuan di pagi itu.

Dalam satu cerita, disebutkan Iskandar bertanya: “Apa yang kauinginkan dalam hidup, Diogenes?” Tanpa beranjak dari tempatnya berjemur, yang ditanya hanya berkata, “Minggirlah, jangan berdiri di situ menghalangi sinar matahari.”

Dalam kisah kedua, Iskandar memperkenalkan diri. “Aku Iskandar, raja Makedonia.” Diogenes menyahut, “Aku Diogenes, si anjing.”

Dua anekdot Diogenes itu membuat orang termangu.

Plato menyebut orang ini “Sokrates yang jadi gila”. Seperti Sokrates, Diogenes berfilsafat dengan bertanya-jawab langsung soal-soal hidup; juga seperti Sokrates, ia tak menulis risalah. Tapi, sementara Sokrates mengunggulkan rasionalitas dalam pemikiran, Diogenes berbeda. Sokrates mengajarkan filsafat sebagai disiplin pengetahuan. Diogenes filosofia, cara hidup. Ia mengunggulkan laku, tubuh, pengalaman, yang lekat dengan bumidan kita tahu hidup tak selamanya terang tak selamanya pasti. Syahdan, Diogenes berjalan dari tempat ke tempat seraya membawa lentera yang menyala.

“Aku Diogenes, si anjing”: anjing tak pernah hidup di atas di tingkat rasional, dalam dunia abstraksi, di mana pengetahuan adalah kekuasaan. Di depan Iskandar, Diogenes menunjukkan bahwa ia, seperti dikatakan Peter Sloterdijk, menampik bukan hanya “hasrat untuk kekuasaan”, tapi juga “kekuasaan hasrat itu sendiri”.

Sinar matahari pagi yang menghangatkan tubuh bagi Diogenes lebih penting ketimbang kunjungan seorang raja. Martabat dan kekuasaan tak ada artinya baginya: ia tak menghasratkan itu, tak ingin apa pun, kecuali kebahagiaan seseorang yang merdeka. Maka ia membebaskan diri dari keinginan. Sikapnya tak peduli, adiaphoria, kepada hasrat hidup teratur dan nyaman. Ia tak terikat nilai baik dan buruk, sopan dan tak sopan, yang dirawat dalam konvensi sosial. Ia tak malu hidup sebagai makhluk alam; mirip anjing. Bagi Diogenes, konvensi itu hanya hasil konsensus mereka yang memegang kekuasaan atau hegemonidan sebab itu tak universal dan kekal. Bisa diterabas.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Diogenes kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh pemikiran Sinisme (Inggris: Cynicism, konon dari kata kynikos, “seperti anjing”). Sebagaimana dipujikan Nietzschetokohnya di abad modernSinisme adalah “jalur terpendek ke kebahagiaan”. Di sana disambut kegembiraan kepada hidup itu sendiri, semata-mata, tak peduli akan segala hal, segala benda. Askesis, disiplin menahan diri, adalah bagian dari itu.

Tapi “hidup itu sendiri” bukannya tanpa kerisauan. Terutama di masa ketika, sebagaimana dikabarkan pada suatu hari, Tuhan sudah mati.

Dalam satu adegan termasyhur yang disajikan Nietzsche, pada suatu pagi yang cerah seorang gila datang ke pekan dan melompat ke tengah kerumunan orang. Ia menatap tajam. “Ke mana Tuhan?” ia berteriak, dan menjawab sendiri. “Dengar! Kita telah membunuhnya.... Semua kita pembunuhnya.”

Tak diceritakan bagaimana Tuhan dibunuh di zaman ini. Orang gila itu hanya menyatakan: jika Tuhan tak ada lagi, ibarat bumi dilepaskan dari ikatannya dengan matahari, tak jelas lagi ke mana gerak kita. Mungkinkah kita semua sebenarnya sedang terlontar jatuh tak henti-henti? Membunuh Tuhan adalah perbuatan besar, tapi tidakkah terlampau besar buat kita?

Suara itu mungkin benar cemas, tapi mungkin cuma mengusik. Si “gila”, der tolle Mensch, bukan si sakit jiwa, tapi si “edan”, si “nyentrik”personifikasi pandangan Sinisme. Kaum Sinis, yang tak lagi percaya bahwa nilai-nilai punya dasar yang ilahiah dan universal, menerima hidup dalam khaos, ketakpastian, dan konflik yang tak henti-henti.

Tapi, seperti kemudian dipertanyakan Nietzsche: haruskah kita melangkah dengan memakai lentera kaum Sinis?

Nietzsche, yang selamanya cekatan mengungkapkan ironi, membawakan cemas tapi pada saat yang sama juga penyembuhnya. Setelah Tuhan mati, katanya, “Siapa pun yang lahir setelah kita…akan masuk sebuah sejarah yang lebih luhur ketimbang semua sejarah sebelumnya.”

Itu sejarah manusia yang menciptakan nilai-nilainya sendiri, dengan trauma dan pengharapan kehidupannya.

Tak berarti manusia jadi pengganti Tuhan. Apa punilmu, agama, negara, teknologi, modal harus dianggap mustahil jadi pengganti Tuhan. Kita dengar pesan Zarathustra dalam karya Nietzsche yang lain: “Tetaplah setia kepada bumi.” Cintailah apa yang ada di bawah itu, nasib dan teka-tekinya. Dengan kesetiaan seekor anjing.

Goenawan Mohamad

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

6 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

20 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

21 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

21 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

22 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

28 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

47 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

56 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024