Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Petroyuan dan Senja Kala Dolar

image-profil

image-gnews
Ilustrasi mata uang dolar AS dan yuan Cina.  REUTERS/Jason Lee
Ilustrasi mata uang dolar AS dan yuan Cina. REUTERS/Jason Lee
Iklan

Tri Winarno
Penulis buku Indonesia Responding the Dynamic of Global Economy

Belum satu tahun Cina meluncurkan kontrak perdagangan berjangka minyak dalam mata uang yuan (renminbi) di Shanghai International Energy Exchange (SINE). Fenomena tersebut dikenal sebagai "petroyuan" oleh para pelaku pasar minyak karena kontrak perdagangan berjangka minyak selama ini dilakukan hanya dalam mata uang tunggal, yaitu dolar Amerika Serikat. Munculnya petroyuan adalah suatu fenomena baru dan sangat menantang, baik bagi masyarakat internasional maupun Cina, apalagi bagi Amerika.

Yang mengejutkan lagi, belum seumur jagung bayi petroyuan lahir, volume transaksinya telah menyalip kontrak perdagangan berjangka minyak dalam dolar Amerika di Singapura dan Dubai. Tentu saja volume perdagangan di SINE masih tertinggal jauh dari Brent Oil Contracts di London, Inggris, ataupun di West Texas Intermediate Oil Futures (WTI) di New York, Amerika.

Namun perdagangannya di SINE telah disambut antusias oleh pedagang komoditas multinasional, seperti Glencore. Sistem pengenaan harga dan indeksasinya juga telah mengikuti aturan baku, seperti yang berlaku di Brent dan WTI. Sampai-sampai ulasan pakar minyak di The Asia-Pacific Journal menyimpulkan bahwa petroyuan telah mengantarkan renminbi ke jantung pasar komoditas global karena, pada hakikatnya, inti dari pasar komoditas global adalah pasar minyak. Transaksi perdagangan kontrak berjangka minyak di SINE diproyeksikan tidak lama lagi melampaui Brent dan WTI.

Peluncuran petroyuan itu akan segera diikuti oleh kontrak perdagangan berjangka dalam renminbi untuk komoditas lain, seperti kelapa sawit, karet, bahkan batu bara. Karena impor minyak Cina menggunakan renminbi, perusahaan asing yang menjual komoditas ke Cina akan memiliki rekening bank dalam mata uang tersebut. Renminbi tersebut tidak hanya akan digunakan sebagai alat bayar barang dan jasa produk Cina, tapi juga dapat digunakan untuk membeli obligasi dan saham pemerintah. Maka dampaknya akan sangat signifikan dalam memperkuat pasar modal Cina dan mendorong percepatan internasionalisasi renminbi. Fenomena petroyuan ini identik dengan dedolarisasi, khususnya di pasar komoditas, terutama minyak.

Selama beberapa dekade, strategi Cina untuk menginternasionalkan renminbi dilakukan dengan berbagai cara, termasuk mengupayakan agar yuan dimasukkan ke Special Drawing Rights (SDR) Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai alternatif cadangan devisa internasional. Pada 2009, Zhou Xiaochuan, gubernur bank sentral Cina, memaparkan suatu strategi dalam esainya bahwa IMF seharusnya mengadopsi yuan sebagai alat pembayaran internasional. Menurut Zhou, alokasi baru dalam SDR untuk mata uang yang berasal dari negara industri baru seperti Cina akan memperkuat posisi SDR sebagai instrumen pembangunan sekaligus sebagai alat pembayaran internasional yang setara dengan dolar Amerika. Di tengah krisis keuangan global pada 2008, menjadikan SDR sebagai pusat alat pembayaran internasional dengan memasukkan mata uang kuat lainnya semakin dirasa sangat mendesak.

Ulasan Zhou itu menunjukkan bahwa sistem keuangan internasional yang berpusat pada dolar Amerika sudah tidak memadai, terutama mengingat dampak dari defisit anggaran Amerika yang semakin kronis. SDR harus menjadi alternatif sistem keuangan global atau bahkan lebih unggul daripada sistem dolar Amerika. Cina akhirnya berhasil memasukkan yuan ke SDR bersama mata uang kuat lainnya walaupun belum berhasil menjadikan SDR sepadan dengan dolar Amerika.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Munculnya petroyuan, yang akan diikuti oleh pendirian perdagangan komoditas lain berbasis yuan, bertepatan dengan agresivitas proteksionistik Presiden Amerika Donald Trump. Ini benar-benar merupakan pertanda akan berakhirnya hegemoni Amerika dalam sistem keuangan internasional. Tak lama lagi dolar Amerika akan mengalami senja kala alias tidak akan menjadi jangkar sistem moneter internasional lagi. Dolar Amerika akan kehilangan hak istimewanya atau, menurut istilah mantan Menteri Keuangan Prancis, Valery Giscard d’Estaing, dolar akan kehilangan exorbitant privilege yang disandangnya selama hampir 70 tahun.

Arogansi Amerika dalam menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negara-negara yang tidak disukainya justru memperteguh langkah yuan menuju mata uang utama internasional. Baik Rusia maupun Iran, yang menjadi target sanksi ekonomi Amerika, misalnya, kini mengekspor minyaknya ke Cina dengan menerima pembayaran dalam renminbi. Kedua negara tersebut juga menjadi mitra dagang utama Cina dan sekutu yang sangat erat.

Ditambah dengan fakta bahwa Cina adalah importir minyak terbesar di dunia serta produsen dan pengekspor utama produk manufaktur di pasar global, petroyuan benar-benar telah menjadi senjata pamungkas yang akan mengantarkan renminbi sebagai mata uang utama internasional.

Kalau Cina mampu bertahan dari gempuran perang dagang Amerika saat ini, upaya Cina tersebut akan melahirkan tata keuangan global dan sistem moneter internasional yang multipolar. Dengan demikian, berakhirlah sistem keuangan global unipolar yang hanya bertumpu pada dolar Amerika.

Indonesia harus mampu mengantisipasi dampak dari petroyuan tersebut sehingga kebijakan dan strategi penentuan kontrak harga minyak dan harga komoditas lain dapat menguntungkan ekonomi nasional, terutama terkait dengan posisi Indonesia sebagai pengekspor komoditas dan pengimpor minyak dunia.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

18 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

25 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

53 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024