Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Model Pertumbuhan Ekonomi Endogen

Oleh

image-gnews
Iklan

Asep Saefuddin
Rektor Universitas Al Azhar Indonesia

Pertumbuhan ekonomi endogen (endogenous economic growth) adalah model ekonomi yang mengoptimalkan potensi internal negara. Model ini mengutamakan sumber daya manusia dengan kekuatan ilmu pengetahuan, sumber daya alam, aset teknologi, dan kelembagaan. Pemikiran ini ditekuni secara konsisten sejak 1990-an oleh Profesor Romer, yang awalnya bergelar sarjana fisika sebelum menjadi ekonom andal. Hasil riset panjang ini akhirnya membawa Romer diganjar Hadiah Nobel Bidang Ekonomi pada 2018.

Berdasarkan pada prasyarat model ekonomi endogen, sebenarnya Indonesia mempunyai peluang menjadi negara adidaya ekonomi. Kita memiliki sumber daya alam, kelembagaan modal sosial, otonomi daerah, aset fisik (infrastruktur), lembaga penelitian, dan perguruan tinggi. Tapi apakah kekuatan endogen itu sudah dikelola dengan baik? Inilah pekerjaan rumah semua komponen bangsa agar model pertumbuhan ekonomi endogen ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dampak kesejahteraan dari model pertumbuhan ekonomi endogen ini banyak terbukti di berbagai negara. Penguatan faktor internal (endogen) akan menarik eksternalitas positif sebagai spillover pertumbuhan. Contohnya pertumbuhan Cina yang dimulai dengan penguatan faktor dan kelembagaan endogen. Jack Ma juga menggarap usaha kecil dan menengah di bidang pangan, kerajinan tangan, riset, serta modal manusia yang tekun, rajin, bekerja keras, dan berkolaborasi. Jadilah Cina raksasa ekonomi dunia yang terus tumbuh.

Teori pertumbuhan ekonomi endogen inilah yang saya gunakan dalam dua tulisan tentang ekonomi dan universitas di Koran Tempo (11 Desember 2018 dan 18 Januari 2019). Salah satu faktor endogen yang saya ambil adalah universitas. Sayangnya, banyaknya perguruan tinggi tidak memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan. Bahkan faktor jumlah itu justru menjadi beban negara. Maka saya menyarankan adanya merger untuk mereduksi jumlah kampus.

Kali ini saya ingin menyoroti faktor endogen yang sangat penting, yaitu sumber daya manusia yang berpengetahuan dan berketerampilan alias modal manusia. Faktor ini sangat berkaitan dengan lembaga pendidikan. Kelemahan dalam menangani pendidikan ini efeknya akan fatal.

Tidak dapat dimungkiri bahwa Indonesia pernah menikmati kue pembangunan ketika kandungan minyak kita masih bagus. Dalam hal pangan (beras), kita juga telah mengubah keadaan, dari pengimpor beras menjadi swasembada. Tapi kita lupa membenahi unsur endogen kelembagaan pemerintah, riset, pendidikan, tata kelola sumber daya alam, dan pendidikan karakter. Akhirnya, pada 1998 kita harus menanggung krisis multidimensi akibat korupsi, kolusi, dan nepotisme hingga terjadilah reformasi.

Solusi yang ditawarkan di era Reformasi sepertinya tidak menukik pada esensi persoalan. Penguatan sumber daya manusia yang berkarakter, berkepribadian, berpengetahuan, dan berketerampilan itu luput dari pembenahan. Kita terus meloncat ke otonomi daerah dan demokratisasi politik. Maka terjadilah politikus instan, pejabat karbitan, eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan, korupsi marak, dan hoax. Semua itu kontraproduktif bagi pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Demografi adalah faktor endogen yang harus kita benahi secara sungguh-sungguh. Apalagi kita sedang menikmati bonus demografi yang akan memuncak pada 2045. Kesempatan emas itu harus disiapkan sejak sekarang.

Untuk itu, perlu dibuatkan grand design demografi yang menjabarkan program-program untuk anak usia di bawah 15 hingga di atas 25 tahun. Merekalah yang akan mengisi pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Melihat perkembangan dunia yang dicirikan dengan kekuatan bioteknologi dan info-teknologi, intinya manusia Indonesia harus kuat dengan karakter soft skill dan kompetensi hard skill. Biologi mengindikasikan karakter dan info-teknologi mengindikasikan kompetensi hard skill.

Karakter itu termasuk komponen endogen ekonomi, yakni manusia pekerja keras, mampu berkolaborasi, jujur, inovatif, dan saling percaya. Dalam teori kompetensi, faktor soft skill mengisi sekitar 80 persen kesuksesan. Pendidikan karakter ini menjadi fondasi pembangunan jangka panjang. Institusi pendidikan, dari pendidikan anak usia dini sampai perguruan tinggi, harus menguasai dan menyuasanakan komponen soft skill ini dalam intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Komponen hard skill tentu sangat diperlukan untuk menjawab teknikalitas pembangunan sesuai dengan zaman, sehingga kemampuan belajar dan daya adopsi manusia Indonesia harus tinggi. Mereka harus bisa berselancar dalam keadaan yang mudah berubah, tidak pasti, kompleks, dan ambigu.

Selain itu, sumber daya alam adalah unsur endogen yang kaya di Indonesia. Misalnya kopi. Hampir seluruh daratan Indonesia bisa ditanami kopi dan saat ini kopi termasuk komoditas ekonomi kesenangan dunia. Dengan kekuatan teknologi hulu-hilir dan pemasaran, kita bisa menjadi pusat peradaban kopi. Dengan penataan sumber daya manusia, aset fisik, kelembagaan, dan lembaga riset, sumber daya alam ini telah menjadi komponen dalam model ekonomi endogen.

Semua itu sudah kita miliki, sehingga tidak mustahil kita menjadi negara maju. Untuk itu, kita harus punya paradigma politik untuk kesejahteraan, bukan untuk kekuasaan.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024