Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rencana Blunder Pembebasan Ba'asyir

Oleh

image-gnews
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir menghadiri sidang permohonan peninjauan kembali di Pengadilan Negara Cilacap, Jawa Tengah, 12 Januari 2016. Sebelumnya, PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Abu Bakar Ba'asyir. REUTERS/Darren Whiteside
Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir menghadiri sidang permohonan peninjauan kembali di Pengadilan Negara Cilacap, Jawa Tengah, 12 Januari 2016. Sebelumnya, PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Abu Bakar Ba'asyir. REUTERS/Darren Whiteside
Iklan

PERTARUHAN Presiden Joko Widodo terlalu besar pada rencana pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir. Selain mengesankan inkompetensi dalam pengambilan keputusan, rencana itu menunjukkan ketidaksensitifan pemerintah pada isu terorisme yang terus menjadi problem besar negara ini. Rencana itu sungguh konyol jika benar dilakukan untuk mendulang suara menjelang pemilihan presiden 17 April 2019.

Kekisruhan posisi Jokowi terlihat dari pelibatan Yusril Ihza Mahendra dalam proses pembebasan bersyarat Ba’asyir. Yusril, penasihat hukum Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, mengaku mendapat mandat dari Presiden. Ia pula yang mengumumkan persetujuan Jokowi untuk membebaskan terpidana 80 tahun itu pada Jumat dua pekan lalu. Jokowi pada hari yang sama kemudian membenarkan pernyataan Yusril. Ia menyebutkan pembebasan Ba’asyir dilakukan dengan alasan kemanusiaan.

Dengan melibatkan Yusril, yang merupakan bagian dari tim kampanyenya, Jokowi mencampuradukkan posisinya sebagai presiden inkumben sekaligus calon presiden. Sejumlah pembantu dan pendukungnya, termasuk calon wakil presiden Ma’ruf Amin, segera menyatakan setuju terhadap rencana itu dengan berbagai kreativitas alasan.

Konsekuensi campur aduknya dua posisi itu berakibat fatal. Jokowi menyatakan pembebasan Ba’asyir telah dikaji lama oleh Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan serta pakar-pakar. Ternyata, setelah rencana itu menimbulkan pro dan kontra, terungkap bahwa pembebasan Ba’asyir sama sekali belum dibahas. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto bahkan menyatakan baru akan melakukan kajian. Pernyataan yang bertolak belakang hanya berselang hitungan hari ini pun menerbitkan kesan bahwa pemerintah mengambil keputusan dengan grasah-grusuh.

Yusril Ihza Mahendra tak selayaknya memanfaatkan kedekatannya dengan Presiden untuk kepentingan elektoral partainya semata. Mengusulkan dan terlibat aktif dalam rencana pembebasan Ba’asyir mungkin bisa meningkatkan elektabilitas Partai Bulan Bintang, partai Yusril. Saat ini, Partai Bulan Bintang merupakan partai papan bawah yang diperkirakan tidak dapat memenuhi jumlah minimal perolehan suara agar bisa menempatkan wakil di Dewan Perwakilan Rakyat. Tapi mengabaikan bahaya terorisme untuk kepentingan elektoral sungguh merupakan tindakan tidak terpuji.

Kita tahu terorisme masih menjadi ancaman serius. Tahun lalu, serangan beruntun mengguncang Surabaya, termasuk menargetkan markas kepolisian. Pola terorisme juga makin mengerikan, antara lain melibatkan keluarga pelaku. Program deradikalisasi yang terus dilaksanakan belum mampu menghentikan ancaman teror. Bibit terorisme juga tumbuh subur dengan sikap intoleran yang makin besar di masyarakat. Untuk menghentikanatau setidaknya mengurangiancaman itu, pemerintah semestinya bersikap tegas dan tidak menunjukkan toleransi kepada pelaku. Meski kemudian diralat, rencana membebaskan Ba’asyir, yang menolak menyatakan setia kepada Indonesia, tidak menunjukkan ketegasan pemerintah terhadap pemberantasan terorisme.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Ba’asyir telah dua kali divonis bersalah. Pada 2005, ia dinyatakan terlibat pengeboman Bali, 12 Oktober 2002, dan dihukum dua setengah tahun atas tuduhan itu. Enam tahun kemudian, ia kembali dinyatakan terbukti mendanai pelatihan teroris di Aceh dan divonis 15 tahun.

Menurut pemerintah, keluarga Ba’asyir telah mengajukan permohonan pembebasan bersyarat karena ia telah menjalani dua pertiga masa hukuman selain karena tua dan sakit-sakitan. Namun sang terpidana menolak memenuhi syarat menyatakan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila.

Pembebasan Ba’asyir, jika dilakukan, diperkirakan akan meningkatkan ancaman terorisme. Di luar penjara, ia dengan mudah berhubungan dengan pelaku teror. Sejumlah pelaku pengeboman diketahui menemui Ba’asyir di penjara sebelum beraksi. Restu Ba’asyir dianggap ampuh buat meyakinkan para pelaku bom bunuh diri untuk melakukan aksinya. Penolakan Ba’asyir terhadap demokrasi dan Pancasila, serta sikap bermusuhannya kepada orang yang berbeda pandangan, bisa dengan mudah dia tularkan kepada pengikut-pengikutnya.

Jokowi memiliki banyak perangkat untuk mempertahankan jabatannya pada pemilihan presiden mendatang. Tidak semestinya ia bermain-main dengan isu-isu mendasar semacam terorisme.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Politikus Demokrat Timo Pangerang Diduga Rangkap Jabatan, Ada Indikasi Benturan Kepentingan di LPS

9 hari lalu

Andi Timo Pangerang. Foto: Facebook
Politikus Demokrat Timo Pangerang Diduga Rangkap Jabatan, Ada Indikasi Benturan Kepentingan di LPS

Politikus Partai Demokrat A.P.A Timo Pangerang diduga rangkap jabatan sebagai kader partai dan anggota Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)


Dua Begal Terekam CCTV Saat Beraksi di Grogol Petamburan, Ditangkap di Kuningan dan Bogor

15 hari lalu

Ilustrasi begal / penyerangan dengan senjata tajam / klitih / perampokan. Shutterstock
Dua Begal Terekam CCTV Saat Beraksi di Grogol Petamburan, Ditangkap di Kuningan dan Bogor

Unit Reskrim Polsek Grogol Petamburan Jakarta Barat mengungkap motif di balik aksi begal ponsel di warteg wilayah Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.


Pantang Menyerah Lawan Kanker Ginjal, Vidi Aldiano: Segala Ikhtiar Dilakukan

18 hari lalu

Vidi Aldiano mengunggah foto dirinya saat bertolak ke Koh Samui, Thailand untuk menjalani terapi melawan kanker ginjal. Foto: Instagram.
Pantang Menyerah Lawan Kanker Ginjal, Vidi Aldiano: Segala Ikhtiar Dilakukan

Vidi Aldiano mengaku mengalami serangan kecemasan saat transit di Bandara Changi, Singapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Thailand untuk terapi.


PLN Gandeng 28 Mitra Kembangkan Infrastruktur Catu Daya Kendaraan Listrik

21 hari lalu

Direktur Retail dan Niaga PLN Edi Srimulyanti saat menyampaikan sambutannya pada acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 28 mitra badan usaha terkait pengembangan dan penyediaan charging di PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UID Jaya) pada Rabu, 3 Juli 2024.
PLN Gandeng 28 Mitra Kembangkan Infrastruktur Catu Daya Kendaraan Listrik

PT PLN (Persero) melakukan langkah besar dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan menandatangani 30 set Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 28 mitra badan usaha terkait pengembangan dan penyediaan charging.


Deretan Film yang Diadaptasi dari Video Game

26 hari lalu

Film Detective Pikachu merupakan film Pokemon live-action pertama dan dikemas lebih modern.
Deretan Film yang Diadaptasi dari Video Game

Adaptasi film yang diambil dari video game menawarkan pengalaman menarik dan menghibur bagi penonton segala usia.


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

43 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

57 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

58 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

58 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

59 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.