Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Di Samarra

image-profil

Oleh

image-gnews
Iklan

-buat Ging

Adalah seorang saudagar di Kota Bagdad yang menyuruh pelayannya berbelanja ke pasar, tapi tak lama kemudian pelayan itu kembali, pucat pasi dan gemetar.
Tuan, katanya kepada majikannya, tadi di pasar ada seorang perempuan yang mendesak-desak hamba dari belakang. Ketika hamba menengok, hamba lihat ia Maut. Ia menatap hamba dan menggerakkan tangannya mengancam hamba. Hamba takut. Tuan pinjamilah hamba seekor kuda; hamba akan menyingkir dari kota ini. Hamba akan ke Samarra, agar Maut tak bisa menemukan hamba.
Dan saudagar itu pun iba dan meminjamkan kudanya kepada pelayan yang ketakutan itu, yang dengan segera bergegas pergi, melesat cepat.
Segera sesudah itu, saudagar itu memutuskan datang ke pasar sendiri. Ia melihat Maut di sana, dan bertanya, mengapa pelayannya diancam. Maut membantah: "Aku bukan menggerakkan tanganku untuk mengancam. Aku begitu karena aku terkejut dan heran, mengapa ia di pasar itu, sementara aku punya janji untuk bertemu dengan dia di Samarra."

Dongeng lama Mesopotamia ini dikisahkan kembali oleh pengarang Inggris, W. Somerset Maugham. Saya tak tahu mengapa dongeng itu hidup dari tahun ke tahun, menarik ataupun mengusik orang tiap kali. Adakah karena ia menyampaikan pesan bahwa kematian tak bisa dihindari dan orang harus menyerah, menyadari sia-sianya tiap ikhtiar mengelakkannya? Ataukah dongeng itu berharap kita menerima Maut sebagai kekuatan yang menakutkan dan licin dan suka mengecoh?
Maut, dalam dongeng itu, memang tak harus dipercaya. Di suatu zaman purba ketika perempuan cenderung diletakkan dalam posisi yang negatifkita ingat Hawa, bukan Adam, yang disebut sebagai oknum pertama yang mengikuti bujukan Setan untuk memakan buah terlarang di surgawajar jika Maut dalam dongeng itu dipersonifikasikan sebagai seorang perempuan. Sebagai perempuan, sulit dibayangkan Maut bisa membuat pelayan itu ketakutan hanya karena wajah yang dilihatnya di pasar itu tampak terkejut dan heran. Artinya, ia berdusta kepada saudagar yang baik hati itu. Ia mengatakan ia punya janji dengan si pelayan untuk bertemu dengan dia di Samarra, tapi kita tahu Maut tak pernah membuat janji sebelum mencabut nyawa. Ia mencegat.
Ajal sebagai sang pencegat itulah yang digambarkan sajak Chairil Anwar, "Cintaku Jauh di Pulau": di atas perahu, ketika menyeberangi selat, ketika laut menyenangkan dan perjalanan penuh semangat untuk menemui kekasih, mendadak Maut muncul:
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sajak itu memprotes: kematian adalah sebuah keputusan sepihak. Dalam sajaknya yang lain lagi, Chairil menyatakan bahwa "hidup hanya menunda kekalahan". Kematian adalah saat manusia kalah. Jika hidup pada dasarnya berangkat menuju kematian, betapa sia-sianya.
Tentu tak sesederhana itu: hidup bukan "hanya menunda kekalahan". Sajak "Cintaku Jauh di Pulau" juga menunjukkan, dalam perjalanan laut untuk menjumpai pacarsebelum Ajal muncullanskap mengasyikkan ("air tenang, angin mendayu") dan hati bergembira: ia sempat membawa oleh-oleh seraya hangat oleh harapan akan bertemu dengan orang yang dikasihi.
Dengan kata lain, hidup memang sebentar, tapi kefanaan bukan kutukan. Dalam ketidakabadian dunia, ada saat-saat yang sekejap, tapi intens, tak ternilai. Orang yang mengharapkan surga di hari kemudian seraya menista hidup hari ini tak mengaku bahwa bagi mereka Tuhan gagal sejak mula: Ia menciptakan dunia dan manusia yang hanya berharga untuk dimusnahkan.
Ada sebuah paradoks dalam Rubaiyat yang digubah Omar Khayyam di Persia di abad ke-11. Puisi termasyhur ini ditafsirkan sebagai penganjur gairah hidup, sambil menunjukkan betapa murungnya yang fana: karena hari ini hanya sebentar, dan besok kita tak akan ada lagi, mari berseru, carpe diem. Mari puaskan habis-habisan yang ada sekarang: sepotong roti, sebotol anggur, sejumlah puisi, pacar....
Tapi tak bisakah kita berdamai dengan Maut yang akan mencegat kita, Maut yang "memanggil dulu" sebelum kita sampai ke pulau?
Saya suka sebuah sajak Emily Dickinson, penyair perempuan dengan kuatren-kuatren yang lembut. Ia bersua Ajal yang ramah.
Because I could not stop for Death –
He kindly stopped for me –
The Carriage held but just Ourselves –
And Immortality

Dalam perjalananku yang tak bisa menunggunya, Maut datang dengan keretanya dan mengajakku naik, duduk berdua, bersama Keabadian....

Mungkin dongeng Mesopotamia yang saya kutip di atas perlu diubah: syahdan, di Samarradi daerah y.a.d.Ging, sahabat saya, sahabat kita, pergi, tanpa tubuhnya yang sakit, memasuki keheningan yang tak untuk dipahami. Ia meresap ke dalam istirahat yang penuh, di mana "fana" dan "abadi" tak dipikirkan lagi, tak penting lagi.

Goenawan Mohamad

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

18 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024