Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Peci dan Demokrasi

image-profil

image-gnews
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto, usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto, usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. ANTARA
Iklan

Bandung Mawardi
Kuncen Bilik Literasi

Ingatan akan tokoh mungkin ditentukan oleh benda yang dikenakan di kepala. Benda itu dinamai peci, kopiah, topi, atau surban. Sekian tokoh setia memilih tutup kepala sebagai penjelasan identitas, ideologi, dan religiositas. Di Indonesia, sejarah benda di atas kepala itu sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam.

Pengenaan tutup kepala terdokumentasi di relief candi dan kitab sastra. Keinginan mengetahui tutup kepala di masa silam bisa dibaca dalam buku Menelusuri Figur Bertopi dalam Relief Candi Zaman Majapahit: Pandangan Baru terhadap Fungsi Religius Candi-candi Periode Jawa Timur Abad ke-14 dan ke-15 (2014) garapan Lydia Kieven. Semula, ia beranggapan topi cuma persoalan mode busana. Penelitian ke Candi Jago, Candi Surowono, Candi Penataran, Candi Selotumpuk, Candi Gajah Mungkur, Candi Yudha, Candi Penampilan, dan Candi Selokelir mengubah anggapan itu. Kieven mulai terpikat narasi dalam relief figur bertopi. Figur itu penting untuk menguak sejarah, mengantar kita menelusuri selebrasi imajinasi mengacu ke cerita Panji. Topi tak cuma urusan busana, tapi juga menjelaskan status sosial, identitas, religiositas, pekerjaan, situasi batin, politik, dan asmara.

Hal itu bersambung ke awal abad XX. Kita mengingat kaum muda bingung memilih tutup kepala dalam mengungkapkan tanah asal, modernitas, dan nasionalisme. Abdul Rivai, Tjipto Mangoenkoesoemo, Mas Marco Kartodikromo, Semaoen, Sukarno, dan kaum elite terpelajar mulai mempertimbangkan jenis tutup kepala dan dampaknya. Kita membedakan mereka dari kebiasaan mengenakan blangkon, peci, dan topi. Pemberi makna besar atas tutup kepala adalah Sukarno, sejak ia muda dan menempuhi jalan politik pada 1920-1930-an. Ia memilih peci. Tutup kepala itu dipropagandakan sebagai makna revolusioner dan kepribadian Indonesia.

Sukarno mengakui peci itu sebagai simbol populisme. Dalihnya memilih peci saat adalah: "Aku memutuskan untuk mempertalikan diriku dengan sengaja kepada rakjat djelata." Peci menjadi komunikasi dalam gerakan nasionalisme (Cindy Adams, 1966). Seruan Sukarno: "Kita memerlukan suatu lambang daripada kepribadian Indonesia. Petji jang memberikan sifat khas perorangan ini, seperti jang dipakai oleh pekerdja-pekerdja dari bangsa Melaju, adalah asli kepunjaan kita…. Ajolah saudara-saudara, mari kita angkat kita punja kepala tinggi-tinggi dan memakai petji ini sebagai lambang Indonesia merdeka!" Sejak itu ada sejenis pengesahan politik-kultural, peci melambangkan nasionalisme dan identitas kebangsaan Indonesia.

Buku Soekarno: Arsitek Bangsa (2012) susunan Bob Hering memuat 125 foto Sukarno berpeci. Kita melihat Sukarno memang sering berpeci dalam berbagai kesempatan, sejak masih mahasiswa di Bandung pada 1926 hingga membaca teks proklamasi pada 1945.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Peci tak melulu berkaitan dengan politik atau revolusi. Pada tahun-tahun setelah merdeka, Indonesia ingin "terhibur" dari kecamuk dan derita berkepanjangan akibat perang. Di Yogyakarta dan Solo, hiburan itu adalah dagelan. Pada masa revolusi, ada lelaki asal Yogyakarta malah mengajak orang-orang tertawa, jeda dari pekik dan tangisan. Ia bernama Basiyo. Peran pelawak itu diceritakan Karkono Partokoesoemo dalam Kagoenan Djawi terbitan Kolff-Buning, Yogyakarta. Pengisahan dilengkapi foto Basiyo saat masih muda. Lihat, pelawak itu berpeci! Ia tampak ganteng dan rapi meski memiliki pikiran-pikiran yang sering menimbulkan gempa tawa di Jawa selama 1930-an sampai 1970-an. Penampilan itu membuktikan bahwa peci sudah menjadi keutamaan bagi manusia Indonesia, dari pelawak sampai penguasa.

Kegandrungan mengenakan peci terus berkembang. Lakon demokrasi di Indonesia kini malah sudah khas dengan peci. Para presiden, menteri, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan pejabat sering berpeci di acara-acara resmi. Foto formal mereka pun berpeci.

Kampanye Sukarno tampaknya berhasil, tapi makna peci gampang dimanfaatkan di pelbagai kasus politik atau hukum. Pada masa setelah keruntuhan rezim Orde Baru, pengungkapkan kasus-kasus korupsi mengantar ratusan orang masuk ke pengadilan. Mereka sering memilih mengenakan peci. Pemandangan itu membuat publik marah dan kecewa. Publik membandingkan kebiasaan para koruptor: sebelum dan setelah di sidang. Mereka mendadak mengenakan peci dalam sidang-sidang berlagak saleh, bertobat, atau santun. Para koruptor berpeci itu memicu tawa dan marah.

Nanti, empat tokoh akan berpeci di lembaran surat suara resmi produksi Komisi Pemilihan Umum untuk dicoblos pada 17 April 2019. Peci tetap bercerita tentang demokrasi.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

23 jam lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

14 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

15 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

22 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

41 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

50 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024