Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengapa Tarif Batas Bawah Tak Perlu

image-profil

image-gnews
Dua pramugari maskapai Citilink Indonesia dengan menggunakan seragam baru sebelum mengikuti penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya di Bandara Internsional Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Mei 2018. Dua seragam baru ini resmi dikenakan pada seluruh penerbangan Citilink. ANTARA/Aprillio Akbar.
Dua pramugari maskapai Citilink Indonesia dengan menggunakan seragam baru sebelum mengikuti penerbangan perdana seragam baru Citilink Indonesia rute Jakarta-Surabaya di Bandara Internsional Soekarno-Hatta, Tangerang, 14 Mei 2018. Dua seragam baru ini resmi dikenakan pada seluruh penerbangan Citilink. ANTARA/Aprillio Akbar.
Iklan

Aru Armando
Investigator Utama Kesekretariatan Jenderal KPPU

Tarif transportasi adalah topik yang paling banyak menyita perhatian. Yang kita kenal saat ini adalah penggunaan tarif batas bawah dan tarif batas atas. Kata "batas" menunjukkan angka yang menjadi patokan. Penetapan tarif ini dikeluarkan regulator atau pemerintah dalam bentuk peraturan untuk dilaksanakan pelaku usaha sektor transportasi. Untuk batas bawah, terkadang ada pelaku usaha yang menyimpangkannya dengan alasan diskon yang sifatnya sementara. Biasanya ini disebut dengan marketing gimmick.

Dalam beberapa kesempatan, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyuarakan ketidaksetujuan saat pemerintah mengumumkan penetapan tarif batas bawah dalam sektor transportasi. Bahkan sikap KPPU ini sudah disuarakan jauh hari ketika pemerintah menetapkan tarif batas bawah tiket pesawat terbang. Paling tidak, hampir lima tahun lalu, KPPU sudah menyatakan hal ini. Ketua KPPU saat itu, Nawir Messi, menyatakan Indonesia telah mengambil langkah mundur ketika menetapkan tarif batas bawah.

Paling tidak, ada dua hal yang menjadi alasan pemerintah mengatur besaran tarif batas bawah ini: alasan keselamatan serta kekhawatiran perang tarif antar-operator. Namun faktor keselamatan tidak ada korelasinya dengan kebijakan tarif karena keselamatan sifatnya pasti dan tetap sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP). Jika dikaitkan dengan struktur tarif, aspek keselamatan adalah biaya tetap. Jika ada operator menetapkan tarif murah dengan mengorbankan aspek keselamatan, itu sudah menjadi tugas pemerintah untuk menertibkannya, bahkan bila perlu dengan sanksi.

Alasan perang tarif juga kurang tepat karena hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Pasal 20 undang-undang itu menyatakan, "Pelaku usaha dilarang melakukan pemasokan barang dan atau jasa dengan cara melakukan jual rugi atau menetapkan harga yang sangat rendah dengan maksud untuk menyingkirkan atau mematikan usaha pesaingnya di pasar bersangkutan sehingga dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat". Jadi, perilaku predatory pricing atau jual rugi sudah diatur serta menjadi tugas dan wewenang KPPU untuk menghukum atau menjatuhkan sanksi jika ada yang melanggar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dengan adanya tarif batas bawah, tidak ada insentif buat pelaku usaha untuk melakukan inovasi dan efisiensi karena tarif sudah dipatok atau ditetapkan. Padahal bisa jadi mereka dapat menjual jasanya di bawah tarif yang sudah ditetapkan. Singkat kata, pelaku usaha, operator, atau penyedia layanan tidak akan terdorong melakukan persaingan yang lebih kompetitif dengan pesaingnya di pasar. Padahal persaingan yang sehat itu justru akan menguntungkan konsumen.

Selain itu, pengaturan mengenai tarif batas bawah berpotensi-jika tidak ingin dikatakan pasti-menaikkan harga pada masa depan. Tarif batas bawah yang ditetapkan pasti dihitung berdasarkan pola tertentu dengan memperhatikan kondisi tertentu. Contohnya, tarif dihitung berdasarkan komponen tertentu, seperti harga bahan bakar, upah buruh, dan pengaruh nilai tukar mata uang. Dengan adanya penetapan tarif batas bawah, potensi besaran tarif menjadi sangat terbuka untuk naik secara berkala. Jika komponen-komponen pembentuk harga naik, pelaku usaha, operator, atau penyedia jasa bisa menggunakan dalih kenaikan salah satu komponen untuk meminta kepada regulator atau pemerintah menaikkan tarif batas bawah. Padahal pelaku usaha tersebut bisa melakukan inovasi atau efisiensi untuk menyesuaikannya dengan perubahan situasi dan kondisi tanpa perlu menaikkan harga atau minimal penyesuaian harga yang normal dan seminim mungkin.

Berbeda dengan tarif bawah, tarif batas atas masih sangat relevan untuk diatur. Hal tersebut untuk melindungi konsumen pengguna jasa layanan dari praktik penyalahgunaan penetapan tarif yang eksesif dari pelaku usaha, operator, atau penyedia layanan.

Singkat kata, kebijakan penetapan tarif seyogianya menganut prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat sehingga tujuan lahirnya Undang-Undang Persaingan Usaha tercapai. Tujuannya, menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui persaingan usaha yang sehat, mencegah praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, serta terciptanya efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024