Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Salah Kaprah Menindak Pelacuran

Oleh

image-gnews
ilustrasi perempuan teraniaya (pixabay.com)
ilustrasi perempuan teraniaya (pixabay.com)
Iklan

TAK seharusnya polisi mengumbar drama penangkapan Vanessa Angel yang mereka tuduh menjalankan praktik prostitusi di sebuah hotel di Surabaya pekan lalu. Kalaupun benar Vanessa menjual jasa layanan seksual, polisi tak seharusnya menindak dia, melainkan muncikari yang menjadi perantara transaksi dengan jerat perdagangan manusia.

Polisi tak seharusnya pula menggerebek Vanessa yang konon sedang bersama laki-laki hidung belang yang memesannya di hotel tersebut. Bagaimanapun, Vanessa punya hak privasi di tempat privat. Polisi bisa menunggunya di luar hotel, lalu memeriksanya untuk mendapatkan bahan buat menjerat sang germo, pelaku kejahatan sebenarnya.

Dari kacamata hukum positif, sebagai manusia bebas, Vanessa punya hak atas tubuhnya sendiri. Persoalan moral adalah urusan dia dengan Yang Mahakuasa. Prostitusi menjadi kriminal jika ia melibatkan pihak ketiga, mereka yang menjadi perantara transaksi. Seperti diatur dalam hukum pidana, muncikari adalah penjahat sebenarnya karena menangguk keuntungan dari perbuatan asusila orang lain.

Polisi juga terkesan main-main dengan hanya mengungkap inisial nama pembeli jasa Vanessa. Penyembunyian itu mengundang kecurigaan bahwa polisi menjebak Vanessa hanya untuk membuat kehebohanbukan penegakan hukum memberantas pelacuran. Mengumbar Vanessa dengan drama televisi akan berhenti pada sensasi semata. Jika polisi serius ingin memberantas prostitusi, Vanessa seharusnya menjadi saksi mahkota yang identitasnya dirahasiakan untuk membongkar jaringan di belakangnya. Cara ini bukan tak mungkin malah lebih efektif mengungkap kejahatan lebih besar, yakni korupsi. Menurut catatan Komisi Pemberantasan Korupsi, pelacur kerap dipakai sebagai materi suap dari kontraktor penerima proyek kepada pejabat pemerintah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menjadikan Vanessa tokoh utama pelacuran juga berujung pada penghakiman publik terhadap perempuan. Sama seperti komoditas jual-beli, prostitusi melibatkan penjual dan pembeli. Tak seharusnya Vanessa menanggung sendiri penghakiman publik yang mengatasnamakan moral masyarakat. Kini Vanessa tak hanya menjadi korban muncikari, tapi juga korban stereotipe budaya patriarki yang menganggap pelacuran terjadi hanya karena kerusakan moral perempuan. Ia juga telah menjadi korban pelanggaran asas praduga tidak bersalah.

Sebuah otokritik: media massa sayangnya telah pula mengamplifikasi klaim sepihak polisi. Semua cerita yang disampaikan "aparat penegak hukum" ditelan mentah-mentah tanpa sikap kritis. Penggerebekan Vanessa diterima sebagai kewajaran. Pertanyaan sederhana misalnya tak diajukan: apa pentingnya menggerebek Vanessa jika secara hukum yang mesti menanggung salah adalah sang muncikari? Yang juga menyedihkan: pemberitaan media massa menjadi bahan gunjingan para pendukung budaya patriarki di media sosial lewat pelbagai meme dan komentar.

Pelacuran adalah profesi paling tua di muka bumi. Penggunaan argumentasi moral tidak akan mengakhiri pekerjaan itu. Mengurangi pelacuran merupakan cara bijak dan realistis ketimbang berambisi menghilangkannya sama sekali. Memberantas kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan baru merupakan langkah strategis yang lebih mendasar.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024