Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Saatnya Korban Bicara

Oleh

image-gnews
Ilustrasi Pemerkosaan. shutterstock.com
Ilustrasi Pemerkosaan. shutterstock.com
Iklan

KEBERANIAN Rizky Amelia, pegawai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, mengungkap pemerkosaan dan perundungan seksual yang menimpanya berkalikali dalam dua tahun terakhir harus didukung. Apa yang dilakukan perempuan 27 tahun ini sungguh tak mudah, mengingat terduga pelaku adalah atasannya sendiri, anggotaDewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan Baharuddin, dan kantor tempatnya bekerja seolah olah menutup mata.

Keberanian Amel begitu dia biasa disapa muncul seiring dengan era baru ketika perempuan korban kekerasan seksual di seluruh dunia menolak untuk terus dibungkam. Selama ini, dengan dalih takut kehilangan pekerjaan atau akses finansial, mereka cenderung diam dan pasrah menjadi korban perundungan seksual. Kini tidak lagi.

Gerakan global yang disebut sebagai #MeToo atau "Saya Juga" ini berawal dari pengungkapan kasuskasus perundungan seksual yang dilakukan para pembesar dan selebritas Hollywood di Amerika Serikat pada Oktober 2017. Dari produser film Harvey Weinstein, aktor gaek Bill Cosby, sampai komedian Louis C.K. harus kehilangan posisi dan pekerjaan setelah perilaku miring mereka diekspos para korban. Gerakan #MeToo menginspirasi banyak korban untuk mulai berbicara dengan terbuka mengenai kekerasan seksual yang mereka alami.

Apa yang menimpa Amel di tempat kerjanya tidaklah unik. Banyak kasus serupa terjadi di tempat lain. Komisi Nasional AntiKekerasan terhadap Perempuan mencatat ada tren kenaikan jumlah kekerasan seksual terhadap perempuan setiap tahun. Tahun lalu, angkanya naik 37 persen dibanding tahun sebelumnya. Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan intensitas kasus kekerasan seksual adalah rendahnya kesadaran publik akan masalah ini. Masyarakat cenderung permisif terhadap kekerasan seksual dan kerap menyalahkan perempuan.

Karena itulah, ketika Amel pertama kali melaporkan peristiwa yang dialaminya dua tahun silam, tak aneh jika tak ada satu pun atasannya yang tergerak bertindak. Ketika November lalu Amel kembali dilecehkan dan disebut tak becus bekerja karena tak mau lagi menjadi korban kekerasan seksual, lagi-lagi sistem pengawasan di BPJS Ketenagakerjaan gagal bekerja. Pengaduan yang disampaikan Amel dijawab dengan pemberhentian.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Semestinya, sejak Amel pertama kali melaporkan apa yang dialaminya kepada atasannya, BPJS merespons laporan itu dan meneruskan pengaduan Amel ke Dewan Jaminan Sosial Nasional. Dewan ini bisa membentuk panel ad hoc untuk memeriksa laporan itu. Tidak segera dilaporkannya kasus pemerkosaan Amel kepada aparat penegak hukum ketika pertama kali terjadi dua tahun silam adalah dampak langsung dari tidak adanya sistem pendukung untuk korban di lingkungan BPJS sendiri.

Sebagai lembaga publik yang mengelola dana ratusan triliun rupiah dari jutaan pekerja, BPJS harus segera memperbaiki diri. Lembaga itu harus punya mekanisme pelindungan atas perempuan dan pencegahan perundungan seksual di tempat kerja. Jika tidak, BPJS bisa dituduh ikut andil memelihara kondisi kerja yang tidak setara dan bias gender.

Sebenarnya, tragedi yang menimpa Amel bisa dicegah jika kita memiliki payung hukum yang melindungi korban secara menyeluruh. Itulah mengapa pengesahan Rancangan UndangUndang Penghapusan Kekerasan Seksual di Dewan Perwakilan Rakyat kian mendesak. Urgensi legislasi ini terus meningkat setiap kali ada kasus kekerasan seksual. Keberanian Amel berbicara seharusnya menjadi inspirasi agar Senayan bergegas.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024