Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Buazizi

image-profil

Oleh

image-gnews
Iklan

Dimulai dengan Buazizi.

Sekitar pukul 10 malam, 16 Desember 2010, pedagang kaki lima Tunisia yang hidup pas-pasan di Kota Sidi Bouzid ini mendapat pinjaman uang sekitar tiga juta rupiah untuk membeli barang yang hendak dijajakannya esok. Pagi-pagi, pukul 08.00, ia menggelar dagangannya di sebuah sudut jalan.

Tapi dua jam kemudian polisi datang. Buazizi dianggap tak punya izin berdagang; barang-barangnya disita.

Polisi dan pemerintah kota tak peduli bahwa pemuda berumur 26 tahun itu jadi pedagang kaki lima untuk menanggung biaya hidup ibu, pamannya yang sakit-sakitan, dan enam adiknya. Buazizi sendiri, sejak berumur 10 tahun, tak bisa bersekolah lagi; dari Dusun Sidi Salah yang 19 kilometer jauhnya, ia harus cari nafkah di kota pedalaman yang sepertiga penduduknya menganggur. Ia berada di tingkat terbawah masyarakat Sidi Bouzid: baginya tak terbuka alternatif apa pun-termasuk untuk selamat dengan menyuap petugas dan, kini, untuk mengembalikan uang tiga juta.

Pada 17 Desember, Buazizi membakar diri.

Ia mati. Tapi tiba-tiba ia bertaut dengan sehimpun bara dalam sekam. Ia tidak hanya menyalakan protes atas penindasan dan ketimpangan sosial di kotanya, tapi jadi rasa pedih dan marah di seluruh dunia Arab-tempat rakyat bertahun-tahun menanggungkan sakit dan miskin, tak diperlakukan adil, dibungkam.

Bunuh diri Buazizi diikuti banyak orang: enam bulan setelah ia dimakamkan, di Tunisia, ada 107 pemuda melarat mencoba membakar diri; sekitar tiga orang melakukan hal yang sama di Aljazair.

Pembangkangan yang putus asa itu jadi sesuatu yang menyebar. Sebuah kejadian yang singular dengan segera jadi plural-dan revolusi yang disebut "Musim Semi Arab" berkecamuk, mengubah wilayah itu dan mengubah dunia. Suatu energi yang universal meletup, mengoyak situasi yang ada di pelbagai tempat; ia disambut di mana-mana: Buazizi benar!

Demikianlah kebenaran muncul setelah bertahun-tahun diringkus, tanpa rumusan dan ajaran yang siap sebelumnya. Kebenaran, di sini, berarti sesuatu yang dilahirkan, bahkan diproduksi, dari sebuah aksi yang tak dirancang, tak disangka-sangka.

Sebenarnya genting. Kebenaran tak pernah bisa diformulakan. Kebenaran tak identik dengan kepastian.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Seperti di hari-hari ini. Dalam keadaan tak pasti, kebenaran terdesak beribu-ribu klaim. Akhirnya orang menerima "pasca-kebenaran" sebagai sesuatu yang normal-meskipun "pasca-kebenaran", seperti dipamerkan Donald Trump, sebenarnya "anti-kebenaran".

"Musim Semi Arab" dengan cepat jadi musim yang menakutkan. Api yang membakar Buazizi jadi api yang menghanguskan elan politik pembebasan dari kaki lima Tunisia. Perubahan politik jadi penyusunan tata dan lembaga, melalui persaingan wacana dan kompetisi kekuatan. Pemberontakan yang digerakkan sebuah panggilan moral yang universal berubah jadi prosedur pembagian posisi, melalui kalkulasi dan negosiasi pihak-pihak yang bersaing dan bertentangan. Jacques Rancière akan menggambarkan keadaan ini sebagai transformasi "Politik"-dalam arti perjuangan ke arah kesetaraan-jadi "Polisi", lembaga yang menegakkan hierarki dan tak jarang menindas.

Dalam proses itu, yang universal pun dibuang. Kebenaranku tak mungkin bertemu dengan kebenaranmu; alasan moralku tak bisa sesuai dengan alasan moralmu.

Akhirnya, pembunuhan. Pembinasaan dihalalkan. "Khilafat" di Timur Tengah yang dicoba ditegakkan pasca-"guncangan Buazizi" adalah contoh bagaimana nilai-nilai universal dihilangkan. Islam diubah dari agama yang meyakini Tuhan Yang Maha-Akbar jadi identitas yang menyempit dan sektarian, jadi doktrin jihadi yang mengkafirkan "mereka" dan membasmi apa saja yang "bukan-kami". Dan Islam pun jadi "Polisi".

Seperti Stalinisme. Setelah Revolusi Sosialis di Rusia tahun 1917, yang ingin melahirkan kesetaraan dan emansipasi manusia, Stalin berkuasa. Kaum Stalinis pun menegakkan kediktatoran di atas proletariat, di atas Partai bersama. Mereka mengharamkan apa saja-"humanisme", juga kebenaran-yang universal. Bagi mereka, yang boleh berlaku hanya "kebenaran proletariat". Mereka lupa bahwa "proletariat" bukan identitas yang mandek. Sejarah akan membuat proletariat jadi kelas yang universal, ketika kapitalisme akhirnya meringkus siapa saja.

Di masa Stalin itulah tokoh-tokoh Marxis terkemuka, seperti Trotsky, dilibas. Revolusi mengeremus anak-anaknya sendiri. Yang universal dikhianati bahkan di antara sesama kawan seperjuangan. Di abad ke-21, di Timur Tengah dan Afganistan, Taliban tak bisa berjabat tangan dengan ISIS, dan ISIS makin terkucil dalam kekejamannya.

Haruskah demikian?

Di tahun-tahun ketika dunia dihantui ketidakadilan dan pemberontakan jadi alternatif yang menarik, Albert Camus menulis L’Homme Révolté dengan kalimat yang termasyhur: Je me révolte donc nous sommes: aku berontak, maka kita ada. Aku bukan berontak untuk diriku sendiri; aku berontak karena ada sesuatu yang universal, yang membangun "kita", dalam pembangkangan itu.

Dengan itulah kita menghormati Buazizi.

Goenawan Mohamad

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

8 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

23 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

23 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

24 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

30 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

58 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024