Mengarungi Kehidupan Dasar Laut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aquaman, film tayang di bioskop Indonesia 26 Desember 2018, bercerita tentang pertarungan di dasar laut. Warner Bros Pictures/aquamanmovie.com

    Aquaman, film tayang di bioskop Indonesia 26 Desember 2018, bercerita tentang pertarungan di dasar laut. Warner Bros Pictures/aquamanmovie.com

    Nun jauh di dasar laut yang paling dalam, di tubuhnya yang paling rahasia, terdamparlah sebuah peradaban Atlantis. Bukan hanya di daratan, para manusia lautpun sibuk berebut tahta.  

    Adalah Arthur Curry (Jason Momoa), putera half breed, atau keturunan perkawinan campur manusia biasa Thomas Curry (Temuera Morrison), penjaga Mercusuar yang jatuh cinta dan menikah dengan Puteri Atlanna (Nicole Kidman), puteri raja Atlantis. Pasangan itu tahu, perkawinan mereka suatu saat akan ‘terganggu’, karena Atlanna terus menerus dipanggil pulang ke dasar laut. Maka ketika suatu hari dia harus ‘kembali’, Thomas membesarkan Arthur sendirian sembari setiap pagi mengunjungi dermaga untuk menanti sang isteri kembali.

    Arthur tumbuh menjadi seorang anak lelaki yang mampu berkomunikasi dengan mahluk dari dasar laut. Sama seperti adegan Harry Potter kecil yang begitu saja ‘berbincang’ dengan ular pada acara kunjungan sekolah , si kecil Arthur yang juga dirundung anak-anak berandal lantas membungkam mereka karena kemampuannya membuat para ikan hiu yang mengerikan itu tunduk padanya.

    Sementara Arthur akhirnya berhasil mengadaptasikan diri dengan kehidupan darat sebagai bagian dari masyarakat manusia biasa, di dasar laut terjadi ‘saling tikam’ karena adik tiri Arthur, Orm (Patrick Wilson) si blonda jahat –yang berfungsi menjadi semacam Draco Malfoy dalam jagat Harry Potter ---berambisi untuk menjadi penguasa tujuh lautan.

    Sudah bisa diperkirakan, Arthur atau Aquaman diperlukan kehadirannya di perut laut untuk mengamankan situasi. Si cantik Mera (Amber Heard), puteri dari Raja Nereus membujuk Arthur untuk kembali ke kampung halaman, karena Orm mempunyai niat besar menghajar mahluk daratan.

    Rebutan tahta dan puteri cantik antar kakak-beradik tentu bukan barang baru. Tetapi film superhero terbaru ini menjadi menarik karena dua hal: pertama, serial Aquaman versi komik (tokoh ini pertamakali diperkenalkan tahun 1941) untuk waktu yang lama kurang diterima dengan sikap serius sebagaimana superhero lainnya. Manusia yang “mampu berbincang dengan ikan” atau “temannya ikan tuna” bukanlah sosok superhero yang lazim. Penampilan Aquaman yang terus menerus berubah , dari blonda cepak, hingga akhirnya panjang kecokelatan juga tak membantu memori para penggemar komik. Kedua, sutradara juga mempunyai tantangan untuk memvisualisasikan kehidupan di dasar laut yang membutuhkan imajinasi tak terbatas dantak terduga. Bukan saja sekedar membuat penonton yakin bahwa mereka bisa berbincang seperti manusia biasa (dengan suara) di dalam air.

    Bahwa Jason Momoa kemudian terpilih memerankan Aquaman, maka sudah terasa semacam ‘kredibilitas’ sang tokoh.  Bukan saja dari penampilannya yang gigantik dengan rambut panjang yang awut-awutan dan suara yang menggelegar,  tetapi juga karena penonton sudah menyaksikan perannya yang meyakinkan dalam Game of Thrones , sebuah campuran elemen ‘purba’ dan fantasi. Dan itulah yang dibutuhkan sosok Aquaman yang belasan tahun seolah tak pernah memperoleh legitimasi di antara ‘rekan-rekan’ sesama superhero di Justice League kini menjadi sosok yang lebih meyakinkan.

    Jason Momoa memerankan Arthur Curry dan Aquaman dengan serius. Tetapi tentu saja, seperti para superhero lainnya selain Batman yang senantiasa murung (kita memberi perkecualian pada Batman versi George Clooney yang cengar cengir terus), Aquaman tentu saja selalu mencelat dengan kalimat-kalimat ejekan dan humor. 

    Tetapi adalah visualisasi kehidupan Aquaman di dasar laut, yang melesat hingga ke labirin dan menguak berbagai ceruk baru. Dalam pencarian Aquaman untuk senjata masa lalu itu, dia bukan saja harus menebak dan menjawab berbagai teka teki seperti permainan anak-anak, tetapi dia juga harus melalui trench, kawasan palung yang penuh sesak dengan berisi ratusan ribu –atau mungkin jutaan mahluk jahat yang disebut trench yang memakan apa saja yang mereka inginkan dan air liurnya bisa melumpuhkan manusia biasa.

    Berenang, menghantam dan menghindar dari air liur trench yang mengerikan itu adalah adegan yang panjang sekaligus terasa baru (dibanding beberapa adegan Aquaman yang sesekali agak mirip Iron Man). Bagian inilah yang membuat film Aquaman jadi unik dan hanya bisa dilakukan seseorang yang berasal dari dua dunia seperti Aquaman.

    Perkelahian Aquaman dengan adik tirinya pun sebuah adegan yang jauh lebih asyik daripada mendengarkan perkelahian verbal yang isinya sekedar tukar menukar ucapan maskulin.

    Satu hal yang mungkin penting bagi penggemar superhero DC, kali ini Aquaman sudah memenuhi kredibilitasnya. Mungkin  belum mencapai taraf kedalam Batman dan Superman, tetapi dia sudah mulai memiliki roh. Sosok Aquaman kali ini sudah membuat kita yakin betapa dasar laut memiliki begitu banyak cerita dan rahasia.

    AQUAMAN

    Sutradara: James Wan

    Skenario: David Leslie, Johnson-McGoldrick, Will Beall

    Berdasarkan “Aqua Man” karya  Mort Weisinger dan Paul Norris

    Pemain: Jason Momoa,  Amber Heard, Patrick Wilson, Willem Dafoe, Nicole Kidman, Dolph Lundgren, Yahya Abdul-Mateen II


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok Bebas, BTP Berencana Masuk Bisnis Minyak dan Televisi

    Pengacara Basuki Tjahaja Purnama, Teguh Samudera menyampaikan bahwa setelah Ahok bebas, kliennya akan menekuni bisnis minyak dan terjun ke televisi.