Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sinyal Bahaya Industri Baja

Oleh

image-gnews
Dua pekerja mengamati proses produksi baja di PT Gunung Steel Group di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 26 Februari 2015. Penyerapan tenaga kerja di industri baja sebanyak 200.000 orang. TEMPO/Tony Hartawan
Dua pekerja mengamati proses produksi baja di PT Gunung Steel Group di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, 26 Februari 2015. Penyerapan tenaga kerja di industri baja sebanyak 200.000 orang. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

PEMERINTAH sudah saatnya menertibkan pabrik baja berteknologi tungku induksi (induction furnace) yang makin menjamur. Teknologi sederhana ini berbiaya murah, tapi tidak bisa menghasilkan baja beton yang benar-benar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Proses produksi lewat tungku induksi juga tidak ramah lingkungan.

Baja tungku induksi boleh jadi digunakan pula oleh sejumlah perusahaan konstruksi untuk mengerjakan proyek pemerintah. Peredaran produk ini merusak persaingan industri baja karena harganya murah. Masyarakat menyebut produk itu sebagai besi banci atau non-SNI. Produk ini amat berbahaya jika digunakan untuk proyek infrastruktur. Layak dicurigai, penyebab sederet insiden proyek infrastruktur juga berkaitan dengan mutu baja yang dipakai.

Insiden proyek infrastruktur telah terjadi delapan kali sejak September 2017. Sebagian besar insiden ini merupakan kegagalan konstruksi. Kendati penyebab sesungguhnya tidak pernah diungkapkan, penggunaan baja tungku induksi diduga memiliki andil. Semestinya pengusutan sejumlah insiden itu dilakukan secara tuntas dan hasilnya diumumkan ke publik.

Pabrik baja tungku induksi sebetulnya masuk kategori industri rumah tangga. Biaya investasinya relatif kecil. Teknologinya pun sederhana. Lazimnya, teknologi tanur induksi dipakai untuk pengecoran, bukan untuk membikin besi beton. Kualitas besi beton yang dihasilkan amat rendah karena tidak melewati tahap pemurnian dan homogenisasi seperti peleburan baja blast furnace dan electric arc furnace, yang digunakan perusahaan besar seperti PT Krakatau Steel.

Tak hanya mengacaukan persaingan industri baja, pabrik baja tungku induksi juga mencemari lingkungan. Sejumlah penelitian menyimpulkan, teknologi ini menyebabkan polusi yang bisa berakibat buruk terhadap warga di sekitar pabrik. Cina, sebagai negara asal pabrik-pabrik itu, sudah sejak 2010 melarang teknologi tungku induksi untuk besi beton. Akibatnya, 2.000 pabrik terpaksa tutup dan direlokasi ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Ratusan pabrik tungku induksi hingga kini masih beroperasi di sejumlah daerah di negara kita.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Persaingan industri baja makin kurang sehat karena adanya kelonggaran impor baja. Celakanya, banyak importir mengakali tarif bea masuk sehingga berhasil "menghemat" kewajiban menyetor kepada negara triliunan rupiah. Mereka menghindari pembayaran most favourable nations, tarif bea masuk yang dikenakan atas barang impor dari negara yang tidak memiliki perjanjian khusus dengan Indonesia, dan pengalihan pos tarif baja karbon menjadi baja paduan. Jangan heran jika importir bisa menjual baja lebih murah.

Longgarnya kebijakan impor baja itu perlu ditinjau kembali karena menyebabkan industri baja nasional tertekan. Ironi pun muncul: ketika negara tengah giat membangun proyek infrastruktur, banyak produsen baja dalam negeri justru bangkrut. PT Krakatau Steel, produsen baja milik negara, pun kembang-kempis terkena imbas persaingan tak sehat itu.

Pemerintah harus segera pula menertibkan pabrik baja tungku induksi dan memperketat penerapan SNI untuk produk baja. Sebaiknya pabrik berteknologi tanur induksi dilarang membuat besi beton dan diarahkan membuat produk lain. Tanpa kebijakan yang jelas dan tepat di bidang industri dan perdagangan, industri baja dalam negeri akan sulit berkembang.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

20 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

21 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

47 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024