Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Investigasi Independen untuk Papua

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian agar menangkap pelaku penembakan pekerja jalan Trans Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian agar menangkap pelaku penembakan pekerja jalan Trans Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra
Iklan

Penembakan terhadap sejumlah pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, menjadi bukti lemahnya perangkat negara dalam melindungi warganya. Puluhan pekerja PT Istaka Karya itu sedang merambah jalur terjal berliku untuk mewujudkan jalan Trans Papua, salah satu proyek besar cita-cita pemerintah untuk pemerataan pembangunan.

Sayangnya, mereka berangkat tanpa pengawalan. Padahal petugas keamanan tahu betul bahwa Kabupaten Nduga termasuk zona merah atau lokasi rawan karena kelompok bersenjata leluasa beroperasi. Sebelumnya, pada Maret 2016 dan Desember 2017, tiga pekerja Trans Papua tewas ditembak kelompok bersenjata di kabupaten tersebut. Rentetan peristiwa ini semestinya menjadi indikasi pentingnya penjagaan terhadap para pekerja.

Hingga kini belum jelas berapa orang di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, yang menjadi korban penembakan. Apakah 31 atau 24 orang? Semua masih simpang-siur. Sulit melakukan evakuasi karena medan yang berat. Dengan kondisi ini, pemerintah sebaiknya memberikan respons yang terukur, tidak gegabah, dan tak melakukan tindakan eksesif, seperti operasi militer.

Guna mencegah tindakan eksesif aparat keamanan, pemerintah sebaiknya membentuk tim investigasi independen. Tim ini bisa terdiri atas berbagai pihak, seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), pemerintah daerah, kepolisian, dan elemen masyarakat, khususnya yang bersinggungan dengan proyek Trans Papua.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Yang penting sekarang adalah mengetahui penyebab peristiwa penembakan tersebut dan menyeret pelakunya ke ranah hukum. Polisi menduga pelaku penembakan adalah kelompok Egianus Kogoya. Motifnya, sengaja menakut-nakuti supaya pembangunan Trans Papua tidak berjalan. Kelompok ini disinyalir menyandera belasan guru dan tenaga kesehatan di wilayah Mapenduma, Nduga, Oktober lalu. Kelompok itu juga dituding menyerang pos jaga TNI di Distrik Mbua, Nduga, tiga hari lalu. Klaim tersebut perlu dibuktikan lebih lanjut.

Tentu saja pengerahan aparat bersenjata tetap perlu untuk pengamanan. Ada banyak proyek pembangunan sedang berlangsung di Papua. Keamanan proyek-proyek tersebut harus dijamin, terutama di sejumlah daerah yang rawan. Tapi jangan berlebihan. Operasi yang berlebihan dan represif akan merugikan masyarakat. Jangan sampai pemerintah kehilangan simpati dunia karena tindakan aparat yang sembrono dan melanggar hak asasi manusia. Akan lebih baik kalau aparat bekerja sama dengan penduduk setempat.

Proyek Trans Papua sendiri membentang dari Papua Barat sampai Merauke sepanjang 3.259 kilometer. Tinggal 156 kilometer yang belum tersambung. Insiden penembakan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengetahui apa sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat Papua. Apakah mereka perlu dilibatkan dalam proses pembangunan proyek Trans Papua di lapangan, atau cukup duduk manis dan mendapat hasil yang mungkin belum mereka ketahui apa manfaatnya?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024