Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jangan Kalah oleh Preman

Oleh

image-gnews
Seorang pejalan kaki melewati karangan bunga yang berada di depan Polres Jakarta Barat, Jakarta, Jumat, 23 November 2018. Belasan karangan bunga ini berisi pesan mengapresiasi kerja Polres Jakarta Barat dalam memberantas premanisme. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Seorang pejalan kaki melewati karangan bunga yang berada di depan Polres Jakarta Barat, Jakarta, Jumat, 23 November 2018. Belasan karangan bunga ini berisi pesan mengapresiasi kerja Polres Jakarta Barat dalam memberantas premanisme. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Iklan

Kepolisian Resor Jakarta Barat sebenarnya belum pantas mendapat kiriman puluhan karangan bunga dari warga yang merasa tertolong oleh penangkapan Hercules Rozario Marshal dan komplotannya. Meski patut dipuji, penangkapan tersangka dugaan penyerangan, pemerasan, dan penguasaan lahan di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat, itu bukan prestasi luar biasa yang layak diganjar penghargaan. Aparat penegak hukum masih harus membuktikan kesungguhan mereka memberantas premanisme sebelum layak dielu-elukan khalayak ramai.

Alih-alih mendapat apresiasi, ada indikasi polisi justru terlambat mengatasi premanisme di Jakarta Barat. Hercules dan kawan-kawan sempat merajalela dan membuat resah warga di kawasan itu. Sejak tiga bulan lalu, bersama sekitar 60 anak buahnya, Hercules menduduki lahan plus rumah toko dan gudang di Jalan Daan Mogot. Dia juga melakukan kekerasan, intimidasi, dan pemerasan terhadap para penyewa ruko.

Pembiaran aksi premanisme semacam itu patut disesalkan. Mustahil polisi tidak mengetahui sepak terjang preman di wilayahnya, apalagi aksi mereka umumnya dilakukan secara beramai-ramai dan terang-terangan. Menyerang, mengancam, dan mengintimidasi adalah tindak pidana yang bukan merupakan delik aduan. Polisi seharusnya bertindak proaktif tanpa menunggu laporan dari masyarakat untuk menindak pelakunya.

Gerak cepat polisi memberangus aksi preman amat ditunggu publik. Apalagi, belakangan ini, ulah premanisme merebak di berbagai daerah di Indonesia, tak hanya di Jakarta. Mereka bergerak di berbagai sektor ekonomi dengan kedok menyediakan beragam jasa, dari memungut uang parkir, menjaga keamanan, sampai menagih utang. Padahal sebenarnya mereka mengintimidasi dan memeras warga setempat serta pemilik usaha. Keberadaan para preman ini menjadi biaya tambahan yang memberatkan pelaku ekonomi.

Sudah seharusnya polisi menjadikan pemberantasan premanisme sebagai salah satu prioritas kerja. Aksi premanisme, seperti pungutan liar dan pemerasan, amat mengganggu dunia usaha serta-dalam jangka panjang-mengganggu iklim investasi. Tak ada pengusaha yang tertarik menanam modal di negara yang membiarkan preman bebas merdeka. Pemberantasan premanisme akan menciptakan iklim yang sehat bagi pertumbuhan ekonomi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pemberantasan premanisme tak pandang bulu perlu didukung sepanjang berlangsung sesuai dengan prosedur hukum. Polisi tak boleh main hakim sendiri. Memberantas premanisme dengan aksi tembak di tempat ala operasi “petrus” di era Orde Baru jelas tak dapat ditoleransi.

Polisi tak boleh mengulangi kesalahan Operasi Cipta Kondisi yang digelar Kepolisian Daerah Metro Jaya sebulan menjelang Asian Games ke-18 pada pertengahan Agustus lalu. Sedikitnya 15 nyawa mereka yang dituduh preman melayang tertembus peluru polisi dalam operasi memburu penjahat jalanan itu. Hasil autopsi menunjukkan sebagian ditembak dari belakang atau dihabisi meski tak menunjukkan perlawanan. Pembunuhan ekstrayudisial semacam itu tak punya tempat di negara hukum seperti Indonesia.

Selain melanggar hak asasi manusia, pemberantasan premanisme dengan cara kekerasan semacam itu hanya akan memberikan terapi kejut sesaat. Setelah operasi mereda, kejahatan akan kembali merajalela. Premanisme hanya bisa diatasi dengan penegakan hukum yang adil dan konsisten. Kalau itu sudah dilakukan, barulah kita layak beramai-ramai mengirim bunga ucapan terima kasih ke kantor-kantor polisi.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

23 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

50 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024