Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cukup Sampai di Sini, Edy

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) menyematkan jaket kepada kapten timnas U-22 Hansamu Yama Pranata ketika pelepasan Timnas U-22 di Jakarta, 10 Agustus 2017. Timnas U-22 akan berlaga pada SEA Games XXIX Kuala Lumpur 2017 dengan target mendapatkan medali emas. ANTARA/Wahyu Putro A
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) menyematkan jaket kepada kapten timnas U-22 Hansamu Yama Pranata ketika pelepasan Timnas U-22 di Jakarta, 10 Agustus 2017. Timnas U-22 akan berlaga pada SEA Games XXIX Kuala Lumpur 2017 dengan target mendapatkan medali emas. ANTARA/Wahyu Putro A
Iklan

Edy Rahmayadi sepatutnya mempertimbangkan rangkap jabatannya sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Gubernur Sumatera Utara. Kegagalan beruntun tim nasional semestinya menjadi perhitungan penting bahwa mengurus asosiasi olahraga sebesar PSSI tak bisa dilakukan sambil lalu, melainkan perlu perhatian dan konsentrasi penuh.

Jebloknya prestasi tim nasional dalam Piala AFF 2018 menjadi petunjuk tegas soal tidak beresnya PSSI menyiapkan wakil Indonesia berlaga di pentas Asia Tenggara itu. Datang dengan target juara, tim nasional cuma bertengger di posisi keempat dari lima negara di fase grup. Kegagalan semestinya diakui dengan rendah hati, sedangkan Edy malah menyalahkan pihak lain, termasuk wartawan.

Terpilih dalam Kongres PSSI November 2016, pada kepengurusan Edy mulai bermunculan masalah, seperti isu pengaturan skor dan kekerasan antar-pendukung klub. Selama Edy menjabat, sembilan suporter tewas di dalam dan di luar stadion. Wajar jika publik mengaitkan kebobrokan sepak bola nasional dengan rangkap jabatan Edy. Mustahil organisasi yang bermarkas di Jakarta bisa berjalan mulus dengan pemimpin yang berdomisili di Medan. Terbukti, Komite Eksekutif PSSI mengeluh kesulitan menemuinya.

Dalam perhelatan AFF 2018, Edy tidak pernah menyemangati pasukan Garuda di stadion. Mengurus tim nasional hanyalah secuil dari setumpuk tugas PSSI, di samping membina pemain usia dini, kompetisi antar-kelompok usia, pelatihan wasit serta pelatih, dan lain-lain. Semuanya bertujuan membentuk tim nasional yang kuat. Kalau di muara saja dia tidak terlihat, bagaimana mungkin dia hadir di sektor lain?

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Edy juga menjabat Ketua Dewan Pembina PSMS Medan. Dia boleh saja menampik adanya konflik kepentingan. Namun sulit dibantah bahwa klub itu kerap beruntung. Misalnya saat nyaris tidak lolos verifikasi soal kelayakan stadion untuk berlaga di Liga 1, kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Maret lalu. Pada Oktober 2017, PSMS juga hanya diberi sanksi empat pertandingan sonder penonton pasca-kematian suporter Persita Tangerang yang diduga dikeroyok pendukung PSMS.

Statuta PSSI memang tidak mengatur soal rangkap jabatan. Namun, demi kelancaran organisasi, ketua umum haruslah orang yang bisa menyediakan sepenuh waktunya untuk mengurus sepak bola, olahraga terpopuler di dunia. Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia, Datuk Hamidin Mohammad Amin, yang terpilih pertengahan tahun ini, bisa menjadi contoh. Ia mantan bankir yang merangkak menjadi pengurus sepak bola dari level suporter klub, sebelum menapak menjadi orang nomor satu.

Pengurus PSSI bisa mengakomodasi suara suporter tim nasional lewat Kongres PSSI 2019, Januari mendatang. Jika agenda pergantian ketua umumyang masa tugasnya masih dua tahun lagitidak kunjung tercantum, asosiasi daerah dapat menginisiasi kongres luar biasa. Langkah konkret perlu diambil, mengingat terdapat sejumlah agenda penting sepak bola pada tahun depan, termasuk SEA Games dan kualifikasi Piala Asia U-23. Namun alangkah baiknya jika Edy yang memutuskan mengundurkan diri. Toh, dia sendiri mengakui "capek" dan "banyak urusan" saat ditanya soal keterpurukan tim nasional.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024