Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sengkarut Proyek Kereta Cepat

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Pemerintah memutuskan menghentikan sementara proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Pemerintah memutuskan menghentikan sementara proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Iklan

Penghentian sementara pengerjaan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung di jalan tol Jakarta-Cikampek memperlihatkan lemahnya perencanaan dalam pembangunan sarana transportasi tersebut. Hal ini juga menambah kental keraguan atas manfaat proyek tersebut bagi publik.

Moratorium pengerjaan proyek itukhusus di jalan tol Jakarta-Cikampek Kilometer 11-17 direncanakan berlangsung selama 3-4 bulan. Turut dihentikan sementara proyek kereta layang ringan (light rail transit/LRT). Pemerintah beralasan melakukan itu untuk mengurangi kemacetan, lantaran pada saat bersamaan tiga proyek tengah dikerjakan di ruas tersebut.

Kementerian Perhubungan memilih mendahulukan penyelesaian jalan tol layang Jakarta-Cikampek. Proyek itu diprioritaskan karena harus selesai sebelum Lebaran tahun depan. Sedangkan target penyelesaian proyek kereta cepat dan LRT masing-masing pada 2021 dan 2019.

Penghentian mungkin sudah sesuai dengan aspirasi masyarakat yang tak sabar menghadapi kemacetan. Tapi, di sisi lain, kemacetan itu sesungguhnya dampak dari kesalahan pemerintah dalam perencanaan. Seharusnya penetapan ketiga proyek di atas sudah memperhitungkan kemacetan yang bakal terjadi dan mempersiapkan solusinya.

Pemerintah dan konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-China (terdiri atas PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dan China Railway International Co) mengklaim penundaan proyek di jalan tol Jakarta-Cikampek itu tak akan membuat penyelesaiannya meleset dari target. Kebenarannya masih perlu ditunggu. Sejauh ini, kemajuan proyek tersebut belum menggembirakan. Pembebasan lahan proyek sepanjang 142,3 kilometer baru rampung 80 persen dan proses konstruksinya baru 3,2 persen.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kalaupun target penyelesaian itu tercapai, tantangan lebih besar menanti. Proyek senilai US$ 6,071 miliar atau sekitar Rp 85 triliun ini sejak awal sudah dikritik karena dinilai dipaksakan dan dilakukan tanpa kajian matang. Selain masalah lingkungan, ada keraguan investasi yang besar tersebut bisa cepat kembali.

Dana proyek yang mayoritas dipinjam dari China Development Bank bisa menjadi masalah. Dengan kondisi nilai tukar yang sempoyongan dan pendapatan proyek yang hanya didapat dalam rupiah, pinjaman dalam bentuk mata uang asing mengundang risiko besar. Nilai pengembalian utang plus bunga bisa bertambah berkali lipat.

Kondisi itu berpotensi menimbulkan lingkaran setan. Pengelola dan pemerintah akan kesulitan menentukan tarif yang pas. Tanpa subsidi, pengelola mendapat pemasukan besar. Tapi, jika tiket terlalu mahal, target penumpang yang ditetapkan68 ribu pada 2030ada kemungkinan sulit dicapai. Bila pemasukan lain dari bisnis berbasis transit tak bisa menutupi defisit yang ada, pengelola pun terancam merugi.

Skenario muram seperti itulah yang dikhawatirkan akan terjadi, memaksa pemerintah mengeluarkan subsidi yang akhirnya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Semestinya, proyek mercusuar yang berpotensi membebani pemerintah seperti kereta cepat ini dihindari sejak awal.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

11 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

25 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

26 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

26 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

27 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

33 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

52 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024