Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kesembronoan di Balik Tragedi Lion Air

Oleh

image-gnews
Petugas memeriksa kondisi pesawat terbang jenis Boeing 737 milik maskapai penerbanganLion Air sebelum terbang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/10/2018). ANTARA FOTO/Aji Styawan
Petugas memeriksa kondisi pesawat terbang jenis Boeing 737 milik maskapai penerbanganLion Air sebelum terbang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/10/2018). ANTARA FOTO/Aji Styawan
Iklan

Tragedi Lion Air telah mengaduk-aduk perasaan khalayak: rasa duka bercampur dengan geram dan cemas. Publik berduka atas nasib 189 penumpang dan awak pesawat JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Senin pagi pekan lalu. Sekalipun sebagian puing pesawat dan kotak hitam sudah diangkat, hingga kini belum semua jenazah korban ditemukan.

Rasa geram muncul setelah disadari bahwa tragedi itu mungkin bisa dihindari andai Lion Air tak sembrono melepas pesawat yang sebelumnya sudah rewel. Kini orang pun waswas naik pesawat lantaran Kementerian Perhubungan dan operator penerbangan belum bertindak maksimal untuk mencegah petaka serupa.

Sistem kendali penerbangan pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang itu ditengarai rusak sejak lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta pada pukul 06.20 Waktu Indonesia Barat. Dari rekaman percakapan dengan petugas menara bandara, terungkap pilot sempat minta izin untuk putar balik. Izin diberikan, jalur pendaratan pun disiapkan, tapi pesawat tidak pernah kembali. Hanya berselang 13 menit dari lepas landas, pesawat JT 610 jatuh di Tanjung Pakis.

Gangguan kendali penerbangan rupanya memaksa pilot menerbangkan Boeing 737 MAX 8 itu secara manual. Dari percakapan pilot dengan petugas menara, terkuak pula bahwa semua parameter, seperti ketinggian dan kecepatan, tidak muncul di layar kokpit, sehingga pilot bagaikan terbang buta.

Keteledoran tim teknisi Lion Air amat mencolok lantaran sehari sebelumnya pesawat itu telah mengalami gangguan teknis di Bandara Ngurah Rai, Bali. Penerbangan JT 043 rute Denpasar-Jakarta pun terlambat lebih dari tiga jam. Pesawat Boeing 737 MAX 8 itu akhirnya bisa terbang dari Bandara Ngurah Rai pada pukul 22.21 Waktu Indonesia Tengah dan mendarat di Jakarta sekitar satu setengah jam kemudian. Penerbangan ini selamat kendati penumpang dicekam rasa takut. Pesawat sering naik-turun, sempat tercium bau gosong, dan penumpang diminta tetap mengencangkan sabuk keselamatan sepanjang penerbangan.

Lion Air mengakui soal gangguan teknis itu, tapi menyatakan masalah sudah diatasi, sehingga pesawat dipakai lagi untuk penerbangan JT 610 sekitar tujuh jam kemudian. Hanya, sulit membayangkan perbaikan kerusakan-diduga juga menyangkut kendali penerbangan-bisa dilakukan secepat itu. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mesti mencermati kejanggalan ini. Bahkan, sejak di Bandara Ngurah Rai, pesawat itu seharusnya dikandangkan dan diperbaiki, lalu dilakukan tes tanpa penumpang. Setelah benar-benar aman, barulah pesawat tersebut dapat digunakan untuk mengangkut penumpang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Langkah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mencopot Direktur Teknik Lion Air Muhammad Asif dan beberapa personel teknisi patut dihargai, tapi belum cukup. Kementerian Perhubungan semestinya juga mengaudit sistem perawatan pesawat dan personel teknisi Lion Air. Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang lain semestinya pula dilarang beroperasi untuk sementara. Sikap berhati-hati harus dilakukan karena pesawat varian anyar ini baru mengangkasa tahun lalu dan sempat ditunda pemasarannya karena ada cacat mesin.

Maskapai Lion Air perlu diawasi ketat karena memiliki rapor kurang bagus. Di luar soal keterlambatan yang sering dikeluhkan penumpang, pesawat maskapai ini sering mengalami insiden, dari tergelincir saat mendarat hingga mengalami gangguan mesin sebelum terbang. Kedekatan pemilik Lion Air, Rusdi Kirana, dengan penguasa-ia diangkat menjadi Duta Besar untuk Malaysia pada tahun lalu-tak boleh membuat Kementerian Perhubungan melempem. Begitu juga skala bisnis maskapai itu, yang menguasai mayoritas usaha penerbangan di Tanah Air. Sikap pemerintah semestinya setegas ketika menangani kasus AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata pada 2014. Saat itu, izin rute AirAsia untuk penerbangan Surabaya-Singapura langsung dibekukan kendati investigasi KNKT belum selesai.

Tragedi AirAsia pun bermula dari kelalaian. Ada kerusakan pengatur gerak pesawat Airbus A320 itu yang disebabkan oleh penyolderan yang tak sempurna. Gangguan itu menyebabkan pilot beralih ke pengendalian alternate mode yang berakibat parameter penting pesawat tak terbaca. Hasil investigasi KNKT menyimpulkan AirAsia QZ8501 terbang melebihi parameter normal sehingga kehilangan daya angkat dan akhirnya jatuh.

Harus diakui, pemerintah cukup berhasil membenahi regulasi penerbangan. Semua maskapai Indonesia kini boleh menerbangkan pesawat ke Amerika Serikat dan Eropa. Hanya, pencapaian ini bisa berantakan jika regulator tidak bisa menerapkan aturan secara ketat dalam operasi penerbangan sehari-hari, seperti yang terjadi pada kasus Lion Air. Pemerintah mesti menerapkan zero tolerance terhadap kerusakan sekecil apa pun agar tragedi serupa tak terulang.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

23 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

41 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

51 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024