Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mimpi Punya Mobil Nasional

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Mobil pikap terparkir di halaman pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. Mobil Esemka digadang-gadang sebagai calon mobil nasional. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Mobil pikap terparkir di halaman pabrik mobil Esemka di Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, 22 Oktober 2018. Mobil Esemka digadang-gadang sebagai calon mobil nasional. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Iklan

Tak bosan rupanya mengaduk-aduk kembali mimpi punya mobil nasional. Setelah pernah gagal total dengan proyek mobnas pada 1996, kini keinginan yang sama dicuatkan. Lima tahun lalu, calon presiden Prabowo Subianto ingin menghidupkan kembali mobil nasional yang didesain Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi: Maleo. Sekarang giliran calon wakil presiden Ma’ruf Amin meniupkan kabar serupa. Semuanya menjelang pemilu presiden.

Ma’ruf mengumumkan bahwa mobil nasional bernama Esemka, yang dulu pernah dirintis oleh Jokowi, akan diproduksi besar-besaran pada akhir Oktober ini. Esemka pertama kali dikembangkan satu dekade lalu oleh para siswa sekolah menengah kejuruan di Kabupaten Klaten dan Kota Surakarta, Jawa Tengah. Produksi awal mobil ini sempat digunakan Jokowi sebagai kendaraan dinas saat masih menjabat Wali Kota Solo.

Tak ada yang salah dengan gagasan memiliki mobil nasional. Sejumlah negara punya mobnas. Tetangga dekat kita, Malaysia, sudah meluncurkan Proton. Negara-negara itu merumuskan lebih dulu kebijakan industri otomotif mereka dalam jangka panjang, membuat peta jalan menuju ke sana, mengembangkan industri komponen-termasuk pabrik baja-secara sistematis, memberi insentif pajak yang menarik, hingga menyiapkan infrastruktur penunjang.

Di sini, kebijakan mobnas terkesan merupakan aksi potong kompas. Proyek mobil Timor, yang digadang-gadang sebagai mobnas oleh pemerintah Orde Baru, tak lebih dari "nasionalisme merek". Caranya, mengimpor 100 persen mobil produksi KIA, lalu mengganti mereknya dengan merek nasional.

Kebijakan ini berbeda dengan program mobnas Korea Selatan pada 1974, yang mencanangkan kewajiban kandungan lokal mencapai 60 persen sejak awal. Juga berbeda dengan strategi India dan Malaysia yang bermitra dengan perusahaan asing. Maruti Udyog dari India berpartner dengan Suzuki, sedangkan Proton dari Malaysia mengimpor blok mesin dari Mitsubishi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kedua negara itu menetapkan skema bertahap yang mengurangi "pengaruh" pabrikan asing secara progresif dan menggantinya dengan hampir 100 persen komponen lokal dalam waktu yang ditetapkan. Kita tak tahu bagaimana skema peningkatan kandungan komponen lokal Esemka yang diproduksi di Boyolali, Jawa Tengah. Yang jelas, Esemka bakal menggunakan komponen yang didatangkan dari Cina secara terurai atau completely knocked-down (CKD). Pabrik Esemka tak lebih hanya menjadi tempat perakitan mobil.

Tanpa harus gembar-gembor sebagai proyek mobnas, sebenarnya PT Astra International Tbk sudah meningkatkan kandungan lokal produk mobil mereka hampir 90 persen. Mobil Grand Max, yang sudah menembus pasar Jepang, misalnya, memiliki kandungan lokal 87 persen. Rancang bangun hingga produk akhir mobil ini dibuat sendiri oleh putra Indonesia. Tanpa harus menyebut diri mobnas, mereka sudah membuktikan diri laku di pasar.

Pasarlah yang pada akhirnya akan menguji kualitas produk sebuah mobil. Maruti dan Proton sudah mengalaminya-sekalipun bangga punya mobil nasional, produk itu tak cukup laku di pasar internasional.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

51 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024