Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Adu Peran Calon Wakil Presiden

Oleh

image-gnews
Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno harus ekstra keras berkampanye, menyelaraskan diri dengan visi pasangan.
Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno harus ekstra keras berkampanye, menyelaraskan diri dengan visi pasangan.
Iklan

INILAH akibat sikap pragmatis baik kubu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto dalam memilih pasangan. Calon wakil presiden Ma’ruf Amin harus berkampanye ekstrakeras agar tidak sekadar menjadi pelengkap calon presiden inkumben. Begitu pula Sandiaga Salahuddin Uno, yang mendampingi calon presiden Prabowo Subianto. Dalam waktu singkat, kedua calon wakil presiden juga dituntut segera menyelaraskan diri dengan visi pasangannya.

Kandidat wakil presiden seharusnya bisa memperkuat pasangan. Namun, sejauh ini, sumbangan keduanya masih relatif kecil dalam mendongkrak elektabilitas pasangan. Hasil survei Indikator Politik Indonesia pada September lalu memperlihatkan hal ini. Tanpa menyertakan pasangan, elektabilitas Jokowi 57 persen dan Prabowo 31,3 persen. Adapun elektabilitas dengan melibatkan calon wakil presiden tak jauh berbeda: Jokowi-Ma’ruf 57,7 persen dan Prabowo-Sandiaga 32,3 persen.

Pengaruh yang kecil itu tidak terlalu mengejutkan karena peran sentral presiden dalam ketatanegaraan kita. Ma’ruf dan Sandiaga juga bukan figur ideal bagi pasangannya. Keduanya ditentukan lewat politik pragmatis dan penuh dengan kompromi oleh partai politik pendukung. Penentuan calon wakil presiden tidak didasari kebutuhan untuk memperkuat visi calon presiden.

Ma’ruf akan sulit diharapkan membantu Jokowi mengatasi persoalan nyata andai kata pasangan ini menang. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia nonaktif ini bukan figur yang cocok untuk ikut membenahi perekonomian dan tata kelola pemerintahan. Peran Ma’ruf lebih untuk kepentingan politik elektoral. Itu pun bukan untuk mendongkrak elektoral pasangan secara signifikan, melainkan lebih sebagai tameng agar lawan tidak menyerangnya dengan sentimen agama.

Strategi politik itu telah menimbulkan masalah. Mantan Rais Am Nahdlatul Ulama ini dikenal sebagai tokoh Islam konservatif. Padahal, selama ini, visi kubu Jokowi lebih dekat dengan pemikiran kalangan Islam moderat. Jangan heran bila belakangan kubu Jokowi terlihat berupaya memoles Ma’ruf dengan cara mendekatkan calon wakil presiden ini dengan kalangan Islam moderat, termasuk keluarga Abdurrahman Wahid.

Keganjilan serupa muncul di kubu penantang. Dipilihnya Sandiaga ditengarai lebih banyak didorong kepentingan pembiayaan kampanye. Pengusaha muda ini bisa pula menutup kelemahan Prabowo pada Pemilihan Umum 2014, yang kalah memperebutkan suara perempuan dan kalangan muda. Tapi ia perlu menyatukan diri dengan visi Prabowo, misalnya dalam soal ekonomi kerakyatan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kalaupun urusan menyamakan visi beres, masih ada hal yang lebih penting: menerjemahkan visi menjadi program nyata. Inilah pekerjaan rumah yang belum diselesaikan baik oleh kubu Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandiaga. Hingga kini, publik sulit membedakan visi dan misi mereka. Kedua pasangan sama-sama populis, seperti terlihat dari visi-misi yang dipajang di situs Komisi Pemilihan Umum.

Visi pasangan Jokowi-Ma’ruf adalah terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong. Visi Prabowo-Sandiaga lebih panjang, tapi isinya hampir sama: terwujudnya bangsa dan negara yang adil, makmur, bermartabat, religius, berdaulat secara politik, dan berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi.

Misi kedua pasangan pun tak jauh beda. Ambil contoh soal ekonomi. Jokowi-Ma’ruf menginginkan struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Adapun Prabowo-Sandiaga menjanjikan perekonomian nasional yang adil, makmur, berkualitas, dan berwawasan lingkungan sesuai dengan Pasal 33 dan 34 Undang-Undang Dasar 1945. Sepintas berbeda, misi itu kemudian menjadi serupa karena dalam butir lain Jokowi-Ma’ruf juga menjanjikan pembangunan yang merata dan berkeadilan serta lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Publik tidak memerlukan jargon muluk yang sulit dipahami, tapi menghendaki program dan solusi untuk mengatasi persoalan nyata seperti pelemahan rupiah dan ekonomi yang lesu. Masalah sehari-hari, seperti kesulitan Pertamina yang menanggung beban kenaikan harga minyak dunia atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang tekor, layak diperdebatkan kedua kubu. Urusan isu kampanye memang menjadi tugas tim sukses kubu masing-masing. Tapi calon wakil presiden seharusnya pula berperan besar.

Kampanye menjual program dan solusi akan lebih sehat bagi demokrasi dibanding sekadar saling menjelekkan lawan. Adu gagasan dan program bisa mendorong rakyat memilih secara rasional, bukan sekadar berdasarkan rasa suka terhadap figur calon presiden dan wakil presiden.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

20 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

47 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024