Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

IMF

image-profil

Oleh

image-gnews
Presiden World Bank Group Jim Yong Kim (tengah) menyampaikan paparan saat rapat pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari
Presiden World Bank Group Jim Yong Kim (tengah) menyampaikan paparan saat rapat pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat, 12 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari
Iklan

Pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dengan Bank Dunia masih berlangsung di Nusa Dua, Bali. Hajatan ini lancar saja karena persiapannya yang sangat matang. Namun ada suara tak sedap dari beberapa “tokoh oposisi” yang menyebutkan pertemuan ini sama sekali tidak peka terhadap situasi Tanah Air yang penuh dengan bencana. Gempa di Lombok belum tuntas ditangani, disusul gempa disertai tsunami di Palu yang lebih dahsyat. Mereka bahkan meminta hajatan itu dibatalkan.

Kenyataannya, pertemuan IMF jalan terus. Dari 189 negara anggota IMF, sudah ada 15 ribu peserta yang datang, bahkan ada yang menyebutkan jumlah itu bertambah menjadi 25 ribu karena anggota delegasi resmi mengajak keluarga dan kerabatnya. Tak semua mengikuti sidang IMF. Obyek wisata pun sudah kebanjiran tamu kelas kakap.

Biaya besar itu yang jadi persoalan. Kalau ditotal, uang yang keluar mencapai Rp 5,75 triliun. Kenapa besar sekali? Karena Rp 4,8 triliun digunakan untuk infrastruktur di Bali. Hajatan itu sendiri hanya dianggarkan sekitar Rp 800 miliar, dan itu pun bisa dihemat.

Pesta para menteri keuangan sejagat ini sebenarnya “suatu keajaiban” bagi Bali. Gara-gara ada IMF, pembangunan infrastruktur di Bali selatan kembali dilakukan, padahal sudah ada moratorium untuk membangun sarana pariwisata di kawasan itu.

Orang tahu, bagaimana gigihnya masyarakat Bali menolak reklamasi di pantai Bali selatan, khususnya Teluk Benoa. Pantai harus dijaga kelestariannya agar ritual keagamaan berlangsung dengan mulus. Gara-gara IMF, sebagian Teluk Benoa direklamasi untuk memperluas pelabuhan agar kapal pesiar semakin banyak yang bersandar. Pantai Tuban juga direklamasi untuk memperluas parkir pesawat terbang yang singgah di Bandara Ngurah Rai. Padahal sudah ada “kesepakatan” Bandara Ngurah Rai tak bisa diperluas karena menabrak berbagai tempat suci. Untuk itu dirancang bandara baru di Bali utara yang kajiannya sudah selesai tiga tahun lalu dan hanya menunggu izin lokasi.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pertemuan IMF ini juga disebut “membawa untung” dan bukan menghamburkan uang. Selain investasi yang masuk lumayan besar, ada bantuan untuk korban gempa Lombok dan Palu-perputaran uang di Bali bertambah sampai Rp 5,7 triliun selama hajatan akbar ini. Dari mana datangnya uang itu? Ya, dari ribuan peserta yang berada di Bali paling sedikit lima hari. Mereka bayar hotel, bayar makanan, sewa kendaraan, dan seterusnya.

Siapa yang mendapatkan uang itu? Tentu pelaku pariwisata di kawasan Nusa Dua dan sekitarnya, bukan masyarakat Bali utara yang sama sekali tak berurusan dengan IMF. Pemerintah Kabupaten Badung di mana Nusa Dua berada semakin kaya karena pajak hotel dan restoran mereka raup semuanya. Kabupaten lain boleh iri karena mereka hanya punya obyek wisata, tidak punya hotel besar dan restoran. Pajak hotel dan restoran sudah lama jadi bahan pergunjingan di Bali, kenapa tidak dipungut oleh provinsi dan hasilnya dibagikan merata sehingga semua rakyat Bali menikmati kue pariwisata. Tapi hal itu tak bisa dilakukan atas nama otonomi berada di kabupaten.

Inilah sisi lain dari pertemuan IMF bahwa sesungguhnya hajatan itu hampir tak punya dampak apa-apa untuk masyarakat Bali yang lebih besar. Orang miskin di Bali utara dan timur tetap saja menghiasi media massa, bersanding dengan orang kaya menghamburkan duit di Nusa Dua. Jadi, kalau disebut hajatan IMF tak peka dengan penderitaan rakyat Lombok dan Palu, seharusnya ditambah dengan tidak peka terhadap rakyat Bali yang jauh dari Nusa Dua. PUTU SETIA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

11 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

25 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

26 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

26 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

27 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

33 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

52 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024