Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Ketika Para Perempuan di Kursi Lelaki

image-profil

Oleh

image-gnews
Aktris Sandra Oh pemeran Eve Polastri  dalam serial Killing Eve. Ia menjadi salah satu nominasi Emmy Awards dalam kategori aktris pemeran utama dalam serial drama. AP/BBC America
Aktris Sandra Oh pemeran Eve Polastri dalam serial Killing Eve. Ia menjadi salah satu nominasi Emmy Awards dalam kategori aktris pemeran utama dalam serial drama. AP/BBC America
Iklan

Mereka berdua duduk di dalam ruang tidur sebuah apartemen di Paris. Eve Polastri (Sandra Oh) mengatakan dia tak bisa berhenti memikirkan Villanelle alias Oxana (Jodie Comer), si pembunuh bayaran, seorang psikopat  yang telah membunuh puluhan orang di berbagai pelosok negara tanpa meninggalkan jejak. Villanelle mendengarkan pengakuan Eve dengan penuh gairah. Dan pada saat yang terasa begitu intim, adegan berikut adalah sebuah twist yang membuat serial ini meledak sebagai salah satu serial produksi BBC One yang berhasil mendapat nominasi Emmy Awards tahun ini.

Eve Polastri sebetulnya salah satu pegawai rendahan di MI-5 yang terikat di meja, memberikan analisis; salah satunya seperti yang terjadi pada sebuah Sabtu pagi yang menjengkelkan itu: para analis dan agen MI-5 mendapatkan briefing bahwa salah satu politisi terkemuka terbunuh, Eve satu-satunya yang menebak berdasarkan insting bahwa pembunuhnya pasti perempuan. Dari saling ejek mengejek di ruang rapat dengan atasannya yang bertaruh gender pembunuhnya, akhirnya apa yang ‘ditebak’ Eve memang nyata. Pembunuh sang politikus adalah seorang perempuan. Dari mana kau bisa menebaknya? tanya Bill, atasannya yang kalah taruhan. “Politikus itu terkenal seorang chauvinist. Pasti dia tak menduga perempuan itu adalah pembunuh berdarah dingin,” demikian kata Eve yang mengaku dia hanya menggunakan insting belaka.

Tapi sesungguhnya Eve mempunyai satu obsesi. Bosan dengan pekerjaan analisisnya di belakang meja, diam-diam di apartemen yang dia tempati bersama suaminya, Eve melakukan penyelidikan terhadap pembunuhan terhadap beberapa tokoh terkemuka di berbagai negara di Eropa. Serangkaian pembunuhan itu tak pernah meninggalkan jejak apapun, tetapi Eve menemukan beberapa persamaan yang dia simpan sendiri karena di kantornya analisisnya hampir tak pernah dianggap serius oleh bos-bos besar.

Sampai hari Sabtu pagi itu…

Serial ini yang diangkat dari beberapa novel karya Luke Jennings menjadi salah satu serial  televisi terkemuka karena tahun ini. Semua peran penting di dunia intelijen dimainkan oleh perempuan: Sandra Oh sebagai Eve Plastri, pegawai rendahan MI-5 yang melejit seperti meteor ketika analisa demi analisanya semakin mendekati pada sosok pembunuh yang dikenal dengan nama Villanelle (Jody Comer), seorang perempuan muda usia 30 -an yang tak jelas asal-usulnya, sangat brilian, fasih berbagai bahasa dan ketika dia sedikit meninggalkan jejak bukan karena ceroboh tapi dia sengaja ingin Eve Polastri menemukannya.

Ini jelas cerita kejar mengejar kucing dan tikus, tetapi Eve adalah sosok kharismatik, magnetik sekaligus brutal sehingga mungkin lebih cocok menyebutnya sebagai kejar mengejar antara kucing rumah dengan kucing jalanan yang brutal. Kedua perempuan ini masing-masing memperlihatkan kekuatan luar biasa sekaligus secara perlahan pada setiap episode terlihat semakin mengagumi kecerdasan lawan. Sementara para lelaki di sekeliling mereka, baik di MI-5 maupun kantor intelijen Rusia, sama-sama kikuk dengan keperkasaan Eve dan atasannya Carolyn Martens (Fiona Shaw, yang kita kenal dari seri film Harry Potter).  Kepala Desk Rusia di MI 6 , Martens lalu merekrut Eve dan menugaskannya  di luar protocol MI-5 dan MI-6 untuk mengendus dan menangkap si pembunuh yang sudah mengerikan tingkahnya itu.

Pengejaran itu tentu saja tak mudah bukan hanya karena Eve harus meloncat dari Paris ke Moscow lantas kembali lagi ke Paris –sembari meninggalkan suaminya yang ngambeg—tetapi karena Villanelle seolah memiliki empat buah mata yang selalu sepuluh langkah di depan Eve. Belum lagi begitu banyak pengkhianat di dalam tubuh MI-5 yang sebetulnya punya kepentingan agar para politisi yang dibunuh itu dibiarkan saja menggantung.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Serial ini bisa dikatakan serial TV terbaik, apalagi dengan kekosongan Game of Thrones tahun ini. Selain skenario yang rapi, penuh kelokan, ada humor, dan tetap ada ketegangan yang dipelihara, para pemain (baca: tiga aktris utama yakni Sandra Oh, Jody Comer dan Fiona Shaw) tampil luar biasa. Yang agak mengkhawatirkan adalah seberapa jauh creator serial ini bisa mempertahankan sosok Villanelle. Berapa jauh penonton TV bisa terus menerus menyaksikan bagaimana impunitas terjadi. Tingkah laku Villanelle yang begitu mudah membunuh orang (dengan menusuk mata menggunakan jepit rambut, atau meracuni orang) dan begitu sulitnya polisi dan komunitas intelijen meringkusnya, hingga terkesan dunia hitam sungguh berkuasa dan menang. Ini sebuah formula yang tak mungkin bisa dipertahankan selamanya. Pada satu titik, penonton akan lelah melihat kemudahan yang diperoleh Villanelle dalam bersiasat dan bergerak. Satu saat dia harus tertangkap, meski pembunuh secerdas dia bisa saja lolos dari penjara.

Tapi untuk musim tayang pertama, Killing Eve adalah serial televisi yang menggebrak.

KILLING EVE

Kreator : Phoebe Waller – Bridge

Berdasarkan serial novel Codename Villanelle karya Luke Jennings

Pemain: Sandra Oh, Jodie Comer, Fiona Shaw, Darren Boyd

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

11 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

25 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

26 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

26 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

27 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

33 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

52 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024