Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tentang Identitas, Tentang Kita

image-profil

Oleh

image-gnews
Film Kado karya Aditya Ahmad dinobatkan sebagai Best Short Film dalam Venice International Film Festival 2018 untuk Orizzonti Section pada 9 September 2018
Film Kado karya Aditya Ahmad dinobatkan sebagai Best Short Film dalam Venice International Film Festival 2018 untuk Orizzonti Section pada 9 September 2018
Iklan

Di balik pecahan kaca jendela sekolah, Isfi (Isfira Febiana) menyaksikan seorang kawan yang mereka tunggu. Di antara  asap rokok yang keluar dari bibir gerombolan anak SMA itu, Isfi ikut-ikutan dalam obrolan “jantan” mereka: apakah Ricky masih perawan; apa perlu kita memperkenalkan dia ke daerah lampu merah dan seterusnya.

Ketika akhirnya Ricky datang, Isfi menghampirinya dan meminjam motor. “Mau ketemu Nita ya?” Isfi mengangguk. Dia menjemput kawannya Nita (Anita Aqshary Thamrin) untuk kemudian ‘belajar’ di kamar dan menginap. Tapi tunggu dulu, bagaimana penampilan Isfi –berseragam celana abu-abu dan kemeja, berambut cepak—bisa lolos dari pengamatan mata elang ayah Nita itu? Sebelum masuk rumah, Nita “memberikan perangkat” yang menyelimuti seluruh tubuh Isfi, kecuali wajahnya tentu saja.

Film pendek ini hanya berdurasi 15 menit, tetapi memberikan ledakan. Dinamit itu meledak di Venice Film Festival  ke 75 di mana sutradara Aditya Ahmad diganjar piala Lion dalam seksi kompetisi  Film Pendek  Orizzonti Corti. Ini sebuah peristiwa yang istimewa dan merupakan kado bukan hanya untuk Aditya Ahmad dan Miles Films belaka, tetapi juga untuk perfilman Indonesia dan masyarakat Indonesia yang saat ini senantiasa cemas akan identitasnya.

Film Kado karya Aditya Ahmad dinobatkan sebagai Best Short Film dalam Venice International Film Festival 2018 untuk Orizzonti Section pada 9 September 2018

Bakat Aditya Ahmad sudah terpancar sejak ia juga berhasil meringkus perhatian juri maupun penonton festival melalui film pendek Sepatu Baru (2013). Menampilkan pemain baru Isfira Febiana, Sepatu Baru yang juga berdurasi 15 menit adalah sebuah kisah sederhana yang ceria tentang penantian matahari di antara derasnya hujan. Kemampuan Aditya bercerita dengan gambar itulah yang kemudian menyebabkan dia diberi pujian bertubi-tubi dari tingkat lokal XXI Short Film Festival di Jakarta hingga Special Mention di Berlin maupun Seoul.

Tampaknya Isfiana bisa saja dikatakan muse, atau sumber inspirasi Aditya Ahmad. Setelah keberhasilannya dengan Sepatu Baru, Aditya yang kemudian ‘bersekolah’ di bawah naungan Miles Films dengan beberapa kali menjadi asisten sutradara Riri Riza dan membuat beberapa produksi kecil. Produser Mira Lesmana berkisah bahwa mereka sangat membebaskan Aditya untuk membuat film layar lebar atau film pendek, tapi saat itu Aditya  “berubah-ubah rencana dan sempat kepingin menjadi pelaut” karena merasa tak yakin akan cita-citanya.

Pada saat Aditya Ahmad bertemu lagi dengan Isfi lima tahun setelah pembuatan film Sepatu Baru, Aditya mengamati betapa “maskulinnya penampilan Isfi”. Aditya dan Isfi saling berbincang dan dari kisah Isfi yang mengalami kesulitan di sekolah, karena dia lebih suka mengenakan celana panjang daripada rok, akhirnya Aditya merasa bahwa kisah Isfi adalah sebuah berlian yang perlu diasah menjadi cerita film pendek. Mira Lesmana dan Riri Riza langsung menyetujuinya dan “tak ada sedikitpun dari skenarionya yang kami ubah.”

Dengan masa pengambilan gambar yang sedikit demi sedikit, “karena saya juga sibuk dengan tugas film lain,” demikian alasan Aditya, maka film akhirnya selesai. Hasilnya memang sebuah berlian yang bersinar. Isfi, tampil dengan namanya sendiri, meski ini tetap kisah fiktif juga sebuah temuan baru. Dia meluncur mulus menggambarkan dirinya sebagai seorang ‘androgini’, seorang lelaki di antara gerombolan lelaki, lantas kemudian ternyata dia akan menjelma perempuan jika terpaksa. Ada kejutan, ada humor, ada berbagai bagian yang menyentuh, tapi sekaligus ada yang menyedihkan. Aditya menyodorkan meski masyarakat Bugis di masa lalu mengenal lima gender, tetapi toh sosok seperti Isfi kini digerus oleh konservatisme. Dia akan dianggap aneh dan menentang kodrat. Aditya merasa tidak nyaman dengan dikotomi yang ketat itu. “Mengapa seseorang harus masuk dalam satu kategori?”

Cuplikan adegan film Kado karya Aditya Ahmad (Miles Film)

Hampir semua pemain, yang disebut sebagai ‘non-actor’, menurut saya justru pemain yang indah. Anita Aqshary Thamrin, satu-satunya kawan Isfi yang memahaminya juga layak diperhatikan penampilannya: tulus, jujur dan mengharukan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kehebatan susunan cerita ini, Adit bisa menceritakan sesuatu yang kompleks hanya dalam waktu 15 menit. Dan cerita kompleks itu justru kuat dalam cerita visual karena Aditya menyajikan beberapa kejutan di setiap kelok. Seandainya kisah ditulis dalam teks fiksi, meski bisa sama kuat, pasti tak akan bisa menyajikan daya kejut yang sama.

Pada akhir ketika Isfi bersama-sama gerombolan lelaki berdesakan di dalam mobil seperti ikan sarden dalam kaleng, kita bisa melihat perubahan wajah Isfi, terutama ketika kawan-kawanna menggoda waria di pinggir jalan. Wajah yang semula bersinar penuh tawa –karena dia merasa sedang menjadi dirinya—perlahan kehilangan cahaya dan redup. Murung.

Aditya, setelah film ini, lupakanlah cita-citamu menjadi pelaut.

KADO

Sutradara: Aditya Ahmad

Skenario: Aditya Ahmad

Pemain: Isfira Febiana, Anita Aqshary Thamrin

Produksi: Miles Films

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

7 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

21 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

22 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

22 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

23 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

29 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

48 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

57 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024