Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Hutan tanpa Kicauan Burung

image-profil

image-gnews
Kawasan Hutan Lindung Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah (Jateng) akan disulap menjadi Taman Sakura di Lawu (Sakral).
Kawasan Hutan Lindung Tawangmangu Karanganyar Jawa Tengah (Jateng) akan disulap menjadi Taman Sakura di Lawu (Sakral).
Iklan

Fachruddin M. Mangunjaya
Dosen Fakultas Biologi Universitas Nasional

Pemerintah baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Daftar Jenis Flora-Fauna Dilindungi. Peraturan ini merupakan revisi dari daftar tahun 1999. Dalam daftar terbaru tersebut, jumlah fauna dan flora yang dilindungi berlipat tiga kali, dari 294 menjadi 921.

Penambahan itu dapat ditafsirkan dalam dua hal. Pertama, peningkatan jumlah fauna dan flora yang dilindungi menunjukkan makin langkanya hidupan liar tersebut di alam. Ini juga pertanda bahwa satwa dan tumbuhan makin sedikit. Habitatnya telah hilang dan kehidupannya terancam.

Negara perlu memberikan proteksi dan perhatian agar tidak terjadi kepunahan, terutama untuk jenis-jenis yang ada di alam. Indonesia adalah negara penanda tangan Konvensi Keanekaragaman Hayati Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kepunahan satwa dan tumbuhan itu dapat menuai kecaman dunia. Mekanisme perlindungan pun sudah diatur oleh Undang-Undang Konservasi Alam.

Kedua, dari segi konservasi, keluarnya peraturan ini akan menambah kepastian bagi dua pihak. Ahli konservasi dapat terus mempertahankan fauna dan flora hidup bebas di alam. Adapun penggemar burung makin yakin tentang status burung yang mereka pelihara adalah burung yang dilindungi pemerintah, kecuali dengan sertifikat dan izin atau diperoleh dari hasil penangkaran yang sah. Selama ini, banyak burung yang tidak masuk daftar sehingga tidak dilindungi, tapi tidak ada basis ilmiah kuota izin tangkap yang dikeluarkan.

Alam Indonesia yang kita cintai memang membuat keunikan budaya yang berbeda-beda. Keperluan untuk selalu dekat dengan alam menyebabkan banyak orang punya hobi merawat burung, menikmati keindahan corak warna bulu, dan ingin mendengarkan kicauannya. Menangkap burung dan membawa ke rumah merupakan tabiat dominionistik dalam hipotesis Biofilia (Kellert & Wilson, 1993), sama halnya dengan orang Jepang yang punya hobi membonsai pohon. Mendekat ke alam ini dapat menjadi bisnis yang menggiurkan, tapi alam memerlukan penjaga keseimbangan untuk mempertahankan eksistensi dan keberlanjutannya.

Keluarnya peraturan ini memicu kontroversi, terutama untuk burung berkicau, yang konon telah banyak ditangkar tapi masuk daftar di peraturan tersebut. Para pedagang dan penggemar burung menilai peraturan itu akan mengganggu perekonomian dan upaya penangkaran. Mereka meminta tiga jenis burung berkicau-kucica hutan, jalak uren, dan cucak rawa-dikeluarkan dari daftar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Peraturan tentu saja ditetapkan berdasarkan studi ilmiah. Tanggung jawab pemerintah adalah menegakkan peraturan tersebut. Maraknya pemeliharaan burung di Indonesia menyebabkan burung-burung di alam makin berkurang dan bahkan punah di alam.

Saat saya kembali ke Kalimantan, setelah 20 tahun saya tinggalkan, desa dan kampung telah menjadi sunyi. Burung-burung berkicau di sana, selain habitatnya berubah, ditangkap dan dijual ke Jawa. TRAFFIC (2016) mencatat, 28 dari 241 jenis burung yang diangkut dari Sumatera dan Kalimantan adalah hewan yang dilindungi undang-undang.

Investigasi Yayasan Terbang Indonesia menunjukkan bahwa 70-80 persen burung yang ditangkap di alam dan dibawa dari Sumatera, Kalimantan, dan Maluku kemudian mati karena stres, terluka, atau teraniaya selama perjalanan. Jadi, kalau kita lihat di pasar burung ada 200 burung yang dijual, sebenarnya mereka adalah bagian dari 800 burung yang ditangkap di alam. Malangnya, pasar menjual segala jenis burung, baik yang dilindungi maupun tidak. Pada 2015, TRAFFIC menemukan 206 spesies burung di tiga pasar burung terkemuka, yakni Jalan Pramuka, Jatinegara, dan Jalan Barito.

Burung-burung kemudian menghilang di alam. Lalu terjadi sindrom hutan yang sunyi. Tidak ada kicauan burung di hutan. Padahal, di antara burung-burung itu, ada yang bertugas menyebar biji-bijian, ada pula yang memangsa ulat dan menjadi pembasmi hama alami.

Di Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya, masyarakat baru sadar bahwa ratusan hektare pohon pala mereka, yang telah berusia puluhan dan bahkan ratusan tahun, kini tiba-tiba mati karena diserang ulat penggerek batang. Pemerintah daerah kemudian melarang perburuan burung pengendali hama, tapi sudah terlambat.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

1 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

15 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

16 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

16 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

17 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

23 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

42 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

51 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024