Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Iklan Buruh Migran dan Tata Kelola Migrasi

image-profil

image-gnews
Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs di warung Tjikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta, 22 Desember 2015. Dari kiri, Abetnego Tarigan (Direktur Eksekutif Walhi), Wahyu Susilo (pengamat kebijakan dari Migrant Care), Y. Hesthi Murthi (AJI Indonesia), Sugeng Bahagijo (Direktur Eksekutif Infid), dan Mickael Bobby Hoelman (Senior Advisor Infid). TEMPO/Rezki Alvionitasari.
Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil Indonesia untuk SDGs di warung Tjikini, Jalan Cikini Raya, Jakarta, 22 Desember 2015. Dari kiri, Abetnego Tarigan (Direktur Eksekutif Walhi), Wahyu Susilo (pengamat kebijakan dari Migrant Care), Y. Hesthi Murthi (AJI Indonesia), Sugeng Bahagijo (Direktur Eksekutif Infid), dan Mickael Bobby Hoelman (Senior Advisor Infid). TEMPO/Rezki Alvionitasari.
Iklan

Wahyu Susilo
Direktur Eksekutif Migrant CARE

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia dan Singapura digemparkan oleh iklan oleh situs jual-beli Carousell yang menawarkan jasa pekerja rumah tangga Indonesia lengkap dengan menayangkan foto calon pekerja migran, statusnya (baru/fresh atau mantan/ex maid), dan harganya. Penayangan iklan ini meletupkan kemarahan publik yang memprotes komodifikasi pekerja migran yang secara vulgar menyamakannya dengan barang.

Menurut pantauan Migrant CARE, iklan semacam itu bukan hal yang baru. Pada 2012, di tembok jalan-jalan sepanjang Kuala Lumpur tertempel iklan penawaran jasa pekerja migran yang dengan tulisan provokatif: "Indonesian Maids Now on SALE!!!" lengkap dengan iming-iming "40% Discount" dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

Pada 2015, di Malaysia kembali muncul iklan yang merendahkan martabat pekerja migran Indonesia. Iklan mesin pembersih ruangan iRobot dengan tagline "Leading Robovoc Specialist" menambahkan kalimat provokatif "Fire Your Indonesian Maid Now!". Selain bernada provokatif untuk memberhentikan pekerja migran Indonesia, iklan ini menyamakan mereka dengan mesin pembersih ruangan.

Di Singapura, cara-cara pemasaran jasa pekerja migran yang mengarah ke komodifikasi juga terjadi sebelum kasus Carousell. Pada 2012, Migrant CARE bersama Human Rights Watch menemukan metode penawaran jasa pekerja migran yang memajang langsung para calon pekerja di gerai-gerai yang dikelola agen perekrut pekerja migran di beberapa kompleks pertokoan. Cara ini dikritik keras karena menyamakan mereka dengan barang yang biasa dipajang di toko. Meski mendapat kritik keras, menurut kesaksian pekerja migran Indonesia di Singapura, metode ini masih tetap berlangsung.

Tersiar kabar bahwa laman Carousell yang memuat iklan penawaran pekerja migran tersebut sudah dinonaktifkan. Kementerian Tenaga Kerja Singapura juga menjatuhkan sanksi kepada agen yang terlibat. Namun kasus itu menjadi tamparan keras bagi Singapura, yang tahun ini menjadi Ketua ASEAN dan berkewajiban memimpin ASEAN untuk mengelaborasi ketentuan-ketentuan operasional atas komitmen ASEAN Consensus on Protection and Promotion Human Rights of Migrant Workers yang ditandatangani tahun lalu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pada akhir Oktober mendatang, di Singapura akan diselenggarakan kegiatan reguler berkaitan dengan ASEAN dan buruh migran, yaitu ASEAN Forum on Migrant Labour, yang pada tahun ini bertema "Digitalisasi dan Pekerja Migran". Tema tersebut dielaborasi menjadi dua subtema: "Digitalisasi Manajemen Pekerja Migran" dan Jasa Digital bagi Pekerja Migran".

Mengiklankan pekerja migran melalui jasa situs niaga, meski merupakan bentuk digitalisasi, tentu saja bukan cara yang dimaksud. Harus diakui, hingga saat ini, ketika teknologi informasi berkembang sedemikian pesat hingga mendekati Revolusi 4.0, tata kelola dan tata laksana migrasi tenaga kerja masih jauh ketinggalan.

Di Indonesia, sistem e-government belum menyentuh tata kelola migrasi tenaga kerja. Bentuk-bentuk keperantaraan, baik melalui birokrasi maupun calo, masih mendominasi pelayanan penempatan buruh migran. Akibatnya, masih terbuka lebar peluang untuk pengambilan keuntungan secara tidak sah. Hal yang paling sederhana yang dipersyaratkan untuk mendigitalkan layanan migrasi tenaga kerja di Indonesia pun belum ada, yaitu ketersediaan dan akurasi data mobilitas buruh migran ke luar negeri. Tidak ada kesamaan data antara Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Luar Negeri, dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia.

Karena itu, amanat perubahan tata kelola penempatan dan perlindungan buruh migran yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran harus dimaknai sebagai pemangkasan segala bentuk keperantaraan, baik birokrasi maupun calo, dan digantikan dengan mekanisme pelayanan publik.

Peresmian Portal Perlindungan Warga Negara Indonesia di Luar Negeri yang diresmikan Presiden Jokowi patut diapresiasi. Langkah ini harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret yang mempermudah dan mempermurah prosedur untuk bekerja ke luar negeri.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

3 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

17 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

18 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

18 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

19 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

25 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

44 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

53 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024