Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Evolusi Inflasi Inti

image-profil

image-gnews
Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan
Pegawai bank menghitung uang dolar Amerika Serikat pecahan 100 dolar dan uang rupiah pecahan Rp 100 ribu di kantor pusat Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018. Nilai tukar rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, 20 Agustus 2018, bergerak melemah 20 poin ke level Rp 14.592 dibanding sebelumnya Rp 14.572 per dolar Amerika. TEMPO/Tony Hartawan
Iklan

Haryo Kuncoro
Direktur Riset Socio-Economic & Educational Business Institute

Pola pergerakan inflasi di Indonesia terus berevolusi. Inflasi inti, yang biasanya tetap (persistent) dan kontribusinya terhadap inflasi indeks harga konsumen (IHK) yang relatif stabil, belakangan mulai bergeser.

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi IHK pada Juli 2018 sebesar 0,28 persen (tahunan 3,18 persen), tapi inflasi inti cukup tinggi, 0,41 persen (tahunan 2,87 persen), tertinggi sejak Januari 2017. Sejak awal tahun, inflasi inti memberi andil terbesar (0,24 persen) terhadap inflasi IHK dibanding kelompok non-inti, seperti harga pangan bergejolak dan harga yang diatur pemerintah.

Derap evolusi di atas dalam taraf tertentu masuk akal. Inflasi inti dipengaruhi oleh faktor fundamental. Dalam lingkup internal, beberapa komoditas, seperti tarif pulsa Internet dan uang sekolah, mengalami kenaikan. Dalam cakupan eksternal, inflasi inti terkait erat dengan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Meski demikian, angka inflasi inti masih lebih kecil daripada laju penyusutan (depresiasi). Atas dasar ini, Bank Indonesia (BI) mengklaim dampak inflasi terimpor (imported inflation), atau inflasi yang dipicu oleh tingginya harga barang impor akibat pelemahan rupiah, masih terkendali. Klaim inilah yang agaknya mengundang perdebatan.

Secara teoretis, depresiasi semestinya proporsional dengan inflasi. Logikanya, pelemahan nilai tukar rupiah membuat harga produk impor lebih mahal. Agar margin usaha tidak tergerus, kenaikan harga barang impor akan dibebankan kepada konsumen lewat kenaikan harga jual. Pada gilirannya, inflasi pun terdongkrak.

Lebih rendahnya inflasi dibanding depresiasi dimungkinkan akibat perilaku substitusi. Konsumen mengurangi pembelian barang impor dan diganti dengan produk lokal sejenis yang lebih murah. Penyesuaian ini lazim ditempuh saat konsumen dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Dugaan substitusi bisa jadi juga berlaku pada proses produksi. Produsen mengurangi penggunaan bahan impor dan diganti dengan pasokan domestik. Ketersediaan substitusi memungkinkan produsen tidak terburu-buru menaikkan harga jual produk dalam menghadapi gejolak nilai tukar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Terlepas dari berbagai kemungkinan tersebut, satu hal yang pasti adalah pengaruh depresiasi terhadap inflasi beroperasi tidak langsung. Efek depresiasi nilai tukar bekerja langsung pada harga impor dan harga produsen. Walhasil, klaim bahwa inflasi terimpor tetap terkendali-apalagi konsumsi rumah tangga telah pulih-perlu ditanggapi dengan hati-hati.

Studi empiris Tunc (2017) menunjukkan dampak depresiasi terhadap inflasi IHK adalah yang paling kecil dibanding inflasi indeks harga impor (IHI) dan indeks harga produsen (IHP). Fakta di Indonesia menunjukkan inflasi IHP dan inflasi IHI pada triwulan kedua 2018 masing-masing sebesar 3,79 dan 8,29 persen secara tahunan.

Karena itu, pengendalian inflasi yang semata-mata didasarkan pada IHK bisa keliru (misleading). Mengambil kasus di atas, produsen yang terpapar risiko selisih kurs tidak bisa terlalu lama menahan harga jual produknya. Akibatnya, inflasi IHK bisa melejit tanpa didahului gejala awal yang substansial.

Walhasil, kepekaan sempurna variabel inflasi dan depresiasi tampaknya hanya masalah waktu. Cepat atau lambat, proporsionalitas di antara keduanya akan tercapai. Merujuk pada pengalaman di berbagai negara, pengaruh utuh depresiasi terhadap inflasi memerlukan tenggat tiga bulan. Di lingkungan yang penuh ketidakpastian, proses itu bisa jauh lebih cepat.

Dengan alur logika di atas, kecilnya pengaruh depresiasi terhadap inflasi bukan lantas dimaknai bahwa inflasi perlu dilonggarkan. Inflasi IHK yang rendah lebih disebabkan oleh terkendalinya komponen inflasi non-inti yang kemudian bermuara pada penurunan jumlah penduduk miskin.

Sebaliknya, kecilnya pengaruh depresiasi terhadap inflasi menjadi alarm bagi BI untuk mengarahkan kebijakannya. Di masa mendatang, inflasi terimpor menjadi ancaman serius bagi upaya pengendalian inflasi sedemikian rupa sehingga depresiasi menjadi determinan utama inflasi inti dan inflasi inti menjadi dominan terhadap pembentukan inflasi IHK. Untuk itu, BI dituntut mampu mengelola nilai tukar rupiah.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

9 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

22 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

24 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

24 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

25 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

31 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

49 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

59 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024