Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tetap Merdeka

image-profil

Oleh

image-gnews
Aksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam upacara peringatan HUT RI ke-73 di Istana Merdeka, Jumat, 17 Agustus 2018. TEMPO/Subekti.
Aksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam upacara peringatan HUT RI ke-73 di Istana Merdeka, Jumat, 17 Agustus 2018. TEMPO/Subekti.
Iklan

Putu Setia

SUDAH beberapa hari saya suka menyanyikan lagu wajib nasional yang disiarkan televisi. Bukan lagi dangdut kegemaran saya dari Via Vallen: sayang... opo kowe krungu...

Sebagai nasionalis sejati dalam merayakan 73 tahun kemerdekaan ini, saya harus menyanyikan lagu heroik warisan bangsa. Kebetulan televisi menyiarkan berkali-kali lagu itu. Judulnya Indonesia Tetap Merdeka, ciptakan C. Simanjutak. Yuk kita nyanyi: Sorak-sorak bergembira, bergembira semua. Sudah bebas negeri kita, Indonesia merdeka. Indonesia merdeka, Republik Indonesia, itulah hak milik kita, untuk slama-lamanya.

Suatu kali saya tersentak, benarkah Indonesia sudah merdeka? Lalu kenapa Meiliana, seorang ibu etnis Tionghoa, warga Tanjung Balai, Sumatera Utara, diadili hanya karena meminta agar pengeras suara dari masjid dekat rumahnya diperkecil volumenya? Apakah dia tidak bebas menyampaikan permohonan itu sebagai warga negara Republik Indonesia? Dalam sidang di Pengadilan Negeri Medan, jaksa menuntut agar Meiliana dihukum satu tahun enam bulan penjara. Jangankan mampu "sorak-sorak gembira" menjelang Agustusan ini, ibu 44 tahun itu malah menangis.

Saya teringat seorang Meiliana yang disanjung beberapa tahun lalu. Namun ini Meiliana yang masih muda, lengkapnya Meiliana Jauhari, pemain ganda bulu tangkis yang berpasangan dengan Greysia Polii. Meiliana ini disanjung karena mengharumkan jagat bulu tangkis dengan keberhasilannya menembus babak penyisihan Olimpiade London 2012. Sedangkan Ibu Meiliana, istri dari Lian Tui, meminta agar pengeras suara dari masjid volumenya diperkecil dan hal itu dianggap penistaan agama.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Agama ternyata menjadi hal yang paling sensitif di Republik Indonesia. Meiliana mengeluh, lalu pengurus masjid mendatangi rumahnya. Suami Meiliana sempat meminta maaf kalau permohonan mengecilkan volume pengeras suara itu dianggap menyinggung perasaan umat Islam. Namun rumah Meiliana justru dikepung, dan buntutnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara mengeluarkan fatwa bahwa Meiliana menista agama. Hari-hari ini, setelah perayaan 73 tahun kemerdekaan, Meiliana akan menerima vonis.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah dihukum 2 tahun penjara karena dituduh–lalu terbukti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan oleh sebab itu dia dihukum–melakukan penistaan terhadap agama Islam. Penistaan agama itu diperkuat dengan pernyataan Ketua MUI Ma’ruf Amin. Ahok seharusnya–demi hukum–bisa mengajukan bebas bersyarat di bulan peringatan kemerdekaan ini, tapi dia memilih menunggu bebas murni. Kenapa? Karena kasusnya soal agama yang sensitif.

Ma’ruf Amin, ulama besar berpengaruh, benteng terakhir urusan fatwa yang bisa membuat "hitam-putih" soal penistaan agama, kini menjadi calon wakil presiden yang ditunjuk langsung oleh Joko Widodo. Pastilah banyak orang yang "sorak-sorak bergembira" sebagaimana lagu yang sering saya kumandangkan, tapi izinkan saya menunda untuk "bergembira semua". Saya masih perlu merenung beberapa hari, apa yang akan terjadi dengan Republik Indonesia kalau pasangan Jokowi-Ma’ruf memenangi pilpres 2019. Akankah agama makin sensitif dan kebijakan pemerintah mengacu pada agama tertentu dan intoleransi justru makin subur?

Tiba-tiba saya enggan menyanyikan lagu itu lagi. Tiba-tiba pula saya heran kenapa judul lagu itu Indonesia Tetap Merdeka, tapi liriknya tak ada menyebutkan kata-kata itu. Apakah Simanjutak ragu kalau suatu saat orang Indonesia tak lagi merdeka, setidaknya, tak merdeka menyampaikan pandangan yang berbeda?

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

50 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024