Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lamban Menangani Korban Gempa

image-profil

Tempo.co

Editorial

image-gnews
Foto aerial kondisi permukiman di Desa Telagawareng, Pemenang, Lombok Barat, NTB, Rabu, 8 Agustus 2018. Sejumlah lokasi yang terdampak gempa bumi belum mendapat bantuan berupa makanan, minuman, obat-obatan, dan tenda. ANTARA/Zabur Karuru
Foto aerial kondisi permukiman di Desa Telagawareng, Pemenang, Lombok Barat, NTB, Rabu, 8 Agustus 2018. Sejumlah lokasi yang terdampak gempa bumi belum mendapat bantuan berupa makanan, minuman, obat-obatan, dan tenda. ANTARA/Zabur Karuru
Iklan

Penanganan korban gempa di Nusa Tenggara Barat dan Bali terasa amat lamban. Hingga kini korban gempa berkekuatan 7 skala Richter yang disertai lindu susulan berkali-kali itu belum mendapat bantuan yang memadai. Pemerintah pusat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) semestinya turun tangan untuk mempercepat proses penanganan korban.

Sejauh ini BNPB dan pemerintah daerah terlihat tidak berkoordinasi secara baik. Dalam soal data korban, misalnya, BNPB menyebutkan ada 131 korban tewas-data sebelum terjadi gempa susulan berkekuatan 6,2 skala Richter kemarin. Sedangkan Pemerintah Provinsi NTB menghitung korban tewas mencapai 226 jiwa. Adapun Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Utara, yang mendapat laporan dari semua camat, merilis jumlah yang berbeda lagi.

Faktor keamanan pun kurang diperhatikan. Sejumlah desa terlambat mendapat pasokan konsumsi karena dijarah di tengah jalan oleh korban lain yang juga membutuhkan bantuan. Akses transportasi yang terputus akibat gempa belum sepenuhnya diperbaiki sehingga sejumlah wilayah terisolasi. Jumlah helikopter pengangkut bantuan makanan dan kesehatan pun minim.

Pemerintah pusat dan BNPB semestinya tidak menganggap enteng dampak gempa di NTB dan Bali, yang merupakan daerah tujuan wisata turis asing. Tak hanya menimbulkan korban tewas, petaka ini juga menyebabkan 1.477 orang terluka dan 156 ribu orang mengungsi. Diperkirakan korban tewas pun akan terus bertambah karena sebagian masih tertimbun. Akibat bencana ini, sekitar 6.000 turis dievakuasi dan 100 ribu turis batal datang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

BNPB seharusnya mengusulkan kepada presiden agar menetapkan musibah di NTB dan Bali sebagai bencana nasional. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, penentuan status bencana nasional mensyaratkan sejumlah kriteria. Di antaranya jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan infrastruktur, luas wilayah terkena bencana, dan kemampuan pemerintah daerah menanganinya. Dilihat dari ketentuan ini, musibah di kedua provinsi tersebut sudah layak dinyatakan sebagai bencana nasional.

Kalaupun berpendirian bahwa dampak bencana ini cukup ditangani daerah, BNPB dan pemerintah pusat tetap harus mengawasinya, bahkan ikut membantu penanganan korban. Evakuasi korban yang tertimbun harus dilakukan secepatnya. Korban yang terluka mesti mendapat perawatan. Para pengungsi harus mendapat bantuan makanan dan obat-obatan yang cukup. Turis asing pun perlu dijamin keamanannya. Langkah berikutnya tentu saja adalah merehabilitasi bangunan dan rumah penduduk yang rusak.

Pemerintah pusat harus memastikan semua langkah itu dilakukan secepatnya, agar kehidupan sosial-ekonomi di NTB dan Bali segera pulih. Di tengah kesibukan politik untuk maju lagi dalam pemilihan presiden 2019, Presiden Joko Widodo tak boleh melupakan penderitaan korban bencana di Bali dan NTB.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

4 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

18 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

19 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

19 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

20 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

26 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

45 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

54 hari lalu

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024