Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Nama-nama di Kantong Jokowi

image-profil

image-gnews
Presiden Joko Widodo makan malam bersama enam pimpinan partai politik, yaitu (kiri Jokowi) Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan (kanan Jokowi) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 23 Juli 2018. Dok: Agus Suparto
Presiden Joko Widodo makan malam bersama enam pimpinan partai politik, yaitu (kiri Jokowi) Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dan (kanan Jokowi) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 23 Juli 2018. Dok: Agus Suparto
Iklan

Acep Iwan Saidi
Pembelajar Semiotika ITB

Kunci kemenangan calon presiden dalam pemilihan presiden 2019 berada di tangan calon wakil presidennya. Salah memilih pasangan, sebagai calon presiden, Jokowi dan Prabowo (jika mau mencalonkan diri lagi) akan menderita kekalahan. Suara Jokowi dan Prabowo sendiri telah definitif, sulit dikembangkan lagi. Kini, calon wakilnyalah yang akan menjadi magnet penambah suara yang signifikan.

Lantas, siapa yang akan dipilih Jokowi? Lima nama konon telah dikantongi. Beberapa orang telah eksplisit disebut, yakni Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Airlangga Hartarto, dan Mahfud Md. Sementara itu, tiga calon lain telah diinformasikan secara metaforis oleh Megawati dengan istilah "secerah matahari dari timur". Tidak ada lagi yang dari timur jika bukan Tuan Guru Bajang (TGB), Abraham Samad, dan Din Syamsudin.

Jika memilih "kawan sekubangan", Jokowi harus bekerja keras. Polarisasi seperti 2014 akan sangat mungkin terulang. Jika memilih tokoh dari partai oposisi atau pihak lain yang berseberangan-sebut saja dari lingkaran 212-Jokowi juga akan mengalami kendala. Tokoh yang dipilih akan sangat mudah untuk disebut sebagai "pengkhianat".

Bagaimana dengan teman lama, Jusuf Kalla (JK)? JK memang masih tampak berminat tinggal lebih lama di Istana. Didampingi Partai Persatuan Indonesia, JK maju menguji peraturan yang melarangnya menjadi wakil presiden lagi ke Mahkamah Konstitusi. Akan menangkah? Yang lebih penting adalah akankah Jokowi kembali meminang JK?

Bisa jadi JK memang masih memiliki pemilih fanatik. Tapi paket lama biasanya susah dijual. Konteksnya sudah jauh berubah. Usia JK yang sudah sepuh juga bisa menjadi titik lemah yang bisa "dimanfaatkan" lawan dan terlalu sulit pula membetot "efek Mahathir Muhammad" ke sini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jadi, siapakah yang mesti dipinang Jokowi? Mau tidak mau, Jokowi harus mengambil wakilnya bukan dari lingkaran terdekat, bukan dari partai politik, dus bukan dari lingkaran 212. Jokowi harus mengambil "sosok antara". Tokoh itu harus mampu menjadi jembatan, berada di antara Istana dan oposisi, dan secara umum berada di antara pihak-pihak yang sejauh ini berseberangan. Dalam kebudayaan Sunda, ia adalah Si Lengser, sosok yang mewakili pemilik rumah untuk menyambut tamu tapi tidak berada di dalam rumah; berdekatan dengan tamu tapi tidak berada di tengah-tengah tamu. Di posisi ini, kita bisa bertemu dengan beberapa nama, yakni KH Makruf Amin, Mahfud Md., Said Aqil Siroj, Abraham, dan Din. Tentu saja Jokowi juga harus mempertimbangkan usia, kemampuan finansial, basis massa yang jelas, dan lain-lain.

Di antara nama itu, Din kiranya yang paling memenuhi kriteria. Langkah "matahari timur" ini ke Istana lebih cantik. Ketika hiruk-pikuk kasus Ahok dan pemilihan Gubernur DKI, Din dengan lantang menyatakan akan memimpin umat untuk melawan jika umat Islam terus-menerus disakiti. Posisi Muhammadiyah dalam kasus ini juga berbeda dengan Nahdlatul Ulama. Muhammadiyah tampak berada di tengah, sedangkan NU condong ke Istana. Din lantas melangkah ke Istana melalui jalur "netral" pula, yakni menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerja Sama Antar-Agama dan Peradaban. Tidak ada catatan miring Din di lingkaran 212, juga ketika pilihan menjadi utusan tersebut diambilnya.

Tapi, tanda-tanda politik masih akan terus berelasi, saling menggenapkan sekaligus bisa saling meruntuhkan pesan yang dibangunnya. Merujuk pada semiotika Peircian, sampai pada saat deklarasi atau pendaftaran pada 4-10 Agustus nanti, posisi tanda akan tetap berkutat pada level sinsign, menunjuk ke referen yang spesifik tapi tidak legitimate (legisign). Dalam perspektif semiotika Barthesian, Jokowi masih akan terus bermain pada kode hermeneutic, kode yang mengirim pesan multitafsir, situasi yang terus-menerus menegangkan.

Dalam permainan tanda demikian, kita juga boleh menyebut satu tokoh yang sebelumnya sempat populer, yakni Gatot Nurmantyo. Bagi Jokowi, Gatot sebenarnya adalah "sosok di antara" itu. Sebagai militer humanis berbasis kebudayaan Tegal yang egaliter, Gatot dapat melengkapi Jokowi, sipil dari Solo yang basis kebudayaannya cenderung halus dan memusat ke keraton.

Tapi semua akan terpulang kepada Jokowi. Jokowi memang telah memasukkan nama-nama calon pendampingnya itu ke dalam kantongnya. Dan ia tidak akan mengeluarkannya secara acak atau sambil menutup mata.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

10 hari lalu

Antisipasi Lonjakan Harga menjelang Idul Adha, Dinas Perdagangan Kota Palembang Adakan Pasar Murah. TEMPO/ Yuni Rohmawati
Disdag Palembang Gelar Pasar Murah, Antisipasi Lonjakan Harga Menjelang Idul Adha

Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar pasar murah menjelang hari Raya Idul Adha 2024


Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

24 hari lalu

Salah satu industri game dunia Sony and XBOX ONE, mengikuti pameran ini. Industri game di Inggris menyumbang GDP terbesar bagi Inggris, dengan total nilai transaksi mencapai  1.72 milyar poundsterling. Birmingham, Inggris, 24 September 2015.  M Bowles / Getty Images
Asosiasi Tagih Janji Pemerintah Soal Penguatan Industri Game Nasional, Isu Pendanaan Paling Krusial

Asosiasi game nasional mendesak realisasi Perpres Nomor 19 tahun 2024 soal pengembangan industri game nasional sebelum rezim berganti.


Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

25 hari lalu

Gajah-gajah saat menyiram wisatawan saat berkunjung ke Tangkahan di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Gajah-gajah tersebut digunakan bagi wisatawan untuk trekking keliling kawan ini. Tempo/Soetana Monang Hasibuan
Mengenal Tangkahan, Kawasan Ekowisata dan Konservasi Gajah di Taman Nasional Gunung Leuser Sumut

Tangkahan dijuluki sebagai The Hidden Paradise of North Sumatra, karena letaknya yang tersembunyi dengan keindahan alam yang masih alami,


Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

25 hari lalu

Pekerja tengah menyelesaikan proyek pembangunan rumah subsidi di kawasan Sukawangi, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 6 Februari 2023. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. targetkan 182.250 unit KPR FLPP dan Tapera, seiring dengan rasio jumlah kebutuhan rumah (backlog) masih tinggi mencapai 12,75 unit. Tempo/Tony Hartawan
Mengenal Tapera yang Akan Memotong Gaji Pegawai Sebesar 3 Persen

Tapera adalah penyimpanan dana yang dilakukan oleh peserta secara periodik dalam jangka waktu tertentu


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

26 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

32 hari lalu

Pimpin Ambon, Wattimena Berhasil Lantik Sejumlah Raja Defenitif

Pemkot tidak melakukan intervensi dalam proses penetapan raja.


IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

50 hari lalu

IMI dan RS Premiere Bintaro Kerja Sama di Bidang Layanan Kesehatan

RS Premiere Bintaro menyediakan berbagai fasilitas khusus untuk pemilik KTA IMI.


Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

24 April 2024

Sertijab Pj Bupati Musi Banyuasin
Apriyadi Siap Dukung Pj Bupati Muba Sandi Fahlepi

Sandi mengajak semua elemen yang ada di Kabupaten Muba bahu membahu secara berkeadilan, setara dan transparan.


Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

3 April 2024

Menhub Buka Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta.


1 April 2024